Hubungan adalah interaksi antara dua orang yang berkomitmen satu sama lain. Di dalam perjalanannya, yang namanya hubungan akan selalu diwarnai dengan pasang-surut yang wajar, mengingat kedua belah pihak memiliki keinginan dan kebutuhan masing-masing. Dua orang yang berkomitmen boleh jadi terlihat adem dan baik-baik saja. Orang lain tidak akan menyangka bahwa di balik kehangatan yang ditampilkan, pasangan mungkin sedang memasuki momen-momen rentan.

Ketika hubunganmu tidak lagi seperti yang dulu, tentu ada perasaan tidak mengenakkan yang berujung pada curiga pada pasangan. Dia yang dulunya dekat dan penuh perhatian kini terasa semakin berjarak. Lalu kamu mungkin bertanya-tanya dalam hati, apakah status hubungan ini sedang di ujung tanduk?

Kadang, dia memang sedang butuh waktu untuk lepas sejenak dari kamu.

Jenuh itu manusiawi. Kamu tidak perlu takut, karena jika seperti itu, nanti juga dia akan kembali seperti semula. Namun patut diwaspadai jika dia memang benar-benar berniat ingin meninggalkanmu. Mungkin dengan mengenali tanda-tandanya, kamu bisa tahu saat ini kamu harus bersikap apa.

Pasangan yang sedang bosan butuh sejenak menikmati suasana berbeda, tapi dia yang sudah jenuh pasti sengaja mencari-cari alasan untuk bisa menjauh.

tidak perlu selalu bersama via www.desiringgod.org

Advertisement

Mungkin sudah tiba waktunya dia merindukan saat-saat dia bebas ke mana-mana dan melakukan apa-apa sendiri. Keberadaanmu bukanlah tidak diinginkan. Hanya saja, dia mungkin hanya ingin merasakan hal lain dengan berpergian tanpamu.

Namun dia akan tetap memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Setidaknya dia akan bertanya kamu di mana dan menghabiskan waktu bersama siapa. Itu akan membuatnya tenang, sehingga ketika kamu tidak bersamanya, dia tidak kepikiran yang macam-macam.

Sebaliknya, pasangan yang sudah benar-benar tidak lagi peduli kepadamu bahkan tidak akan repot-repot mengecek kondisimu ketika dia berada di tempat yang berbeda. Hidup tanpamu baginya sudah jadi pilihan yang ingin dia perjelas dengan pergi menjauh. Apakah kamu peka?

Meski ingin sejenak bebas, dia pasti rindu untuk kembali. Sementara pasangan yang sengaja menjauh merasa tak ada yang perlu dikompromikan lagi.

meski berat, dia butuh waktu sendiri via www.zbynekmlcoch.cz

Demi menghindari konflik, tak jarang pasanganmu cuma nurut dan ‘iya-iya’ aja. Padahal sebenarnya dia mengingkan hal lain, cuma takut menyakiti atau membuatmu marah. Kalian harus peka. Hubungan yang dewasa adalah hubungan yang jujur tentang keinginan yang muncul dari dalam hati. Jika ia ingin sendiri dulu, dia akan mengatakannya kepadamu.

Ketimbang curiga dan memojokkannya, berikanlah ia waktu untuk menikmati kebebasannya. Bukan berarti kamu jadi cuek dan membiarkannya begitu saja. Katakanlah bahwa kamu percaya kepadanya dan ingin dia juga bersenang-senang walau tidak di tempat yang sama denganmu.

Kepercayaan seperti ini akan membuatnya lega dan justru memperpendek kejenuhannya karena toh dia pasti rindu dan kembali lagi kepadamu. Namun jika rasa percaya untuk meminta hal pengertian saja sudah tidak ada, sepertinya hubungan kalian perlu didefinisikan ulang.

Marahnya ada karena alasan yang tepat, bukan terkesan dibuat-buat untuk mendapatkan kemenangan sepihak.

adu argumen via blog.noonswoonapp.com

Komunikasi yang memburuk adalah fase yang dilewati pasangan-pasangan yang sedang bosan. Karenanya, sering sekali terjadi salah paham yang berujung pada cekcok panjang. Bisa jadi pertengkaran ini sarat dengan perang dingin, atau malah adu mulut yang memanas.

Kamu dan dia memang punya alasan masing-masing untuk marah. Namun dia yang masih menyayangimu akan menahan diri untuk melukaimu terlalu dalam. Kalau dia marah, itu artinya memang ada hal yang mengusiknya. Hal yang dia ingin kamu tahu karena bisa jadi menurutnya itu penting sekali.

Berbeda dengan dia yang sudah berencana memutuskanmu. Pertengkaran kecil pun akan dibuatnya besar, karena pada akhirnya dia punya alasan valid untuk tidak lagi bisa bersamamu.

Dia yang ingin meninggalkanmu bersiap-siap mencari pengganti yang baru. Tapi dia yang mencintaimu hanya sebatas ingin punya dunia baru.

dunia yang selain kamu via id.pinterest.com

Dunia baru itu bukan untuk menggantikanmu.

Wajar, karena setiap orang tidak bisa hanya punya dunia yang isinya sebatas hal-hal lama. Kita butuh dinamika. Segala hal yang membuat kita berpacu lebih cepat dan lebih baik lagi ke depannya. Pertanyaannya, apakah dunia yang kamu tawarkan bisa mengimbanginya?

Hobi baru, teman baru, kegiatan baru, bahkan tempat baru yang belum terjamah olehmu. Semua itu mulai mengisi hari-harinya. Ia mungkin menikmatinya, tapi tak ada sedikitpun keinginan untuk menjadikannya alasan untuk meninggalkanmu.

Kamu mungkin akan cemburu, tapi jika kamu bisa sedikit saja memahami bahwa perjalanan menuju kebersamaan memang tidak selalu harus bersisian setiap waktu.

Dan kamu pun, cobalah untuk memperlebar duniamu juga. Di satu titik kalian akan bersatu lagi dan berbincang dengan topik yang tidak hanya itu-itu saja.

Percayalah, jenuhnya itu hanya sementara. Sendirinya, dia akan kembali seperti sedia kala.

dia akan kembali kepadamu via www.datingtorelationshipadvice.com

Kesalahan yang sering terjadi ketika menghadapi pasangan yang sedang dingin adalah kamu jadi lepas kendali dan bertingkah menyebalkan. Itu tidak akan membuatnya mendekat kembali, percayalah. Hanya sabar dan percaya yang ia butuhkan darimu, tak lebih dari itu.

Kelaknya jika ia sudah selesai dengan segala kontemplasi di waktu-waktu jenuh, dia sadar tujuannya cuma satu: kamu. Kepercayaan dan dukunganmu padanya di waktu-waktu rapuh akan semakin membuatnya semakin yakin bahwa kamu adalah orang yang paling tepat berada di sisinya. Di manapun kamu berada, dia akan mencarimu, meminta maaf, dan berjanji untuk jadi versi dirinya yang lebih baik lagi.

Karena dia yang sungguh-sungguh mencintaimu tidak butuh waktu lama untuk berjarak.