Buat anak eksakta, kerja di laboratorium (ngelab) bukanlah hal yang asing lagi. Setidaknya ada banyak jurusan bidang eksakta yang sering menerapkan aktivitas ini dalam perkuliahannya misalnya Biologi, Kimia, Pertanian, Geografi, Kehutanan, Perikanan, Farmasi dan Kedokteran.

Bagaimanakah perjuangan mereka saat berkutat di laboratorium dengan jas warna putih? Berikut adalah sekelumit apa yang dirasakan mahasiswa eksakta dalam perjuangan mengurus penelitian laboratorium mereka.

1. Pas dapet pengumuman keterima di jurusan eksakta, dalam bayanganmu, kamu akan dididik jadi sehebat Albert Enstein, Charles Darwin.

Si jenius Albert Einstein via www.foundmyself.com

Atau versi Indonesianya, sesekali kamu juga ingin bisa sehebat Pak B.J. Habibie.

Pak Habibi dan pesawatnya via www.onvsoff.com

2. Orang yang mengetahui kamu diterima di jurusan eksakta akan mengira kalau kamu punya IQ tinggi dan jago dalam banyak hal.

Gak pasti gitu gitu amat juga sih via imgarcade.com

Advertisement

Tante: “Kamu keterima jurusan apa?”

Kamu: “Kimia, Tante”

Tante: “Waah hebat! Pasti pinter ya.”

Kamu: (dalam hati) ….. Ha pinter apa?

3. Setelah dapat silabus, ternyata mata kuliah awal hampir sama dengan semua materi IPA pada umumnya. Jadi ilmu eksakta itu memang tidak terpisahkan, guys!

Banyak anak eksakta yang terbagi jadi dua kubu. Kubu yang ahli di hitung hitung kayak fisika, matematika. Dan kubu yang gak terlalu suka ngitung ngitung kayak Biologi, Kedokteran, Farmasi. Nah, ternyata semester awal kamu bakal ngerasain belajar banyak ilmu umum. Gak jarang kamu mulai galau galau, aduh capek, ngebosenin. Tapi eits, disinilah ini untuk memastikan kamu masih menjadi anak IPA yang sesunguhnya.

Trus kamu shock via imgarcade.com

4. Setelah jalan 2 semester, kehidupan ala anak eksakta pun dimulai. Kamu bakal mulai sering ada praktikum. Ucapkan selamat datang pada pulang sore~

Jalan jalan sore via edinburghlook.wordpress.com

Paling gak, praktikum membuatmu bisa pulang di jam pulang para pegawai. Disini, kamu mau tak mau harus mulai belajar untuk membagi waktu. Soalnya kalau praktikum juga gak cuma praktik doang, laporan sudah menanti untuk diselesaikan. Jika satu semester kamu ambil 7 mata kuliah dengan 4 hari praktikum. Kebayang kapan aja kamu ngerjainnya?

5. Ketika anak humaniora bisa pake jas dengan beraneka macam corak buat ngeceng di kampus, kamu hanya punya satu jas warna putih polos.

Busana Laboratorium via static2.businessinsider.com

Semua kegiatan di dalam lab wajib pakai baju ini. Salah satu alasanya adalah untuk menjaga kesterilan dalam penelitian. Jadi, kalau lagi ngelab semuanya orang jadi tampak lebih bersahaja dalam busana putihnya. Cielaaa

6. Buat para cewek yang setiap hari harus nge-lab, kamu gak perlu lagi pakai baju ala Syahrini. Nyusahin diri sendiri!

Cantik ala Gwen Stacy via community.sparknotes.com

Soalnya, ujung ujungnya bajumu ketutup jas lab, cincin yang segede gambreng juga menggangumu pas pake gloves. Belum lagi, kalau kamu pake bulu mata cetar badai melambai katulistiwa. Alasannya sebenernya tetep kesterilan sih. Apa mau dikata. Di dalam lab, semua gaya busana jadi sama, manusia berjubah putih. Jadi sebagian besar kamu lebih suka dandan ala Gwen Stacy, simple tapi kamu tetep cantik.

7.Lambat laun kamu mulai terbiasa. Menginjak semester akhir kamu bakal sering punya gawe sendiri di laboratorium mulai penelitian skripsi, seminar, sampe penelitian proyek. Lab pun bertransformasi jadi gua yang nyaman bagimu.

