Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia bisa dibilang cukup banyak. Menurut data yang didapat dari Program Perlindungan dan Layanan Sosial (PPLS), pada tahun 2012 terdapat 3.838.985 jiwa kaum  difabel. Angka tersebut memiliki arti bahwa kaum difabel setara dengan 2,45% dari total jumlah penduduk di Indonesia. Banyaknya kaum difabel di Indonesia belum dibarengi dengan upaya untuk menyejahterakan para penyandangnya. Salah satunya adalah dalam hal memenuhi lapangan pekerjaan.

Tentu saja akan memakan waktu sangat lama dan sangat tidak efektif jika kita masyarakat hanya menunggu pemerintah yang bergerak. Oleh karena itu peran aktif masyarakat dalam membantu para penyandang disabilitas ini sangatlah penting. Bicara masalah peran masyarakat, baru-baru ini ada kasus dimana seorang penyandang disabilitas akhirnya mendapatkan pekerjaan karena bantuan di media sosial. Syukurlah kalau orang Indonesia memiliki kualitas seperti ini.

Belum banyak lapangan pekerjaan yang dibuka khusus buat para penyandang disabilitas. Mereka harus pintar-pintar melihat peluang

Harus pintar-pintar lihat peluang via www.canhr.org

Dengan jumlah penyandang disabilitas  yang cukup banyak, sepertinya pemerintah serta lembaga swadaya di Indonesia belum mampu untuk membantu kesejahteraan mereka. Terbukti dengan masih sedikitnya lapangan pekerjaan yang bisa dimasuki oleh para penyandang disabilitas ini. Lembaga pelatihan khusus penyandang disabilitas ini memang ada, namun jumlahnya juga belum cukup untuk memfasilitasi semua. Mereka pun harus berusaha dan berjuang sendiri guna mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai cara. Mulai dari membuka usaha, menawarkan jasa hingga yang baru-baru ini terjadi, memanfaatkan media sosial.

Arka Putra, seorang penyandang disabilitas  ini mengunggah sebuah kiriman Facebook berisi permintaan untuk dicarikan pekerjaan

Kiriman ini diunggah dalam grup pencari kerja via www.jogja.tribunnews.com

Advertisement

Baru-baru ini, sempat ada berita viral yang berasal dari penyandang disabilitas . Sebuah akun Facebook bernama Arka Putra tampak mengirim sebuah unggahan pada  grup Facebook tertutup dengan nama Lowongan Kerja Surabaya Update (New) . Kiriman tersebut berisi permintaannya agar dicarikan pekerjaan oleh warganet. Seperti yang bisa dilihat, Arka Putra ini memiliki kekurangan pada kedua tangannya. Kiriman tersebut pun tidak hanya ramai dibagikan oleh warganet, namun juga mendapat pujian karena inisiatifnya dalam memanfaatkan sosial media. Isi dari status Arka Putra tersebut adalah sebagai berikut:

“Kawan mohon bantuan info lowongan kerja nya dong buat aq, Aq 25 thun, Ijasah smp  Pengalaman kerja jaga toko, conter, stand ukm di giant maspion margorejo surabaya, staff adminitrasi, dan sedikit punya pengalaman menjahit. Tapi seperti di foto saya penyandang cacat difabel/cacat fisik.Tapi saya bisa aktivitas biasa tanpa alat bantu.”

Tak selang beberapa lama, Arka Putra mendapat tawaran pekerjaan berkat bantuan dari seorang warganet

Udah mendapatkan pekerjaan di kios laundry via regional.kompas.com

Karena banyaknya akun Facebook yang membagikan serta berkomentar di status tersebut, berita akan Arka Putra yang tengah mencari pekerjaan ini menjadi viral. Tidak berapa lama setelah kiriman tersebut diunggah, penyandang disabilitas  ini pun mendapat pekerjaan dari seorang warganet. Dia ditawari untuk bekerja pada sebuah kios laundry di kota Surabaya. Pekerjaan di kios laundry yang mengharuskannya untuk menyetrika serta melipat baju tentu saja tidak menjadi halangan baginya. Sebab, ia sudah terbiasa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Pemilik laundry tersebut mengatakan bahwa hasil pekerjaan Arka Putra memang kurang rapi karena masalah jam terbang saja. Perlu diketahui bahwa ini kali pertama penyandang disabilitas  ini bekerja di bidang laundry.

Dengan adanya berita ini, bukti bahwa nggak semua warganet itu hanya bisa nyinyirin orang. Masih ada beberapa di antara mereka yang punya kepedulian

Masih ada warganet yang peduli via www.pinterest.com

Dilansir dari Kompas, Arka Putra ini menolak untuk diberikan perlakuan yang istimewa. Ia tidak mau orang-orang hanya memandangnya sebagai pria cacat yang tidak bisa apa-apa. Dari berita tentang Arka Putra ini, kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa tidak semua warganet itu nyinyir dan hanya bisa mencaci maki orang. Masih ada beberapa dari mereka yang peduli akan sesama. Termasuk seseorang yang membantu Arka Putra dalam mendapatkan pekerjannya ini. Agaknya stereotip tentang warganet yang selalu bar-bar dalam berkomentar bisa sedikit berkurang dengan adanya aksi kepedulian semacam ini.

Kalau banyak penyandang disabilitas yang nggak malu seperti Arka Putra ini, mungkin pemerintah bisa sedikit terbantu dalam programnya menyejahterakan kaum difabel. Selain itu, orang-orang di dunia maya juga bisa menjadi lebih adem dan nggak hanya nyebarin berita HOAX serta komentar negatif yang menyudutkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya