Menyadari bahwa ternyata kamu jatuh cinta pada orang yang salah memang menyakitkan. Perpisahan mungkin bukanlah hal yang paling membuatmu sedih. Tapi, kenyataan bahwa dia bukan orang yang tepat untukmu menjadi hal yang paling menyayat hati. Belum lagi sikapnya yang seakan membuatmu merasa bahwa kamu adalah orang yang paling tidak diinginkan olehnya lagi.

Menjadi sebuah kewajaran jika kamu yang mengalami hal ini akhirnya merasa pada titik terendah. Tapi kamu harus ingat kalau hidup bagaikan roda yang berputar, ia tak selamanya berada pada titik terbawah. Jika kamu kayuh pedalnya lebih kuat, maka ia bisa kembali terangkat ke atas. Tak perlu selamanya merutuki pengalaman jatuh pada cinta yang salah, apalagi menganggap dirimu bodoh. Justru dari pengalaman tidak mengenakkan itu, kamu bisa dapat banyak pelajaran yang akan menuntunmu tidak jatuh di lubang yang sama.

Kesadaran bahwa kamu jatuh pada cinta yang salah membuatmu akhirnya belajar untuk menghargai diri sendiri.

mulai hargai diri sendiri dulu ya via ashadeofpen.files.wordpress.com

Saat bersamanya dulu, mungkin kamu lupa bahwa perhatian dan kasih sayang tidak hanya untuknya seorang. Tetapi seharusnya juga untuk dirimu sendiri. Kamu begitu banyak mencurahkan cinta untuk dia, sampai lupa menyisakan cinta untuk dirimu sendiri. Lalu ketika dia pergi dari hidupmu tiba-tiba, kamu terus menyalahkan dirimu sendiri. Beranggapan bahwa penyebab dia pergi adalah kamu yang tidak bisa menjadi seperti yang dia inginkan.

Ketika kamu mulai berpikir seperti itu, maka segera enyahkanlah. Kepergian cinta yang salah dari hidupmu justru adalah hal yang patut kamu syukuri. Jika dia pergi jangan berpikir kamu yang tidak pantas untuknya, melainkan dia adalah orang yang tidak cukup beruntung untuk menghabiskan sisa hidup bersamamu. Menghargai diri sendiri adalah kunci utama kamu bisa segera bangkit dari keterpurukan.

Advertisement

Menghargai diri sendiri bisa dimulai dengan memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk merasakan bahagia.  Jika keberadaannya justru membuatmu lebih banyak merana dibandingkan bahagia, maka tidak ada alasan untuk tidak merelakannya pergi.

Pernah merasakan sakit hati karena cinta yang salah menempamu menjadi pribadi yang mawas diri.

lebih mawas diri dan interopeksi via s5.favim.com

Setiap kali kamu melakukan kesalahan atau kecerobohan, sudah sepatutnya kamu harus terus mawas diri. Memikirkan kembali langkah salah apa yang telah kamu ambil. Hal ini pun bisa menjadi pelajaran untuk melanjutkan hidupmu, agar jangan sampai mengambil keputusan yang salah untuk kedua kalinya.

Keputusan di awal untuk memilih cinta yang ternyata salah memang menyakitkan. Sakit hati itulah yang memberikanmu banyak pelajaran dan hal untuk dievaluasi. Kamu juga mulai meyakinkan pada dirimu sendiri agar jangan sampai mengalami sakit hati yang sama. Introspeksi diri adalah cara terbaik yang kamu lakukan agar sakit hati yang sama tidak lagi datang mendera. Keputusan selanjutnya yang akan kamu ambil juga kamu pikirkan berkali-kali, hingga kamu yakin itu memang keputusan yang terbaik.

Jatuh pada cinta yang salah juga membuatmu lebih peka untuk membedakan, mana pasangan yang serius dan mana yang hanya ingin kembali mempermainkan.

dia yang serius akan terus menggenggam tanganmu di segala kondisi via c1.staticflickr.com

Kamu pernah jatuh pada lubang yang sama saat berjalan. Itu artinya kamu tidak akan lagi mengambil jalan yang sama berlubangnya, seperti yang pernah kamu lewati dulu. Keputusanmu dulu untuk jatuh pada cinta yang salah membuatmu memiliki sudut pandang baru. Seiring dengan bertambahnya sudut pandangmu tersebut, kepekaan pada dirimu juga akan bertambah.

Kamu pun makin bisa membaca maksud dan tujuan mereka yang datang di hidupmu. Kamu makin peka untuk bisa membaca mana dia yang datang dengan maksud yang benar-benar tulus untukmu, dan mana dia yang hanya ingin mempermainkanmu seperti sebelumnya. Sakit hati memang mengajarkanmu banyak hal, salah satunya melatihmu untuk lebih peka melihat ketulusan seseorang yang datang padamu. Dia yang tulus padamu, tidak akan pernah melepaskan genggaman tangannya dalam kondisi apapun.

