Mungkin seklias terdengar mengada-ada, namun kamu bisa menemukan satu-dua elemen kepahlawanan dari biji-biji kopi asal Indonesia. Varietas dan kualitasnya yang unggul ‘membela’ nama Indonesia di pasar global. Tingginya nilai jual komoditas kopi Indonesia menjadikannya sebagai ‘pahlawan’ devisa.

“A cup of Java”: itu adalah istilah yang sering digunakan orang luar negeri untuk menyebut secangkir kopi. ‘Java’ disini tak lain dan tak bukan adalah pulau Jawa-nya Indonesia.

Kopi memang sudah menjadi salah satu produk ekspor andalan Indonesia sejak akhir abad ke-17. Makanya, orang Eropa mengasosiasikan kata kopi dengan ‘Java’. Aneh ya, istilah itu justru terdengar asing buat kita yang asli Indonesia.

saking terkenalnya sampai-sampai jadi logo program komputer internasional via www.ceviu.com.br

Mungkin karena dari dulu kopi selalu menjadi komoditas ekspor, pemasaran di dalam negeri selalu dinomorduakan. Walaupun hingga saat ini kopi Indonesia masih menjadi primadona bagi pecinta kopi di seluruh dunia, tampaknya fakta tersebut justru kurang diapresiasi di dalam negeri sendiri.

Advertisement

Atau bisa jadi masyarakat Indonesia malah sama sekali tidak mengenal kopi asli Indonesia karena justru sebagian besar dari kita terbiasa mengkonsumsi kopi instan.

Akibatnya, kita sendiri jarang melihat kualitas ‘bela negara’ tersebut melalui mata kita sendiri. Kita buru-buru google “Kopi Luwak” setelah Oprah Winfrey dan Jack Nicholson mempromosikannya di Hollywood.

Tinggal tuang terus aduk deh via www.wikihow.com

Pada hakikatnya, tidak ada yang salah dari kopi instan. Kopi instan adalah penemuan inovatif yang mempermudah kita mempersiapkan secangkir kopi dimanapun dan kapanpun. Kita hanya tinggal menambahkan air panas atau bahkan air dingin. Rasanya juga selalu konsisten. Jika dibandingkan dengan kerepotan mempersiapkan secangkir kopi dari bentuk biji, penggilingan yang tepat untuk metode penyeduhan tertentu, dan lain sebagainya, tidak heran begitu banyak orang terpikat dengan kepraktisan kopi instan.

Namun, kepraktisan kopi instan hanya bisa ada karena mengorbankan beberapa hal penting dari proses penyeduhan kopi tradisional. Nah, kali ini, Hipwee akan memberitahu kamu apa saja pengalaman yang kamu lewatkan kalau konsumsi kopimu terbatas di kopi instan.

Skala keberagaman kopi spesialti Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Jika hanya meminum kopi instan, kamu tak akan bisa menikmati kekayaan kopi negeri kita.

pulau-pulau yang tersebar menjadi tempat yang ideal untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa khas yang berbeda pula via misscoffeeindonesia.com

Indonesia adalah negara terbesar ketiga di dunia dalam skala produksi kopi. Namun, kita nomor satu dalam skala keberagaman atau kopi spesialti. Artinya, lebih banyak varietas kopi yang ditemukan di Indonesia dibandingkan tempat manapun di muka bumi ini. Relief geografi Indonesia sebagai negara kepulauan yang subur melatarbelakangi kekayaan cita rasa kopi Indonesia.

Uniknya, perbedaan kontur dan tinggi dataran yang terdapat di Indonesia menyebabkan kopi dari tiap-tiap wilayah produksi memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Cita rasa khas ini yang disebut sebagai karakter kopi spesialti. Terdapat lima kopi Indonesia dalam sepuluh peringkat teratas kopi spesialti di dunia. Sayangnya, justru keberagaman cita rasa dari kopi yang diproduksi di dataran tinggi Gayo, Mandheling, Toraja, Kintamani, atau Wamena itu justru seringkali tidak dimengerti oleh orang Indonesia sendiri.

Keberagaman cita rasa tersebut tidak akan kamu dapatkan dalam kemasan kopi instan manapun. Kopi instan diproduksi massal dengan campuran kopi murni yang hanya berkisar antara 1-3% dalam setiap kemasan. Kopi murni tersebut juga tidak merepresentasikan satu rasa khas tertentu, tapi merupakan campuran dari biji kopi yang dapat dikumpulkan oleh produsen dengan harga termurah. Maka dari itu, kamu tidak akan dapat mencicipi rasa khas yang muncul dari tiap kopi spesialti kecuali kamu menyeduh sendiri kopimu.

Berikut secara singkat diagram rasa dari beberapa kopi spesialti di Indonesia:

  • Aceh Gayo : keunikan rasa dan aroma herbal yang disertai sensasi rasa tanah dengan keasaman yang kuat, namun lembut
  • Sumatera Mandheling : memiliki after taste cokelat, pedas merica, dan buah-buahan dengan tingkat keasaman yang ringan
  • Toraja Kalosi : memiliki after taste coklat, karamel, dan herbal dengan keasaman yang ringan serta kepekatan yang sedang.
  • Kintamani Bali : sentuhan rasa jeruk alami dengan keasaman yang ringan
  • Papua Wamena : memiliki cita rasa buah-buahan dengan kepahitan yang ringan dan kepekatan yang sedang

Kalau hanya terbiasa minum kopi dari kemasan instan, kamu tidak akan pernah merasakan keunikan dari setiap kopi spesialti yang ada di Indonesia. Sekali-kali repot tidak apa-apa lah. Demi mengenal rasa asli kopi Indonesia, bukan hanya rasa gula dan krimer yang dilengkapi dengan genjotan kafein.

