Baru-baru ini masyarakat Indonesia, terutama warga DKI Jakarta dihebohkan oleh hasil pencarian google terkait pencarian “sungai bersih karena Foke”. Hal ini bermula ketika salah satu calon gubernur (cagub) DKI Jakarta – Anies Baswedan berpendapat bahwa sungai ibukota Indonesia ini bersih berkat program yang dijalankan mantan gubernur Fauzi Bowo (Foke). Padahal, menurut Gubernur DKI Jakarta saat ini yang juga mencalonkan diri sebagai cagub – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan pernyataan bahwa Anies dianggap tak paham data. Dia menyarankan kepada Anies untuk mengecek informasinya melalui google.

Sontak, hal ini pun dibuat ramai oleh pernyataan Ahok karena ketika mengetik “sungai bersih karena Foke” yang keluar adalah Did you mean (Mungkin maksud Anda adalah) “sungai bersih karena Ahok”. Berbagai komentar nyeleneh pun ramai memenuhi laman media sosial (medsos), tak heran jika hal satu ini hangat diperbincangkan. Lalu, siapa sebenarnya yang berperan menjadikan sungai di DKI Jakarta bersih? Baik Anies dan Ahok pun punya alasannya masing-masing. Silahkan simak informasi berikut ya.

Kata Anies Baswedan, sungai di DKI Jakarta sekarang bersih berkat program Fauzi Bowo pada 2009. Program itu bernama JEDI yang diusung oleh Foke

berkat foke katanya via poskotanews.com

“Proyek JEDI diinisiasi oleh Fauzi Bowo pada tahun 2008 melalui negosiasi pinjaman dengan Bank Dunia. Pelaksanaan proyek tidak bisa dilaksanakan karena terganjal dua Peraturan Pemerintah tentang pinjaman. Proyek baru bisa dimulai pada bulan Maret 2012 setelah pemerintah pusat menerbitkan dua Peraturan Pemerintah Baru terkait pinjaman Bank Dunia,” kata Anies,

seperti dikutip dari detik.com

Sebagai cagub dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, sudah sepantasnya para calon ini mulai menunjukkan kredibilitas, pengetahuan, maupun rencana mereka untuk membangun ibukota Indonesia ke depannya. Seperti yang dilakukan oleh salah satu cagub, yakni Anies Baswedan yang belum lama ini melontarka penilaiannya tentang kondisi sungai DKI Jakarta. Menurutnya, kini sungai Jakarta bersih berkat program yang diusung oleh mantan gubernur Foke pada 2009.

Advertisement

Program yang dimaksud Anies adalah Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang digagas oleh Foke meski gagal dilaksanakan pada saat itu karena terhambat oleh dua Peraturan Pemerintah soal pinjaman. Program yang mengharuskan DKI Jakarta meminjam kepada Bank Dunia ini akhirnya baru terealisasi sewaktu gubernur Jokowi memerintah, yakni pada 2013. Jokowi sendiri pun mengakui bahwa proyek JEDI yang diresmikan saat itu merupakan program lama yang berputar-putar.

“Namun setelah negosiasi ulang, Bank Dunia menyatakan bahwa target dapat disesuaikan dan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama pun menerima dan melanjutkan proyek JEDI sampai saat ini,” ujar Anies,

seperti dikutip dari detik.com

Menanggapi pernyataan lawannya, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa Anies Baswedan tak mengerti data. Dirinya pun menyarankan Anies untuk mengecek via google

jadi karena? via tekno.kompas.com

“Sebenarnya Pak Anies kalau mau lebih rajin, kamu cari di Google aja. Orang kirim ke saya, kan iseng gitu ya, ‘Sungai di Jakarta bersih karena Foke’, langsung keluar ditulis, ‘You mean sungai bersih karena Ahok’. Itu Google gitu lho, ha-ha-ha,” ungkap Ahok,

seperti dikutip dari kompas.com

Setelah mengetahui pernyataan lawannya dalam merebut kursi cagub DKI Jakarta, Ahok pun menanggapinya dengan tertawa karena menganggap Anies Baswedan dan tim suksesnya tak mengerti data. Awalnya, Ahok sendiri tidak percaya dengan informasi yang disampaikan teman-temannya terkait sungai bersih di DKI Jakarta itu yang jika dicari via google dengan kata kunci “sungai bersih karena Foke” akan memunculkan saran dari google berupa: Did you mean (Mungkin yang Anda maksud) “sungai bersih karena Ahok”. Ahok mengaku bahwa dia maupun tim suksesnya sama sekali tidak membayar google untuk hal itu. Dirinya juga bilang tidak memasang iklan karena tak punya uang jika memang ingin melakukannya.

Tak lama setelah pernyataan Ahok itu menyebar, dengan cepat muncul lah berbagai komentar netizen. Nggak heran hadir pula hasil pencarian selain “sungai bersih karena foke”

waahh ;)) via www.brilio.net

Di era digital seperti sekarang, apapun yang ditanggapi maupun peristiwa terkini dapat dengan mudah menyebar ke berbagai tempat. Oleh karena itu, tak heran jika pernyataan Anies Baswedan yang ditanggapi santai oleh Ahok dengan cepat diterima masyarakat. Netizen pun banyak yang mengatakan di medsos kalau menurut google bukan hanya sungai di Jakarta saja yang bersih karena Ahok, namun sungai Nil di mesir bahkan gigi bersih pun berkat Ahok.

serba ahok ;))) via www.brilio.net

Lepas dari “perilaku” google yang aneh itu, Anies Baswedan menukaskan bahwa sudah seharusnya setiap gubernur meneruskan program-program gubernur terdahulu yang baik. Bahkan, program yang belum berjalan maupun membenahi proyek yang tidak lancar dikerjakan perlu dilakukan dengan pembaharuan yang terbaik. Well, hiburan sejenak untuk mengisi keseriusan masyarakat dalam menyambut pilkada 2016, bukan? 😉

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!