Hubungan pasang dan surut, itu sudah biasa. Bila hubungan sudah berjalan lama, kemudian kamu merasa ada yang salah dari ini semua, pertanyaan terberat yang harus kamu hadapi tentunya adalah apakah kamu harus bertahan atau melepaskan.

Perpisahan tidak pernah menjadi hal yang sederhana. Meski hanya ditandai oleh sebuah kata, tapi sakitnya bisa menjadi trauma baik untukmu atau untuknya. Bisa juga, nanti kamu justru akan menyesal saat menyadari bahwa kamu salah mengambil keputusan. Nah, saat hatimu sedang surut, dan keraguan itu tiba-tiba menyusup, jangan dulu mengucap kata-kata putus. Setidaknya, coba tanyakan dulu beberapa hal ini pada hatimu, sebelum mengambil langkah untuk hubunganmu.

1. Bila kamu sangat ingin berpisah, tanyakan apa alasanmu untuk berpisah?

pikirkan alasan untuk berpisah via iamtheonewhowrites.wordpress.com

Pertanyaan yang paling penting adalah alasan kenapa kamu ingin berpisah. Saat kamu ingin putus dengan pacarmu, pastikan kamu punya alasan yang jelas dan masuk akal. Apakah dia memang orang yang tidak layak untuk dijadikan pasangan dan sering melakukan perbuatan buruk, misalnya, selingkuh atau melakukan kekerasan? Apakah hubunganmu dengannya lebih banyak didominasi oleh momen sedih daripada momen senang? Apakah kamu memang sudah tidak melihat kemungkinan bahwa hubunganmu dengannya bisa diteruskan? Bila kamu benar-benar ingin berpisah, apa alasannya?

2. Bila masih ada sedikit keinginan untuk bertahan, tanyakan juga: Kenapa kamu ingin bertahan?

Apa alasanmu untuk bertahan? via favim.com

Advertisement

Bila yang terjadi justru kamu ingin bertahan, tanyakan hal yang sama pada hatimu. Apa yang membuatmu ingin bertahan? Apakah kamu merasa bahwa dia orang yang layak untuk dipertahankan, meski selama ini hubungan kalian sering mengalami persimpangan? Ataukah, kamu ingin bertahan hanya karena kamu takut akan kesepian? Bila jawabanmu yang terakhir, perpisahan justru menjadi pilihan yang bagus. Karena hubunganmu dengannya mungkin sudah selesai sejak lama. Kalian bukan bersama karena memiliki tujuan yang sama, tapi hanya karena tidak ingin sendirian.

3. Apakah dia membuatmu bahagia?

Apa dia membuatmu bahagia? via www.planerka.net

Pertanyaan yang tidak kalah penting dengan alasan kamu ingin berpisah, adalah apakah selama bersamanya, kamu merasa bahagia? Sebuah hubungan memang tidak mungkin berjalan mulus selamanya. Pertengkaran-pertengkaran kecil sudah pasti ada, dan tak jarang membuat kamu dan dia terluka.

Tapi sebuah hubungan yang sehat, dengan segala halangan dan masalah-masalahnya, tetap akan membuat kamu dan dia bahagia. Karena dari sanalah kalian belajar untuk berkembang. Tapi bila selama ini hidupmu dengannya lebih sering mendung daripada gembira, mungkin dia memang bukan orang yang tepat. Karena setiap hubungan, kita pasti menginginkan kebahagiaan bukan?

4. Apakah hubunganmu dengannya membuatmu berubah menjadi sosok yang lebih baik?

apakah dirinya membuatmu berkembang? via favim.com

Setiap orang yang masuk dalam hidup kita pasti memiliki sebuah nilai yang berbeda-beda. Bisa juga, membawa pengaruh yang berbeda-beda. Apakah dia bisa membuatmu menjadi orang yang lebih baik? Apakah dia berhasil membuatmu mengeluarkan potensi terbaikmu, dan mampu memaksamu untuk berubah ke arah yang lebih baik? Jika jawabannya adalah ya, sudah pasti dia adalah orang yang tepat. Perpisahan hanya akan membuatmu menyesal. Tapi bila dia tidak membawa pengaruh apa-apa, membuat hidupmu terasa stagnan, atau malah membuatmu menjadi sosok yang lebih buruk, lepaskan saja. Kamu mungkin akan lebih baik tanpa dirinya.

