Wahai kaum adam sejagat raya! Ada rumor yang mengatakan bahwa masa depan rumah tangga tak sekadar butuh mental dan mapannya kondisi finansial. Jangan senang dulu ketika dirimu sudah meraih dua tahapan itu dengan hasil yang maksimal. Coba sadari bahwa masih ada rintangan di depan mata. Rintangan yang sungguhpun sepele dan tak pernah terbayangkan sebelumnya di masa muda yang hingar bingar. Rintangan yang jika terabaikan akan membuatmu dirundung kekecewaan sampai tujuh turun. Apakah rintangan itu? Tentu saja, aneka ragam ketrampilan yang tak dikuasai pria zaman sekarang. Semacam…

1. Memperbaiki genting bocor. Mungkin kamu berani manjat atap rumah. Tapi apakah kamu menguasai teknik untuk menutup lubang yang menganga?

Dialah pria sejati! via janobli.tumblr.com

Maaf, reparasi genting bukanlah trend anak zaman sekarang. Bangun siang, nonton film. Agak sore, mandi. Malam nongkrong. Pulang, main game. Tidur pagi. Ya, demikianlah aktivitas produktif yang dikerjakan kaum hawa. Genting? Terima kasih telah membuat kami terlindungi dari garangnya badai dan sengat panas. Sayang sekali, istrimu bakal murka kalau rumahnya bocor dan kamu tak sanggup memperbaiki. Panggil tukang? Mahal! Selesai.

2. Apa? Bersih-bersih rumah? Jangan harap kamu dapat mencapai standar kebersihan kaum hawa mengingat kebiasaanmu yang berantakan dan serampangan.

setahun sekali! via blog.carionline.com

“Katanya udah disapu? Kok masih kotor?”

“Itu udah bersih tauk!”

“Apanya! Nih masih ada debu di ujung jempol kaki”

“baiklah…”

Advertisement

Jika masih terus demikian sampai ke pelaminan, niscaya kamu akan didepak dari rumah. Istri masa depan adalah wanita karier. Kalau dirimu tak bisa beres-beres rumah, rumah tangga sulit harmonis.

3. Giliran disuruh masak juga cuma Mie Instan dan Telor Ceplok. Padahal makan adalah kebutuhan pokok.

Kemampuanmu cuma segitu via kamar-bujang2.blogspot.co.id

Padahal sudah banyak yang bilang kalau pria seksi zaman sekarang adalah pria yang bisa masak. Tapi nyatanya tak mempan jua. Masih banyak kaum adam yang hobi terima jadi. Jajan di burjo atau goreng telor sendiri. Anakmu besok bakal teriak-teriak kebosanan kalau dirimu hanya bisa masak 2 jenis itu. Sedangkan ibunya sedang sibuk di kantor, sibuk sama bosnya (Jangan mikir yang enggak-enggak). Makanya bisa masak!

4. Kalau di rumah, dicuciin mamah. Merantau cari laundrian yang murah. Selamat! dirimu akan sulit ngucek baju pakai tangan. 

Bisa gak? via 2.bp.blogspot.com

Skill ini memakan waktu dan tak sanggup kau usahakan di tengah kesibukan main game, nonton film, dan nongkrong. Kalaupun sempat, peluang luntur luar biasa besar, belum baju putih yang agak kecoklatan. Tak usahlah dulu berkhayal kamu akan jadi konglomerat di mana baju selalu siap sedia tanpa lecet tanganmu. Iya kalau kesampaian, kalau tidak? Berharap sama istri lagi? Kan sudah dibilang, istrimu besok juga bekerja. Beli mesin cuci? Memangnya cicilan motor sama rumah bisa selesai secepat kilat? Biaya sekolah anak? Uang kondangan? Nah…

5. Perbaiki genting aja susah apalagi buat lemari, meja, kursi secara mandiri? Ingat, furniture makin mahal. 

Nah cuma bisa begitu kan? via www.tumblr.com

Ingat guys, furniture mahal dan sulit juga dicicil macam sepeda motor. Tapi apa yang kau lakukan sekarang? Tuh, cuma foto-foto bergaya seolah-olah kamu yang membuatnya. Penghematan harus dilakukan di semua lini, kalau apa-apa panggil tukang bisa ludes dompetmu. Tukangnya kaya, kamunya sengsara. Gak malu apa sama anak istri?  Padahal cukup siapkan beberapa bilah kayu, paku, dan gergaji. Cari gambar di internet. Contoh deh. Gampang bukan?

6. Belanja kebutuhan rumah! Akuilah, dirimu tak sanggup mencari harga paling murah dengan kualitas barang mewah. 

Ya begini jadinya! via blog.nuraypictures.com

Jangankan dandan kayu, belanja aja selalu salah! Namanya juga cowok. Entah kebanyakan beli atau salah merk. Itulah yang akan kamu temui kalau tidak membiasakan diri membantu ibu ke pasar. Bukankah Ibu Guru SD sudah mengajarkanmu demikian? Membantu ibu adalah perbuatan mulia. Tapi apa yang kamu lakukan? Pacaran? Ya sama! Tahu sendiri kan akibatnya, semakin salah. Jangan harap juga kamu sebagai cowok tahu harga paling murah. Itu keahlian cewek. Namun kamu juga harus menguasainya. Pria sejati adalah makhluk yang dapat diandalkan di segala lini.

