Kamu: Loh…. kamu suka makan di warung bamboo juga!

atau

Dia: Kamu kenal sama Si Dika? Dia kan satu daerah sama aku. Kita sering ngopi bareng di belakang kantin fakultas kalian.

Kamu: kenal, tapi jarang ngobrol. Paling sesekali nyapa. Hehehe….

Rasanya dunia ini sempit sekali. Sudah sempit begini, tapi kenapa kamu sama dia baru ketemu sekarang. Dulu kalian kemana aja ya? Kenapa nggak pernah ketemu di kantin kampus saat dia main ke fakultasmu? Kenapa juga kalian nggak pernah berpapasan di jalan, di warung langganan, atau disudut-sudut kota yang mungkin pernah kamu atau dia kunjungi? Padahal sebenarnya kalian ngga pernah benar-benar berjauhan.

Dipikir-pikir kisah kamu dan dia layaknya cerita di film atau novel-novel romantis yang pernah kamu tahu. Prosesnya penuh kejutan sekaligus teka-teki. Kadang kamu juga bertanya-tanya, kira-kira kenapa ya kalian baru bertemu sekarang? Padahal dari dulu sebenarnya udah saling berdekatan. Oh, bisa jadi karena alasa-alasan dibawah ini, Tuhan memberi jalan yang memutar untuk kalian bertemu.

1. Dulu kamu dan dia tak hanya sibuk di dunianya masing-masing, tapi juga bersama pasangan sebelumnya

Kamu sibuk dengan dunia di sekitarmu, begitu juga dia via thelala.com

Beberapa tahun sebelumnya, kamu masih sibuk di dalam duniamu sendiri. Kamu masih mengikuti arus di lingkungan sekitarmu. Arus yang pastinya berbeda dengan lingkungannya. Meski kamu mengenal beberapa orang yang sama dengan dia, tapi tetap saja orang-orang itu tak punya andil besar untuk mengubah arusmu.

Advertisement

Saat itu, kamu pun sedang menikmati kebersamaan dengan pasangan sebelumnya. Sampai kamu dan pasanganmu berpisah, perhatianmu masih saja tenggelam pada hubungan yang kandas itu. Begitu juga dia, tak jauh berbeda dengan kamu, sibuk di dunianya serta pasangan sebelumnya.

2. Sewaktu kuliah kamu masih dalam proses pencarian jati diri, begitu juga dengannya dia yang menempa pribadinya untuk lebih matang lagi

prosesmu mencari jati diri via favim.com

Dunia kuliah dan kerja kamu memiliki perbedaan yang sangat jauh. Kuliah di bidang eksata, tapi bekerja di bidang sosial. Perbedaan itu yang seolah membenarkan pencarian jati dirimu yang belum tuntas selama kuliah.

Saat berada di dunia kampus, kamu masih terus mencari hal apa yang benar-benar pas dan nyaman untuk dirimu. Sampai akhirnya, dunia di luar kampus yang justru membuka dan menempa pemikiranmu pada hal-hal baru. Hal-hal yang ternyata sejalan dengan yang ditekuni dia. Sedangkan dia pun memerlukan sedikit waktu untuk menempa pribadinya lebih matang lagi.

Bukankah jodoh itu dua orang yang punya tujuan dan pilihan jalan yang sama.

Seperti kamu dan dia yang akhirnya dipertemukan di satu titik yang sama. Meski jalan yang dilalui memutar dan lebih lama.

3. Nggak hanya selesai dengan urusan diri sendiri, kamu dan dia juga sudah belajar dari kesalahan di hubungan yang lalu

kamu sudah tuntas dengan urusan diri via goodpixcool.com

Sudah tahu seperti apa yang kamu mau dan bisa membuatmu nyaman. Menjadi bukti kamu benar-benar tuntas dengan urusan diri sendiri. Kamu pun siap menerima hal baru dan lebih fokus dengan itu.

Untuk urusan hubungan sendiri, kamu telah banyak belajar dari yang lalu. Setidaknya, sekarang kamu paham bagaimana menjalin hubungan yang lebih baik dengan sikap dewasa. Kamu pun ingat, kesalahan-kesalahan apa yang harus dihindari kini. Demi hubungan yang siap menaiki ke jenjang berikutnya.

4. Proses yang panjang sebelum akhirnya bersama, membuat kamu dan dia lebih punya banyak cerita untuk dibagi berdua

ada banyak cerita yang bisa dibagi, sambil menikmati secangkir teh atau kopi via www.philly.com

Kamu dan dia duduk berhadapan dengan secangkir kopi atau teh di tangan masing-masing. Membincangkan semua hal yang kalian temui dan alami jauh sebelum pertemuan ini. Seperti halnya Jessie dan Celine dalam film Before Sunset, membagi cerita tentang pengalaman dan cara pandang mereka sebelum akhirnya bertemu.

Seolah proses yang memutar dan lebih lama, memang sengaja ada supaya kamu dan dia punya lebih banyak cerita untuk dibagi dan diresapi bersama. Dari cerita-cerita itu juga kalian bisa saling memahami karakter masing-masing, mulai dari perubahan-perubahan yang terjadi hingga karakter asli yang memang tak bisa diubah lagi.

5. Satu kampus, tapi baru bertemu saat bekerja. Tuhan tahu saat yang tepat kalian dipertemukan, di mana kamu dan dia sudah sama-sama mapan

ketika sudah sama-sama mapan

Lucu juga sebenarnya, mengingat kamu dan dia menempuh studi di kampus yang sama, tapi baru bertemu dan kenalnya saat sudah di luar kampus. Di sini, tangan Tuhan benar-benar bekerja. Dia yang benar-benar tahu saat yang tepat kalian dipertemukan. Saat kalian tak hanya matang dengan diri sendiri, tapi juga mapan secara materi.

6. Kemampanan yang sudah kalian punya, pun membuat kalian sama-sama siap menghalalkan hubungan yang ada sekarang

kalian siap membawa hubungan ini ke masa depan via elizabethwellsphoto.com

Pribadi yang matang sudah. Materi yang mapan sudah. Dia yang menggenapi pun sudah ada di depan matamu. Apalagi usia yang kalian punya pun tak lagi menawarkan kata “main-main”. Intinya, kamu dan dia sudah sama-sama siap untuk menghalalkan hubungan yang dipunya.

Syukuri saja pertemuan kamu dan dia sekarang ini. Sebab belum tentu sama ceritanya ketika kalian bertemu dalam kondisi yang sama-sama belum siap. Meski kamu pikir kamu selalu siap, tapi kan Tuhan lebih tahu kadar kesiapanmu yang sesungguhnya. 🙂

Kamu juga bisa curhatin langsung keluh kesah kamu ke Dwitasari.