5. Apakah kamu benar-benar mencintainya, ataukah kamu berharap suatu saat nanti dirinya akan berubah menjadi sosok yang kamu mau?

Siapa yang kamu cintai selama ini? via rebloggy.com

Manusia adalah makhluk yang sangat keras kepala. Mengubahnya tidak pernah semudah mengubah channel televisi. Saat rasa ragumu datang, mengecek perasaanmu sendiri adalah hal yang penting. Apakah kamu benar-benar mencintai dia, dengan segala yang ada dalam dirinya? Ataukah kamu berharap suatu hari nanti dia akan berubah menjadi sosok yang kamu mau? Bila jawabanmu yang kedua, wajar bila kamu selalu merasakan kecewa. Kamu ingin dirinya menjadi begini dan begitu, sesuai dengan sosok ideal dalam pikiranmu. Tapi kamu lupa bahwa dia bukan boneka. Barangkali yang kamu cintai bukan dirinya, tapi sosok yang kamu inginkan ada padanya.

6. Apakah kamu dan dia sudah benar-benar mengusahakan segalanya untuk hubungan ini?

Apa kamu dan dia sama-sama berusaha? via jyoti7208.wordpress.com

Rasa ragu itu bisa muncul karena kamu merasa ada yang salah dengan hubunganmu dengan dia. Ada hal-hal yang seharusnya begini tapi ternyata begitu dan seterusnya. Lalu kamu akan menyalahkan pasanganmu karena dia begini dan begitu. Bila ini terjadi, tanyakan dulu, apakah kamu dan dia benar-benar sudah melakukan yang terbaik untuk hubungan kalian? Jangan-jangan, baik kamu ataupun dia, tidak sepenuh hari menjalani hubungan ini. Bila ini terjadi, sudah jelas kalian tidak sejalan. Karena sebuah hubungan layaknya perahu di tengah samudera. Kamu dan dia harus kompak dan melaju ke arah yang sama.

7. Apakah kamu dan dia masih memiliki chemistry yang tersisa?

Seberapa besar sisa chemistry kalian? via blog.peopleschoice.com

Sekarang tanyakan pada dirimu sendiri, sejauh apa kamu merasakan kenyamanan saat bersamanya. Apakah dia selalu bisa membuatmu merasa aman? Apakah dirinya selau bisa membuatmu tertawa? Bila jawabannya tidak, barangkali kamu sudah tidak merasakan kenyamanan saat bersamanya. Tawa dan rasa aman adalah hal yang penting dalam menjaga sebuah hubungan. Bila memang dua hal itu tidak lagi kamu dapatkan, mungkin chemistry kalian memang sudah benar-benar hilang.

8. Apakah kamu dan dia masih memiliki mimpi yang sama untuk masa depan?

Apa mimpi kalian masih sama? via www.tumblr.com

Apa yang membuat kalian dulu memutuskan untuk bersama, pastinya bahwa kalian memiliki sedikitnya satu mimpi yang sama tentang masa depan. Seiring berjalannya waktu, tidak jarang mimpi-mimpi itu berubah. Bila kamu ragu apakah harus bertahan atau melepaskan, coba tanyakan lagi, apakah kamu dan dia masih memiliki mimpi yang sama tentang masa depan? Jika ya, mencoba lagi adalah hal yang bijak. Namun bila mimpi kalian sudah benar-benar berbeda, dan tidak bisa bertemu bagaimanapun caranya, melepaskan sekarang adalah pilihan yang masuk akal.

Segala sesuatu memang harus dipertimbangkan dengan benar. Perpisahan tentunya sebuah keputusan besar yang tidak bisa kamu ambil sembarangan. Bila pertanyaan-pertanyaan di atas tidak bisa kamu jawab, mungkin keraguan yang kamu rasa hanya karena kamu sedang jenuh saja. Pasang surut sebuah hubungan adalah hal yang wajar. Tinggal bagaimana kamu dan dia menyikapinya.