7. Terlalu banyak nongkrong membuatmu tak faham seluk-beluk Mesin Motor. Jangan bingung kalau istrimu telpon karena motornya mogok di jalan.

makanya belajar! via www.dhynug.com

Udah gak bisa belanja, motor mogokpun dibiarkan saja.

“Idih kata siapa, motor kan mainannya cowok!”

“ohya? semua cowok?”

“enggak sih”

“Banyakan yang mana?”

“yang enggak bisa sih”

Kamu berharap akan adanya kemajuan transportasi umum? Ya itu bagus, tapi ketrampilan mesin juga dibutuhkan di kala darurat yang tak terduga. Kami harap kamu bisa keluar di peristiwa macam itu dan menjadi pahlawan yang sanggup membuat kering karburator basah.

8. Urusan listrikpun tak kau kuasai. Takut kesetrum. Gimana kalau besok listrik rumahmu konslet? 

Memang, sungguh benar bahwa kata pecundang kerap disematkan pada pria dan memang diasosiasikan ke pria (zaman sekarang). Lihatlah generasi sebelum ini, reparasi lampu putus dan roll kabel rusak adalah hal sepele. Lha pria zaman sekarang? beli lagi! Dipikir murah apa. Coba bayangkan, listrik konslet di malam hari, tiada tukang yang siap sedia, hanya kamu pria dalam rumah. Solusimu cuma nyalakan lilin! Yaelah, Mas. Anak SD juga bisa. Cobalah menjadi pria elegan dengan gagah berani memperbaiki jaringan listrik yang aus , niscaya istri bakal makin cinta.

9. Masih mending konslet listrik. Kalau dompet yang konslet? Nah, ini juga lemahnya cowok : boros! Tak pandai dalam mengatur keuangan.

Kacaunya diriku ini… via www.gaylaxymag.com

Ingatkah pepatah lawas soal harta, tahta, wanita yang menjadi persoalan lelaki. Nah, harta disebutkan di depan. Itulah keganasan kaum adam. Soal belanja memang milik wanita, tapi soal pemborosan itu urusan pria. Alibi yang paling kerap muncul adalah..

“Uangnya gak tahu ke mana, habis gitu aja” 

Anakmu esok tak menerima alasan begitu, Mas. Demikian juga istrimu. Katanya mau hidup sejahtera. Atur keuangan dong!

10. Besok bakal punya anak, makanya hemat. Selain itu juga sekalian belajar gendong bayi. Tak banyak pria paham padahal sangat dibutuhkan.

Nah lo nah lo via www.redaksiana.xyz

“Mam tolongin mam!!!”

“Kenapa sih pap?

“Ini pantatnya merosot”

“Haaaaah?!!!!”

Percakapan demikian bisa menimbulkan kecurigaan. Oleh karena itu, Saudaraku, belajarlah menimang bayi supaya pantat tidak merosot. Bukankah dirimu juga ingin terlihat seksi seperti David Beckham? Nah mulai sekarang coba belajar gendong bayi biar enggak kaku. Main ke rumah teman yang sudah jadi ayah, minta dia ajarkan cara yang baik menimang bayi. Ini latihan sekaligus doa, biar segera dapat momongan. Amin!

11. Tahu jenis binatang dan nama pohon, biar kalau anakmu nanti tanya kamu bisa jawab

Jangan dibawain juga keleus –“ via www.tumblr.com

“Pah, itu binatang apa sih?”

“Oh itu, itu namanya bulus, Nak”

“Oh… bukan Penyu ya, Pah?”

“Nganu…”

Masak pinter anaknya? Dan jangan sampai dia tiba-tiba bawa anak singa ke rumah karena dikira jinak dan memboyong cobra ke kamar karena dikiranya mainannya yang hilang. Peran ayah sungguh besar dalam hal ini. Kalaupun kamu tak tertarik pada hewan, pilihlah Game yang punya unsur hewani.

12. Berani (atau paling enggak tahu caranya) nyingkirin serangga, tikus, dan binatang lain yang muncul di rumah.

Yaaaah -______- via www.tumblr.com

Bukannya tidak boleh takut pada hewan-hewan macam tikus dan kecoak, namun perlulah dirimu sedikit mengerti teknik menguasai mereka dan menggiringnya keluar pagar. Kamulah kepala keluarga, imam agung rumah tangga yang diberi amanah untuk menjaga kedaulatan wilayah hunian. Jangan biarkan mereka masuk begitu saja. Keberhasilan mereka adalah bukti kekalahanmu. Untuk itu, atur wilayah kekuasaan dengan wibawamu.

Memang sepele, namun jika tak menguasai, maka dengan mudahnya kejantananmu akan terlucuti. Nah, lagi-lagi pria salah jika tak memahami ketrampilan macam ini. Duka apa lagi ya Tuhan yang akan kau berikan pada kaum adam? Atau memang ini adalah kodrat yang dibuat manusia. Ah sudahlah.