Sibuk di laboratorium via filmguide.sundance.org

Lantas dengan banyaknya aktivitasmu di dalam lab, kamu mulai menemukan goa-mu. Setiap kali kekampus, kamu lebih sering nyamperin lab dari pada nongkrong di kantin. Jas lab juga jadi pakaian kesayanganmu, dan tentu barang satu ini selalu nyempil didalam ranselmu.

8. Karena saking seringnya ngelab, lupa mencuci jas lab selama berminggu minggu jadi hal yang….wajar

Jas lab dekil via wiratni.wordpress.com

Kapan terakhir kali kamu mencuci jas labmu? Entah karena jas lab-mu kamu tinggal di lab, kamu taruh di mobil, atau tetap terselip di kantong paling belakang ranselmu. Belum lagi, sarung tangan dan masker yang harus kamu punya. Terkadang sarung tangan bekasmu juga nyelip di sakumu berhari hari.

9. Saat penelitianmu melibatkan hewan coba, itu artinya kamu punya pacar baru yang perlu disayang-sayang sepanjang waktu

Mencit imut, gak tega buat bunuh via topnews.ae

Tiap hari kamu harus ngasih makan (sampai lupa bilang sama pacar “udah makan belum?”). Kamu juga kudu ngecek minumannya, bersihin kandang, bekas pipisnya. Prinsip animal walfare jadi syarat wajib yang harus kamu terapkan. Kamu gak mau penelitian gagal gara gara hewan coba mati ditengah jalan. Itu artinya, kamu harus ngerawatnya dengan telaten.

10. Punya hewan coba juga berarti pengiritan. Kadang kamu harus rela tidak makan demi menjaganya tetap hidup.

Gak ada duit, bisanya cuma beli minum doang via badbooksgoodtimes.com

Gimana gak? Beli hewan coba bayar, nyewa kandangnya bayar, ngasih makan kudu beli pake duit, kalo tiba tiba mati pun kita kudu bayar buat ngurus jenazahnya.

(Motong uang jajan nih)

11. Belum lagi kalau hewan cobamu itu kelinci. Aduh, sensitifnya udah kayak cewek yang lagi dapet!

Kerja lab pake kelinci via variety.com

Kelinci adalah binatang yang sensitif. Telat makan bisa mencret, kurang minum bisa sakit, kepanasan bisa masuk angin. Aduh, minta di puk puk emang binatang satu ini.

12. Penderitaanmu berakhir? Oh, belum…..tak jarang kalau pulang ngelab, badanmu bau kandang.

Shocked face via imgarcade.com

Abis ngelab, langsung ketemu pacar, gak mandi dulu, di teras kosan.

“Beb, kamu bau sesuatu gak sih? Kayaknya ada yang aneh deh”

“Apaan beb?”

“Bau bangkai bangkai gitu”

“Oh iya, aku tadi seharian abis jagal sapi”

*langsung jadi jomblo seketika*

13. Orang biasa mah mabok karena minuman alkohol atau jalan berliku. Mabok ala mahasiswa Eksakta yang sibuk nge-lab? Mabok petri dish!

Mikrobia yang dibiakan dalam petri dish via animalnewyork.com

Anak anak yang fokus dalam mikro pasti bakal ngerasain gimana nunggu si dia tumbuh sehat di petri dish -mu tanpa kontaminasi. Petri dish adalah semacam piring yang dipakai untuk menumbuhkan bakteri. Kamu selalu berharap dia menjadi satu satunya yang boleh hadir disana. Tidak heran, kamu mesti hati-hati menjaga kesterilan alat alat labmu. Apa-apa harus disterilisasi dulu. Jadi kamu dilarang keras buat ngupil dekat-dekat petri dish!

Mau tahu hal paling horor buat mahasiswa eksakta? Kalau kamu dikasih tumpukan petri dish sebanyak ini untuk dibiakkan, nih!

The tower from petri dish via student.societyforscience.org

*AMIITABAAAA* *Pose lilin*

14. Karena kamu terbiasa akrab dengan mikroskop, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan pemandangan “indah” yang cuma bisa dilihat para peneliti di laboratorium

Kebanyakan orang kalo lihat benda ya gitu gitu aja, dengan menggunakan mikroskop canggih kamu bisa ngelihat keindahan dari barang barang yang sepele.

