Kehadiran media dan teknologi yang semakin canggih memang diakui telah merubah kehidupan manusia. Mulai dari pendidikan, hiburan, informasi, bahkan sampai kehidupan sosial. Tidak terkecuali dengan kultur dan rutinitas pacaran khas anak muda Indonesia.

Dulu, pacaran itu malu-malu. Sekarang, hampir semuanya lomba pamer pasangan dan kemesraan di media. Lalu, apalagi ya kultur dan rutinitas pacaran anak muda yang berbeda? Dalam 10 tahun terakhir, hal-hal inilah yang mungkin kamu rasakan berbeda.

1. Pacaran di tahun 2005 itu saling kirim-kiriman SMS, kamu yang tahun segitu belum punya pacar pasti gak tahu…

SMSan sambil senyum-senyum via teen.com

Belum ada Y!M, BBM, WhatsApp, dan LINE, pasangan di tahun 2005 harus puas pacaran lewat SMS doang.

Kalau di tahun 2015, pacaran itu saling kirim-kiriman emoji dan stiker

Harus pake sticker via thenextweb.com

Advertisement

Pacaran sekarang itu sudah terfasilitasi dengan baik, apalagi aplikasi untuk ngobrolnya. SMS sih kayaknya sudah nggak dilirik lagi. Ada aplikasi-aplikasi lain yang gratis dan bisa kirim-kiriman stiker lucu, sih!

2. Dulu, kalau mau telepon pacar itu harus cari waktu yang sepi supaya nggak ada yang nguping.

Curi-curi waktu telepon via declinedtostate.tumblr.com

Anak muda tahun 2005 itu belum semuanya punya HP. Mau nggak mau, kalau ingin teleponan sama pacar harus pakai telepon rumah. Hemat sih, tapi mesti cari waktu yang sepi. Supaya nggak ada yang gangguin dan nggak ada yang nguping. Siapa yang sering nguping? Kalau gak adik, ya pasti kakak kamu.

Sekarang sih, semua anak muda sudah hampir pasti punya HP. Mau telepon kapan dan di mana saja pasti bisa.

Lagi nunggu bus juga bisa teleponan via indosat.com

Kalau sekarang, anak SD juga sudah punya HP. Mau teleponan sama pacar bisa di mana dan kapan saja. Nggak perlu takut ada yang nguping, deh.

3. Tahun 2005: SMS dibalesnya lama? Santai saja, mungkin dia sibuk

Santai. Palingan tidur via www.zyngaplayerforums.com

Enaknya pacaran di tahun 2005 itu, nggak ada pemberitahuan apakah SMS kita sudah dibaca atau belum. Jadi kalau SMSmu dibalesnya lama, ya santai saja. Palingan pacarmu lagi tidur atau lagi SMS-an sama orang lain sibuk melakukan sesuatu.

Tahun 2015: Chat cuma di-read doang? Ayo kita ribut seharian!

Ribut! Ribut! via keepcalm-o-matic.co.uk

Beda banget sama sekarang. Hampir seluruh aplikasi chatting sudah punya tanda untuk memberitahu pesan kita sudah dibaca atau belum. Kejadian kayak gini sering banget membuat pasangan salah paham. Saat chat cuma di-read saja, wah siap-siap ada perang dunia.

4. Dulu itu, kencan adalah makan, nonton, ngobrol, dan bercanda

Ini baru kencan via adorableindah.wordpress.com

Tahun 2005, bisa kencan ke luar rumah itu termasuk berkah. Maklum, belum ada HP untuk berkomunikasi dengan orang tua. Jadi, mereka lebih sulit memberi izin kencan di luar.

Nah makanya, saat akhirnya bisa kencan, waktu ini dimanfaatkan dengan maksimal untuk makan bersama, nonton bioskop, serta bercanda dan ngobrol seru yang bisa bikin lupa waktu.

Kalau sekarang? Makan, nonton, dan sibuk sama HP masing-masing

Sibuk sendiri-sendiri via dianepooleheller.com

Tahun 2015. Generasi smartphone, media sosial, dan WiFi. Mau lagi kencan sama pacar tersayang juga tetap sibuk sama HP masing-masing.

Cowok : Kita mau kencan di kafe mana sayang?

Cewek : Terserah, pokoknya harus ada WiFi

Cowok : Oh ya, bener…

5. Masih ingat ke mana saja kalian kencan di tahun 2005? Yap! Bioskop, kedai kecil dekat sekolah, toko buku, dan… TERAS RUMAH!

atau jalan-jalan sambil makan kacang via jitensa.blogspot.com

Tahun 2005 itu belum banyak tempat umum yang seru untuk kencan. Mall belum banyak, apalagi kafe unyu dan kedai kopi yang kekinian. Pilihan tempat buat kencan juga itu-itu saja. Bioskop, kedai dekat sekolah, toko buku, dan pastinya teras rumah sambil diintipin sama bapak dan ibu.

Beda banget sama pacaran zaman sekarang yang sibuk cari tempat kencan paling hits di media sosial saat ini. Kalau belum ke sana, kencannya belum sah!

Ke tempat-tempat hits terkini via wikengetaway.wordpress.com

Kalau sekarang sih nggak usah ditanya lagi mau kencan di mana. Mall bertebaran, restoran dan kafe-kafe berkonsep unik juga ada di mana-mana. Dan kalau bisa sih yang tempatnya lagi jadi hits di media sosial. Biar tetap kelihatan update sama tren kekinian.

6. Pacaran di tahun 2005, kalau dapat kado dari pacar, paling mentok ya curhat saja ke teman lewat telepon, udah.

Telepon sahabat via lilywhiteclothing.com

Dapat kado dan kejutan dari pacar? Kalau terjadi di tahun 2005 sih, kamu pasti akan segera bercerita kepada sahabatmu lewat telepon.

Tahun 2015 sih, cuma dibawain makan siang saja langsung upload ke Instagram dan Path. Semuanya harus tahu!

“Aku dikasih bunga!” via instagram.com

Nah, kalau 2015 ini, dikasih sesuatu atau kejutan saja pasti langsung sibuk foto dan di-upload ke Instagram atau Path. Padahal sih cuma dibawain makan siang atau tisu karena lagi flu saja.

7. Pasangan yang pacaran di tahun 2005, mau punya foto berdua itu susah! Harus pergi ke mall terdekat dan photo box di sana

Foto box itu wajib via duniadinia.blogspot.com

Tahun 2005, foto berdua sama pacar itu bisa dihitung jari jumlahnya. Maklum saja, untuk bisa foto itu harus pergi ke mall dan foto di photo box yang ada. Itu pun kalau dapat izin kencan dari orang tua.

Yang pacaran sekarang sih tinggal selfie saja. Terus diedit dan upload deh ke media sosial

Bisa selfie kapan saja via xkevinderaldox.blogspot.com

Sekarang? Hampir semua HP yang dipunyai sama anak-anak muda sudah berkamera. Kualitasnya juga nggak kalah dengan kamera profesional. Belum lagi kapasitas memori yang sudah bergiga-gigabyte. Fotomu sama pacar bisa jadi sudah ratusan jumlahnya.

So, kamu yang dulu pernah pacaran di tahun 2005, merasakan perbedaan itu juga nggak? Atau ada hal unik lagi yang dilakukan? Kenangan apa yang paling kamu rindukan? Silakan tulis di kolom komentar ya 😀