Kamu juga akan lebih mau mendengarkan nasihat orang lain, yang mungkin sebelumnya hanya numpang lewat saja di telingamu.

nasehat teman ngga cuma numpang lewat lagi via i.huffpost.com

Ada benarnya pepatah yang bilang “pekerjaan paling sia-sia adalah menasehati orang yang sedang jatuh cinta”. Dulu ketika kamu jatuh cinta pada dia, segala nasehat teman-temanmu atau keluargamu tidak kamu hiraukan. Kamu hanya mau mendengar apa yang ingin kamu dengar tentang dia. Kamu menutup telinga jika mendengar komentar buruk tentangnya. Kamu hanya ingin dianggap lebih percaya padanya, dibandingkan orang lain.

Namun sakit hati yang menderamu, kini membuat kamu sadar bahwa keluarga dan teman yang baik adalah dua pihak yang tidak mungkin akan menjerumuskanmu ke lubang penderitaan. Ketika ada nasihat dari mereka yang cenderung kurang menyenangkan, itu artinya mereka sangat khawatir kepadamu. Toh tak pernah ada salahnya mendengarkan nasihat orang lain yang peduli padamu. Jika apa yang mereka katakan salah, maka kamu bisa membuktikan kepada mereka bahwa apa yang mereka pikirkan selama ini salah. Namun jika ternyata nasihat yang mereka berikan ada benarnya, itu artinya kamu harus berterima kasih pada mereka yang masih peduli padamu.

Kamu akhirnya bisa berubah menjadi orang yang mau mendengarkan pendapat orang lain. Bukan lagi pribadi yang keras kepala dan merasa paling benar. Setiap nasihat yang datang toh tak perlu semuanya kamu terapkan. Kamu tetap punya hak untuk memilih nasihat mana yang bisa kamu ikuti.

Kamu jadi mulai belajar untuk merelakan, bahwa dia bukanlah yang terbaik untuk diperjuangkan.

ngga usah ngotot kalau dia ngga layak dipertahankan via s-media-cache-ak0.pinimg.com

Mempertahankan dia yang tak layak diperjuangkan hanya akan membuang waktumu sia-sia. Untuk itulah merelakan adalah langkah yang paling tepat untuk menjaga agar waktumu tidak terbuang sia-sia. Dalam sebuah hubungan, kamu berhak mendapatkan kebahagiaan, rasa aman, nyaman, dan dicintai. Jika hal-hal tersebut tak pernah kamu dapatkan darinya, maka tak ada ruginya untuk merelakan dia pergi. You deserve better.

Kamu tentunya tidak ingin bagian terbaik dalam dirimu kamu bagi dengan orang yang salah. Orang yang tepat untuk menemanimu sampai akhir hidup adalah mereka yang mau berbagi segala hal denganmu tanpa pamrih.

Saat sudah tak bersama dia, mau tidak mau kamu harus belajar untuk kembali hidup mandiri seperti sebelumnya.

you’re single and you’re awesome via data.whicdn.com

Kesendirian bukan lagi alasan untukmu untuk terus terpuruk. Sebaliknya, kesendirianmu membuatmu semakin mandiri. Hal-hal yang dulu tak bisa kamu lakukan sendiri, sekarang mau tidak mau harus kamu lakukan. Setelah dia pergi, hidup harus terus berjalan bukan? Itulah mengapa kamu harus mampu melanjutkan hidupmu seorang diri.

Dengan kemandirianmu, kamu juga punya lebih banyak waktu untuk mengenal dirimu sendiri. Dari sini kamu bisa mulai mengenal hal baru yang juga bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Single bukan berarti kamu adalah orang yang tidak diinginkan, namun menjadi single mengubahmu menjadi orang yang tahu betul apa yang kamu ingin kamu capai dalam hidupmu.

Kemandirian itulah yang akhirnya membawamu kembali fokus pada mimpi-mimpimu yang sempat tertunda.

kembali gapai mimpi via karengately.files.wordpress.com

Saat bersama dia, kamu mungkin terlalu fokus pada mimpi bersama yang ternyata hanya omong kosong. Kamu telah mengorbankan mimpi-mimpimu agar tidak menghalangi rencana yang telah kalian susun. Meski pada akhirnya kamu harus gigit jari, karena yang dia ucapkan hanya tinggal janji. Ketika kamu ditinggalkan oleh cinta yang salah, kamu sadar satu hal bahwa tidak perlu ada mimpi pribadi yang terkubur saat kalian menjalin sebuah hubungan dengan seseorang.

Saat dia pergi, kamu pun punya banyak waktu untuk fokus merangkai mimpi-mimpimu yang sempat terserak. Kamu jadi belajar, dia yang tulus padamu tak akan pernah memintamu untuk mengubur mimpi. Justru dia akan selalu menemani selama kamu berjuang meraih mimpi.

Jatuh pada cinta yang salah memang jadi alasan untuk sakit hati. Tapi tentunya ada lebih banyak alasan untuk kembali bangkit dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.