A nylon stocking becomes a giant web, pollen appears as spiky balls, and the surface of a strawberry looks like an alien landscape via weburbanist.com

Gambar unik di atas adalah permukaan dari strawbery yang dilihat melalui mikroskop dan kaos kaki nilon yang menyerupai sarang laba-laba. Semua diteropong lewat mikroskop. Unik ‘kan?

15. Tapi kamu juga gak jarang harus berjam jam pake mikroskop. Sampai matamu jereng.

Mata lelah

Bagaimanapun, gak semudah itu buat bisa ngelihat keindahan yang tak kasat mata.

16. Dalam hidupmu, tragedi mati lampu bisa jadi mengubah segalanya.

Nasib keberlanjutan penelitianku pie? via www.rawstory.com

“Lalu, gimana nasib inkubasiku? Jika kondisi gak sesuai, hasil terancam tidak valid!”

17. Buat mereka yang meneliti ratusan tanaman di kebun, keuletan dan kegigihan jelas diperlukan

Green house via www.nytimes.com

Gak jarang, anak pertanian atau mahasiswa yang fokus pada penelitian tanaman kudu pake beratus ratus tanaman. Fakta yang jarang orang tahu adalah, kamu juga harus mengurusnya dari awal. Mulai dari menyiramnya, membersihkan dari tanaman penggangu, kasih pupuk. Ini wajib kamu lakukan setiap hari.

Kebayang ‘kan gimananya? Udah berasa kayak pak tani sejati. Bangun tidur langsung ke green house memastikan tanamanmu tumbuh segar.

18. FYI aja, tanaman yang harus diberi perlakuan itu nggak cuma satu. Kadang jumlahnya ratusan!

Semua harus tetap disyukuri via badbooksgoodtimes.com

“Perlakuan” itu apa? Nih ya:

  • Diukur tinggi batangnya
  • Diukur diameter daunnya
  • Dihitung jumlah daunnya
  • Dihitung jumlah cabangnya

POHONNYA ADA 200! PUAS?

Tapi setiap jerih payah, dan perawatan yang kamu lakukan bakal ada nilainya kok. Dengan ketelatenanmu, kamu akan membawa senyum manis saat ujian. Manfaat yang bisa dirasakan oleh petani petani di desa.

19.Kegiatan nge-lab juga sering menahanmu di kampus sampai tengah malam. Yeah, #wesbiyasa

Masih harus ngelab ketika tengah malam via www.andsoitbeginsfilms.com

Kadang kita memang mesti lembur buat menyelesaikan semuanya, gak bisa ditunda tunda. Gak mungkinkan darah yang kamu pake mau kamu simpen lagi. Hasilnya bisa gak valid lagi soalnya. Gak jarang kamu juga sering sendirian.

Hati-hati kalo lagi sedirian begini, tiba tiba bisa inget mantan.

20. Mahasiswa eksakta yang rutin nge-lab juga punya buku harian mereka sendiri. Namanya diary penelitian. Benda pusaka nih!

Log book penelitian

Ini bukan buku curhat, tapi ini buku saku yang kamu pakai buat nyatet segala hal tentang penelitianmu. Kamu gak bakal membiarkan data data yang sudah kamu perjuangkan tercecer dimana mana, kayak debu yang berterbangan tidak tentu arah kan?

21. Aktivitas nge-lab membuat mahasiswa eksakta masuk golongan dewa dalam hal: MENUNGGU

Atlas aja kuat memanggul bumi bertahun tahun via ancientrome.ru

Soal tunggu menunggu juga bukan jadi hal yang asing lagi. Gimana gak? Kamu harus menanam tanaman yang masih unyu, lalu kamu nunggu sampai tumbuh tinggi, bercabang, berbunga, lalu berbuah, baru deh buahnya bisa kamu teliti. Belum lagi inkubasi sel darah sampai sore, baru deh kamu bisa ngitung pertumbuhannya.

Kalau nunggu tanaman aja sabar, pasti sabar juga ‘kan kalau menunggu jodoh? IYA KAN?!?! IYA KAN?!?!