Dengan menyeduh kopi sendiri, kamu bisa mengontrol kualitas kopi yang kamu minum.

Racik kopimu sendiri atau minta bantuan barista via kopikeliling.com

Jika membeli kopi dengan kemasan instan, kamu tidak akan pernah mengetahui kualitas biji asal yang digunakan dalam kopi tersebut. Seringkali untuk menekan biaya produksi, produsen kopi akan memilih biji kopi dengan kualitas yang tidak terlalu baik untuk dicampur jadi satu. Memang sih, dengan cara tersebut kamu bisa mendapatkan kopi seharga 1.500 rupiah. Namun, apakah kamu tidak pernah penasaran dengan rasa dari kopi Indonesia yang kebetulan juga terbaik di dunia?

Cobalah mencicipi kopi tubruk atau drip yang berasal dari satu origin di kafe-kafe terdekatmu. Memang jauh lebih mahal dibandingkan kopi instan, tapi baik bagimu supaya kamu tahu seperti apa kopi yang sebenarnya. Kopi yang dijual dalam bentuk biji juga sudah dipilih dengan ketat. Kecacatan biji pun bisa terlihat secara kasat mata, sehingga akan lebih sulit untuk menyamarkan kopi dengan kualitas rendah. Masa kamu rela kalau kopi-kopi kualitas terbaik Indonesia hanya dinikmati bule? Kamu juga bisa dong, sekali-kali mencoba kopi terbaik yang dihasilkan negeri ini!

Faedah terbaik kopi hanya bisa kamu temukan dalam secangkir kopi murni…

faedah kopi dalam secangkir kopi murni via www.vergemagazine.co.uk

Kopi memiliki berbagai dampak positif terhadap kesehatan, sehingga banyak ahli menyarankan konsumsinya secara teratur. Tapi kebaikan-kebaikan kopi tersebut tidak bisa kamu dapatkan secara maksimal dari kopi instan.

Kopi terkenal memiliki efek antioksidan yang tinggi. Efek antioksidan tersebut terkandung dalam elemen ‘Clorogenic Acids’ atau CGAs dalam kopi. Kandungan antioksidan ini diyakini mampu menurunkan risiko diabetes tipe II. Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa peminum kopi memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terkena penyakit ini sebesar 23-50%. Namun, campuran tambahan yang mendominasi komposisi kopi instan memperlemah efek CGAs kopi. Gula dan krimer juga terbukti mengurangi efek CGAs sebesar 23-29%.

Tidak hanya mengurangi kebaikan-kebaikan yang terdapat dalam secangkir kopi murni, tambahan seperti gula dan krimer justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penimbunan lemak jenuh. Penimbunan lemak jenuh justru dapat memicu penyakit diabetes. Jadi sebenarnya, tidak baik juga sering-sering minum kopi instan yang penuh gula dan krimer.

Kopi punya jutaan cita rasa. Dengan meracik kopimu sendiri, kamu bisa menentukan rasa seperti apa yang ingin kamu dapatkan.

Infografi cara membuat kopi via thecoffeeregistry.files.wordpress.com

Kopi itu merupakan sebuah tanaman yang unik, karena mudah menyerap bau maupun rasa dari lingkungan sekitar. Kopi origin punya rasa yang berbeda-beda, dan kamu bisa mencari yang mana kopi origin yang paling sesuai dengan seleramu.

Selain rasa khas dari setiap biji, rasa kopi juga sangat ditentukan oleh cara penyeduhan. Suhu air dan metode yang digunakan untuk menyeduh atau mengekstraksi kopi akan sangat berpengaruh terhadap keutuhan rasanya. Kamu bisa pergi ke kafe untuk mendapatkan racikan dari barista ahli. Bisa juga menggunakan alat penyeduh kopi paling sederhana, seperti french press di rumahmu sendiri. Jika sudah merasakan kelezatan kopi dengan sentuhan personal ini, kamu tak akan menganggap segala proses ini merepotkan.

Dengan mulai mencoba untuk membatasi konsumsi kopi instan, berarti kamu juga sedang menghargai salah satu kekayaan bangsa…

jangan mau dijajah lagi sama bangsa lain, termasuk masalah kopi via www.darkrye.com

Hal yang terpenting yang akan kamu lewatkan jika kamu hanya minum kopi instan adalah kamu tidak akan benar-benar bisa menghargai kekayaan Indonesia. Kafe-kafe terkenal di Italia tidak akan ramai dikunjungi pengunjung jika tidak memiliki biji kopi khas Indonesia. Kopi luwak juga selalu disebut-sebut sebagai kopi termahal di dunia. Masa sih kita perlu diajari oleh bangsa lain untuk menghargai kekayaan yang hanya bisa ditemukan di negeri kita?

Memang sih, kopi bukan komoditi yang bisa diklaim seenak lagu atau makanan tradisional. Tapi jika kita sendiri tidak mengetahui dan mencintai produk unggulan kita ini, siapa lagi yang akan menjamin pelestariannya untuk generasi mendatang? Apa kita mau semua peluang usaha kopi domestik justru jatuh ke tangan asing? Jika tidak, yuk, mulai kenali kopi-kopi asli Indonesia ini!