Apa yang kamu ragukan dari kasih sayang Bapak dan Ibumu? Meski kadang keputusan Bapak Ibumu itu nggak sejalan dengan keinginanmu, tapi setelah dijalani ternyata apa yang dikatakan Bapak dan Ibumu banyak benarnya juga. Kadang juga kita sering bertanya-tanya, kapan mereka ngobrol serius tentang kita? Kapan mereka punya waktu untuk memikirkan kita? Atau jangan-jangan mereka ngobrol dan membahas semua hal tentang kita saat kita tertidur? Bisa jadi memang begitu.

Banyak hal yang mereka perbincangkan saat kamu tidur. Nggak hanya soal sekolah dan kuliahmu, sering kali mereka membicarakan kelakuan lucumu. Meski nggak selalu tentang hatimu, paling tidak saat kamu tertidur mereka menilaimu dan memperhitungkan setiap langkah yang akan mereka ambil dengan intens. Nggak hanya itu, kadang saat kamu lelap tertidur, mereka biasa mengungkapkan keluh kesah tentang kamu, kesedihan dan semangat yang membara untuk membuatmu senang dan berbangga hati.

1. “Pak, biarpun penghasilan kita tak seberapa, adik tetap harus kuliah. Dan kita harus kerja lebih keras lagi, Pak!”

Jangan takut, orang tuamu tahu apa yang musti mereka berikan ke kamu… via unsplash.com

2. “Nggak kerasa ya Buk, anak kita sudah kepala dua. Semoga kita diberi kesehatan ya Buk, biar bisa lihat anak kita berkeluarga.”

Semoga mereka berdua panjang umur dan sehat selalu… via unsplash.com

3. “Alhamdulillah ya Pak, anak kita sekarang lebih rajin dan mandiri. Padahal dulu bandelnya setengah mati.”

Kado terindah untuk mereka adalah kamu yang dewasa dan mandiri… via unsplash.com

4. Ibu tak tahu harus cari uang ke mana lagi, Pak… dia butuh laptop katanya buat sekolah. Semoga besok ada rejeki buat anak kita

Advertisement

Iya, Nak… sabar ya Bapak dan Ibu pasti belikan… via unsplash.com

5. “Ibu istirahat aja dulu, biar nanti seragam adek bapak yang siapin….”

Ayah pun punya perhatian yang sama besarnya seperti ibu via unsplash.com

Karena di balik sikap ayah yang lebih banyak diam, tegas dan keras, beliau tetap punya perhatian yang tak kalah besar untukmu.

6. “Akhirnya anak kita wisuda ya Bu…. Semoga dia tak lantas tinggi hati, apalagi malu punya orangtua seperti kita yang sederhana ini.”

Bunga dan ucapan selamat dari orang tua kadang bikin kita haru… via unsplash.com

7. “Sudahlah, Bu…. anak kita harus merantau, simpan dulu rasa kangenmu. Boleh kamu nangis seperti itu, tapi jangan di hadapannya ya….”

Barangkali kita kurang punya banyak waktu untuk orang tua via unsplash.com

8. “Beruntung banget kita, Pak. Punya anak nurut dan prihatin seperti dia. Besok kalau kita punya rejeki lebih, ibu mau belikan dia hadiah.”

Kebanggaan orang tua adalah keberhasilan mereka bikin kamu sukses dan bahagia… via unsplash.com

9. “Kasihan lihat dia, Pak. Teman-temannya sudah banyak yang punya motor, sedangkan kita beri dia uang saku sekolah aja cuma sedikit.”

Mereka tahu kok caranya bikin kamu seneng… via unsplash.com

10. “Yang sabar ya, Nak. Bapak Ibumu belum bisa wujudkan semua keinginanmu, semoga kalau umur kami panjang apa yang jadi maumu kita wujudkan.”

Spesial… via unsplash.com

11. “Kita sudah setua ini, Pak. Semoga anak kita secepatnya dapat jodoh, sudah nggak sabar gendong cucu….”

Semoga kalian cepat dapat jodoh ya… via unsplash.com

Mirisnya kita sering menyangsikan keseriusan mereka dalam merawat dan memikirkan kita. Kamu harus paham bahwa kamu pun sering curhat bersama teman tentang orang tuamu tanpa sepengetahuan mereka. Mereka juga begitu, mereka punya cara bijak untuk menentukan langkahmu ke depan, banyak rasa syukur kepada Tuhan tentang kehadiranmu, dan kamu nggak perlu tahu itu. Mereka bangga punya anak seperti kamu, sebandel-bandelnya kamu dan senakal-nakalnya kamu. Kamu harus bersyukur.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya