Bagi sebagian orang, mendapatkan biaya gratis atau beasiswa adalah hal yang sangat diidam-idamkan. Jelas, karena meraih beasiswa juga bukanlah perkara mudah. Banyak syarat akademik yang harus dipenuhi. Belum lagi yang berharap dan bersaing mendapatkan beasiswa nggak hanya 1 atau 2 orang, melainkan ratusan atau ribuan. Nah, baru-baru ini sebuah beasiswa yang ditujukan untuk mereka yang hendak menempuh bangku kuliah di UNPAD (Universitas Padjadjaran Bandung) menuai kontroversi dan tanggapan ribut dari publik.

Ternyata, gara-garanya ada di bagian persyaratan yang tercantum di surat beasiswa tersebut. Surat bernomor 1820/UN6.BAA/BW/2016 ini memuat rincian beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Universitas Padjadjaran. Ditandatangani oleh Kepala Biro Administrasi Akademik Unpad, Sudarma MM, terdapat empat syarat khusus calon penerima beasiswa yang ditujukan bagi 45 mahasiswa S1, tujuh mahasiswa S2, dan empat mahasiswa S3 itu:

1. Mahasiswa mempunyai KTP dan kartu keluarga Jabar.

2. IPK untuk program S-1 minimal 3,00 dan bagi program S-2/S-3 minimal 3,25.

3. Prioritas mahasiswa berprestasi di bidang hafalan Al Quran minimal 5 juz, olahraga, seni budaya, sains, teknologi, dan komunikasi dibuktikan dengan sertifikat dari pihak berwenang.

Advertisement

4. Surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit

Nah, sorotan muncul ke poin syarat ketiga, di mana calon diminta untuk hafal Al Quran minimal 5 Juz. Ketentuan ini dianggap intoleran.

Hm… via cdn.klimg.com

Serius pak @jokowi beasiswa syaratnya SARA gt? Padahal hasil nampung setoran dr wajib pajak nonmuslim jg lho. #unpad @Inggita

Syarat beasiswa Unpad ini diskriminatif untuk non-Muslim dan penyandang disabilitas. Semoga hoax @Gitaputrid

Beasiswa harus hafal quran via cdn.klimg.com

Beragam komentar pun bermunculan. Hingga pihak Unpad sendiri memberikan penjelasan

Pak Sony… via news.unpad.ac.id

Universitas negeri mengadakan program beasiswa dengan menggunakan dana dari negara tapi memasukkan unsur agama sebagai salah satu persyaratan. Jika ingin memasukkan unsur agama, mengapa salah satu agama saja, alih-alih semua agama resmi di Indonesia? Benar-benar memuakkan. -El Zee, netizen www.dream.co.id

Unpad bukan kampus yang menunjukkan identitas agama, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) atau kampus Kristen, misalnya Universitas Katolik Parahyangan dan Maranatha. Dewi Aprilia, Warga Jabar via regional.kompas.com

Unpad angkat bicara tentang ramainya persyaratan beasiswa Unpad dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai intoleran. Kepala UPT Humas Universitas Padjadjaran (Unpad) Soni A Nulhaqim mengatakan, kampusnya hanya penerima manfaat beasiswa dari Pemprov Jabar. Adapun persyaratannya disesuaikan dengan buku pedoman bantuan Pemprov Jabar.

Kriteria penerima beasiswa sesuai dengan yang tertulis dalam buku pedoman. Unpad sendiri penerima manfaat, Ini harus dimaknai secara administratif untuk mengapresiasi prestasi, Pemprov Jabar hanya salah satu pemberi beasiswa. Di Unpad sendiri ada banyak pemberi beasiswa, dari perusahaan, bank, atau pemda.” -Dr. Soni Akhmad Nulhaqim, S.Sos., MSi, Kepala UPT Humas Universitas Padjadjaran via regional.kompas.com

Sebenarnya, pemberlakuan syarat ini bukan tahun pertama. Tahun lalu, Unpad menerapkan hal yang sama. Dari 115 penerima beasiswa, yang memenuhi kriteria bisa menghafal 5 juz hanya 10 orang. Memang tak mudah syarat ini.

Beasiswa Pemerintah Daerah Jawa Barat ini dianggap kontroversial, Gubernur Jawa Barat akhirnya turut angkat bicara

Jadi begini via cdn.tmpo.co

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengklarifikasi beredarnya informasi yang menilai persyaratan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jabar diskriminatif. Menurut dia, ada salah penafsiran terhadap persyaratan beasiswa di Universitas Padjajaran itu.

”Nah hafal Alquran ini salah satu kategorinya, karena hafal Quran itu prestasi, sama dengan pemilik prestasi di bidang seni, olahraga dan akademis, Jangankan hafal 5 juz, setengah juz saja susah. Itu prestasi kan, prestasi luar biasa, karena hanya orang cerdas yang bisa. Itu bukan syarat, itu hanya kategori prestasi” Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat linkis.com/regional.kompas.com

Menurut Ahmad Heryawan, soal hafalan juz sudah pernah dilakukan di Solo, Jawa tengah namun saat Jabar ingin menerapkannya, malah diributkan.

“Sekarang yang hafal Quran paling enam orang. Enam dari 500, diskriminasi enggak? Kategori beasiswa ini pun telah dilakukan di provinsi lain seperti di UNS. Jabar baru mau kok diributin.” Ahmad Heryawan, Gubernu Jawa Barat linkis.com/regional.kompas.com