Mungkin kamu sudah nggak asing lagi dengan nama Atiqah Hasiholan. Yup, perempuan yang dikenal lewat akting serta kelihaiannya memandu sebuah acara tersebut belum lama ini ramai dibincangkan oleh publik. Pasalnya dia tengah jadi korban bully-an di media sosial akibat pihak-pihak yang tidak berkenan dengan sikap ibundanya, Ratna Sarumpaet terhadap kiprah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ratna yang memang sudah dikenal sebagai aktivis sejak 90-an ini mengkritisi kinerja Ahok selama menjabat sebagai Gubernur dan akan mencalonkan dirinya kembali.

Semua bermula dari dugaan Ratna Sarumpaet jika Ahok dengan jabatannya mampu membeli aparat kepolisian

Ratna Sarumpaet memang sudah dikenal sebagai seorang aktivis yang selalu mengkritisi kinerja pemerintah. Ahok pun tak luput menjadi objek kritiknya sebelum mencalonkan diri lagi pada Pilgub 2017. Ratna yang juga seorang seniman ini menukaskan jika Ahok dikelilingi banyak uang sehingga ia mampu membeli apa saja yang diinginkan, termasuk tentara, polisi, dan KPK untuk berlabuh di pihaknya.

“Kita ada di sini dengan niat apa yang harus kita lakukan kepada Ahok yang bisa beli apa saja, tentara, polisi dan terakhir KPK,” ungkap Ratna usai menghadiri diskusi publik bertajuk ‘Jakarta Tanpa Ahok’ di Tebet Timur Dalam No 43 Jakarta Selatan, Jumat (11/3) seperti dilansir dari Merdeka.com.

Tudingan itu pun ditanggapi dingin oleh Ahok dan justru dia berterima kasih pada Ratna Sarumpaet. Ahok mengartikan tuduhan Ratna sebagai sesuatu anggapan jika dirinya benar hebat dan kaya raya lantaran mampu membeli aparat. Meski demikian, nyatanya para aparat dan pendukung Ahoklah yang nggak bisa terima dan berkicau membela junjungannya.

Ucapan Ratna tersebut pun langsung mendapat banyak respons, salah satu yang menggelitik adalah kicauan dari TNI Angkatan Udara dalam akun Twitter-nya.

Advertisement

@_TNIAU: “Bu @RatnaSpaet pegang kwitansinya? Boleh lihat Bu?”

Malangnya, reaksi balasan dari sebagian pihak pendukung Ahok itu merembet pada Atiqah Hasiholan. Dan, akhirnya akun Twitter-nya @atiqahhasiholan pun angkat bicara

Ini lho bully-annya! via chirpstory.com

Menutup rezeki orang lain nggak sih? via chirpstory.com

Perempuan berusia 34 tahun ini mengawali cuitannya dengan sebuah pengakuan jika mendapat bully-an seperti ini memang bukan kali pertama dirasakannya.

1. menjadi korban buzzer, menjatuhkan saya & suami saya, ini bukan yang pertama kali

2. Pernah terjadi ketika kami menikah di P. Kelor & dituduh & difitnah secara tdk bertanggung jawab meninggalkan sampah.

3. Saat itu saya tidak mempermasalahkan terlalu panjang, karena yang menjadi korban HANYA saya dan suami saya.

(Cuitan 28 September 2016)

Namun, bagi Atiqah bully-an kali ini akan menjadi masalah besar lantaran dia menganggap hal tersebut dapat memecah belah banyak pihak

Kena imbas dari Ibunya. via chirpstory.com

Bagi Atiqah, bully-an dari publik yang datang untuk dirinya serta sang suami sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Namun, untuk cemooh yang satu ini bagi Atiqah akan menjadi sebuah masalah yang besar untuknya. Hal itu dikarenakan soal yang menyeret kampanye seperti ini akan menjadikan orang lain di luar dirinya dan sang suami turut menjadi korban.

4. Tapi kali ini, untuk kepentingan kampanye, melalukan pembullyan thdp saya dan suami saya, ini menjadi masalah besar untuk Saya.

5. Kenapa? Karena tindakan2 sperti ini yg jadi korban BUKAN HANYA saya & suami saya, tapi masyarakat Indonesia yg dgn sengaja di pch belah.

Bagi Atiqah, cara yang dipakai para pendukung Ahok merupakan cara yang salah untuk berkampanye!

6. Mau berkampanye? Kampanye yang sehat! Sampaikan Pikiran Sampaikan Pendapat! Sekeras-kerasnya! Seberani-beraninya!

7. Ibu saya aktivist dari th 90 an. Dia terbiasa menyampaikan pikirannya & sudah banyak yang dia lewati termasuk dipenjara di Era Soeharto

8. Anda memiliki pandangan yang berbeda? Debat! Bukan dengan cara cara seperti ini.

9. Siapapun dalang dari semua ini, becareful guys, pilkada depan mata. jangan sampai mau terpecah belah dgn kelakuan pembully2 seperti ini.

Dalam kicauannya pun Atiqah berpendapat jika apa yang dilakukan para pendukung Ahok ini adalah cara kampanye yang nggak sehat. Dia pun nggak ragu menyerukan pendapatnya untuk melakukan kampanye dengan cara yang baik dan lebih sehat.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!