22. Buat yang punya pacar sih, waktu menunggu bisa dimanfaatin buat chat sama pacar

Rangga dan Cinta lagi smsan via www.tumblr.com

23. Kalau yang gak punya pacar, waktu menunggu juga bisa dimanfaatin buat selfie

Selfieee dulu yuk

Sabar ya Mbak, sekarang selfie aja dulu. Cinta aja dibiarin nunggu sama Rangga 12 tahun.

24. Atau kalau gak, ngegalau, coret coret gak jelas, atau gambar di diary penelitian

Corat coret buku via www.catatan-efi.com

25. Setelah penantian panjang, perjuangan hebat, kesabaran ekstra, ketelatenan yang super dan akhirnya kamu berhasil.

I found my precious via thebillfold.com

Keberhasilan itu seperti……menemukan sinar yang selama ini kamu cari dari gua mu.

26. Namun, ketika hasil penelitianmu tidak sesuai dengan yang diharapkan, lalu penelitianmu gagal. Rasanya…..DUNIA RUNTUH!

What i do when fail via myria.com

Hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan? Gagal? Kontaminasi? Tanamannya kena wereng? Hewan coba pada kutuan? Dunia serasa runtuh!

Kiamat sudah. Merenung sepanjang jalan. Gak jarang kita makin menghindar dari dosen pembimbing. Takut kalau tiba tiba ditanyain, aku kudu pie jal?

27. Faktanya, memang gak banyak para peneliti muda yang sekali coba langsung berhasil. Sekali berhasil dalam penelitian itu namanya keajaiban

Its oke to fail via genyize.squarespace.com

Namanya juga penelitian, artinya kamu itu bereksperimen, investigasi, pemeriksaan. Move on dari mantan aja bisa, apalagi kudu move on dari kegagalan penelitian? Namanya juga belajar.

28. Anak yang biasa nge-lab, nyawanya udah kayak kucing. Mati berkali kali, gagal berkali kali tapi tetep maju pantang mundur.

Incredible cat

Kegagalan ekperimen sudah menjadi hal biasa yang harus kamu jalani.

29. Dengan ngelab, kamu dilatih sabar. Nungguin isolatmu tumbuh, nungguin petri-dish mu berkembang dengan sempurna. Sabar itu sih, sudah biasaaaaa.

Nunggu lama sampai banyak sarang via vijayaswani.blogspot.com

30. Akhirnya kamu sadar, banyak hal bermanfaat yang bermula dari laboratorium.

Penemuan bola lampu oleh Thomas Alfa Edison via www.google.com

Banyak penemuan penemuan barang barang yang kamu pake berasal dari aktivitas di dalam ruangan kecil ini. Gak kebayang ‘kan kalau Pak Thomas gak betah di lab nya? Semua berawal dari yang namanya penelitian.

Ada juga yang dapetin gebetan bermula dari kegiatan di laboratorium, kayak Edward sama Bella.

Cinta bersemi saat di laboratorium via thetwilightsagacommunity.ning.com

Misteri abad ini: Kenapa partner lab seganteng Edward atau secantik Bella tak kunjung tiba? Kenapaaaa?

31. Kegiatan nge-lab memang sahih untuk melatih kesabaranmu, keuletanmu, dan daya tahanmu. Cuma orang yang terbiasa ngelab yang tahu gimana rasanya punya “goa”!

Mahasiswa bahagia dunia akhirat

Lama kelamaan, kalau udah terbiasa, lama kelamaan kamu mulai menikmati untuk kerja di laboratorium dengan segala macam urusannya.

Jadi, memang banyak hal yang ada sekarang berasal dari aktivitas di laboratorium. Kamu minum obat? harus di tes dulu disana. Kamu pakai smartphone? harus diuji dulu juga di sana. Kamu mau bangun gedung? Kamu mau bikin senjata perang? Semua juga berawal dari ruang yang dingin dan sunyi itu.

Laboratorium adalah bukti bahwa banyak hal besar berasal dari hal kecil. Dan untuk tahu apakah sebuah benda benar benar bermanfaat buat kemaslahatan manusia, kamu harus memastikannya terlebih dahulu lewat penelitian di laboratorium.

Semoga penelitianmu lancar yaaa. Sekali lagi, yang sabar yaaaa 🙂