Semakin dewasa hubungan, jalan yang kalian lalui pun bukan hanya soal senang-senang. Tapi, jalanan terjal di depan justru menuntun kalian agar bisa sama-sama berkembang dan mengerti peran masing-masing. Mengingat nantinya tak cukup bermodal cinta untuk ke masa depan, tapi juga cita-cita yang kalian miliki. Kamu atau dia memiliki mimpi sendiri-sendiri, dan paling tidak hubungan ini punya andil dalam mewujudkan satu sama lain.

Dia mencintaimu dengan tulus, karena adanya keinginan saling melengkapi visi yang kalian punya. Bukan hanya ingin mendekap erat tubuh, atau merasakan kehangatan darimu saja.

Sebab dia yang tulus memang sangat berbeda jauh dengan dia yang sekadar menginginkan tubuhmu. Membuatmu perlu tahu perbedaan-perbedaan yang mendasar itu. Bukannya kamu tak ingin jatuh pada orang yang salah?

1. Alih-alih merangkul tubuhmu di setiap pertemuan, dia lebih suka menatap dalam-dalam dan mencermati setiap ucapan

Dia lebih suka menatap dan mendengar ucapanmu via elizabethwellsphoto.com

Seperti halnya pasangan lain, pertemuan itu suatu keharusan demi kelancaran hubungan kalian. Tak hanya setiap akhir pekan, tapi setiap kali ada kesempatan kamu dan dia memanfaatkannya dengan baik. Tapi pertemuan kalian tak bisa disamakan dengan pasangan-pasangan lainnya. Kamu atau khususnya dia tak pernah memanfaat momen pertemuan untuk sekadar merangkul tubuh pasangan.

Advertisement

Sekadar menggenggam tangan atau pundakmu memang tetap ada sesekali. Hanya saja waktunya tetap lebih banyak sebagai pendengar yang baik sambil menatap matamu dalam-dalam. Ada saatnya juga dia menimpali ucapanmu dengan hal-hal yang tak kalah menarik. Membuat obrolan kalian selalu hidup dan tak pernah membosankan pastinya.

Jangan salah, dia pun tak pernah berkeberatan jika kamu ajak membicarakan mimpi soal masa depan kalian. Soal hubungan kalian beberapa tahun ke depannya. Soal kira-kira apa saja yang bisa kalian capai di rentang waktu 1 atau 2 tahun ini. Pertemuan kalian memang murni bagian dari komunikasi. Buatnya tak masalah jika sepanjang waktu itu tak menciummu atau memeluk erat tubuhmu.

2. Kamu paham elusan di kepala atau pipimu ini tanda sayangnya, bukan isyarat ingin bermesraan lebih jauh lagi

tanda sayang via dylandsara.com

Dia tahu belaian di kepala bagimu salah satu hal istimewa yang membahagiakan hati. Kadang dia pun tak hanya membelai kepalamu, tapi juga mengelus lembut pipimu, atau menggenggam gemas kepalamu dengan kedua tangannya. Kamu sendiri pun yakin jika sentuhan-sentuhan yang dia lakukan murni tanda sayangnya yang berlebih. Saat-saat tangannya merangkul pundakmu, kamu seperti mendengar isi kepalanya yang mengatakan dia mengkhawatirkanmu dan tak ingin kehilanganmu.

Meski dia menyentuhmu, herannya kamu sendiri tak merasa takut dirinya berbuat macam-macam. Dia seperti paham dan menghargai batasan-batasan yang kamu tetapkan dalam urusan kontak fisik. Dia juga tak pernah memintamu melakukan hal-hal yang lebih dari kewajaran.

3. Keputusanmu menjalani hubungan dengan wajar. Sehat tanpa perlu kontak fisik berlebih pun diterimanya dengan sabar

Nggak menuntut kontak fisik berlebihan via meghillphoto.com

Dia tahu kamu tak suka dipeluk terlalu erat. Kamu pun pernah bilang untuk tak menciumnya terlebih dahulu. Bukan kamu merasa risih dengan sosoknya, tapi karena memang murni belum saatnya. Dan dia paham dengan alasan yang kamu berikan. Alih-alih berubah sikap dengan pemikiranmu soal hubungan yang wajar dan sehat tanpa kontak fisik berlebih, dia justru menerima keputusanmu dengan sabar.

Dia pun pernah mengatakan, kunci kenyamanan hubungan ini tak melulu soal kontak fisik. Tapi memang terletak pada kesetaraan keputusan. Tak ada pihak yang lebih dominan dalam hubungan kalian berdua.

4. Bukan merayu atau mengajakmu ke tempat sepi, dia lebih suka bersamamu melakukan kegiatan positif untuk menikmati hari

dia mengajakmu hunting foto via dylandsara.com

Rindu kapan saja bisa hadir di setiap pasangan, tak peduli satu kota atau sering bertemu juga. Nggak heran kalau kamu atau dia sering kali mengajak bertemu di waktu-waktu yang tak terduga. Tapi ajakan bertemu ini pun bukan sekadar momen yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang diluar kewajaran.

Dia sendiri lebih suka mengajakmu melakukan kegiatan-kegiatan positif yang menyenangkan. Entah berbelanja barang-barang favorit kalian, entah sekadar nonton dan makan saja, atau pergi hunting foto ke tempat-tempat yang belum pernah kalian kunjungi. Intinya dia sadar diri, harus mengajakmu ke mana untuk menikmati kebersamaan yang lebih mendekatkan pada pribadi masing-masing.

5. Dia sendiri tahu, kalau hubungan kalian bisa sukses bukan dari sentuhan fisik semata, tapi juga perasaan serta kedewasaan

sukses bukan dari sentuhan fisik semata via dylandsara.com

Buatnya pengertian serta penerimaanmu dengan dirinya sudah cukup meyakinkan untuk mepertahankanmu. Belum lagi, caramu mengajaknya menjalani hubungan yang tak melulu bergandeng atau berangkulan. Tapi yang penting terus beriringan, tak ada yang di belakang atau terlalu di depan. Atau caramu mengajaknya berbincang, yang membuat kalian bisa sama-sama bertukar pikiran dan keinginan.

Dia mempertahankanmu karena memang perasaannya ke dirimu kuat sekali. Dia juga merasa beruntung memiliki kamu yang sama-sama mau belajar untuk lebih dewasa lagi. Urusan kontak fisik berlebih, hanya jadi pelengkap yang dibutuhkan ketika waktunya sudah tepat.

Untuk merayakan cinta dengan hubungan fisik, cuma boleh dilakukan mereka yang sudah sah secara agama dan negara. Kamu harus mempertahankannya, sampai hari itu tiba.