Pacaran itu serba salah. Kalau masih SMP atau SMA, kita akan sering ditegur orang tua atau keluarga. Kata mereka, “Kenapa kecil-kecil udah pacaran, sih?” Lebih serba salah lagi kalau kamu gak punya pacar saat usia sudah kepala dua. Kata mereka, “Aduh, masa’ udah umur segini belum punya pacar?”

Tapi, tahu nggak apa yang paling salah? Menganggap status single di usia 20-an itu akhir dari duniamu. Justru status ini berharga banget: sebagai cewek, kamu bisa berinvestasi sepenuhnya pada diri sendiri sebelum terikat dengan berbagai tuntutan pernikahan atau profesional. Keadaanmu yang sekarang justru harus kamu manfaatkan untuk bertransisi benar-benar menuju kedewasaan.

Kali ini, Hipwee akan membahas kenapa jadi cewek single di usia 20-an itu sebenarnya hal yang menyenangkan. Setelah baca artikel ini, jangan pernah minder lagi, ya!

1. Dengan status single-mu, kamu bebas dari masalah klasik pacaran!

Nikmati kebebasanmu via www.debutbyjuancarlo.com.ph

Pacaran membutuhkan dedikasi dan kerja keras. Walau kamu sudah mengantuk ketika pacarmu menelepon, telinga harus tetap siaga. Weekend juga sudah selamanya diagendakan untuk si pacar. Apalagi kalau udah cemburu-cemburuan, pasti makan hati. Kalau sekarang kamu sedang single di usia mu yang 20-an, selamat! Nikmatilah waktu bebasmu dari masalah-masalah ini.

Advertisement

Semua hal ini, penting maupun tidak, pasti akan mencuri waktu yang bisa kamu gunakan untuk belajar atau fokus di kantor. Ketika kamu tak perlu memikirkan hal-hal itu, manfaatkanlah waktumu untuk 100% fokus ke studi atau pekerjaanmu!

2. Tak punya orang yang harus diperhatikan “spesial”, kamu bisa membagi waktu dengan sebanyak mungkin teman.

Bebaskanlah dirimu berteman dengan siapa pun via i.huffpost.com

Pacaran menuntut adanya komitmen dan keterikatan yang kuat. Jika kamu mau punya hubungan yang tahan lama, tidak cukup hanya sekali-kali mengajaknya jalan. Kamu harus terus memberi perhatian, dan itu butuh tenaga yang besar. Kadang, ini akan membuatmu secara tidak sadar menghabiskan terlalu banyak waktu dengan pasanganmu. Kamu pun perlahan-lahan menarik diri dari lingkunganmu. Duniamu hanya dihabiskan berdua saja. Kamu yakin itu hal yang paling baik di masa mudamu?

Kalau single, kamu pun bisa bebas berinteraksi dan berteman dengan teman-teman baru. Siapa tahu kenalan barumu ternyata anaknya dosen pembimbing? Jadi bisa main sekalian numpang konsultasi skripsi. Usia 20-an adalah waktu yang penting buat kamu untuk membangun koneksi masa depan. Nah, mumpung masih belum ada yang butuh perhatian 24 jam, bagilah waktumu dengan sebanyak mungkin teman.

3. Kamu bisa bertualang ke manapun, tanpa harus lapor siapapun

Kesasar sendirian di Eropa? Siapa takut, kan bisa tanya bule ganteng! :p via historictravellocations.com

Usia 20-an adalah waktu yang ideal untuk selalu mencoba hal baru dan menantang zona nyamanmu. Ini adalah waktumu untuk bisa menjelajah ke tempat-tempat yang selama ini cuma bisa kamu lihat di TV atau internet. Mumpung masih muda, kuat, sudah bisa mencari uang sendiri, dan gak ada yang melarang, gunakanlah kesempatan ini untuk melihat dunia di luar sana.

Coba kalau kamu lagi ada pacar. ‘Minta izin’-nya aja mungkin bisa berbulan-bulan. Padahal ya bukan dia yang bayar! Belum lagi kalau pacar minta laporan rutin, ongkos bisa habis buat roaming. Jadi manfaatkanlah waktu dimana kamu gak perlu mengkhawatirkan hal-hal itu. Kalau bukan sekarang, kapan lagi coba bisa jalan-jalan tanpa beban?

4. Tak ada yang perlu kamu cemaskan dari pergi keluar sendirian!

Tantang dirimu: seberapa jauh kamu bisa menjelajah sendiri? via blog.jelanieshop.com

Kamu pasti sedih setelah putus karena kehilangan ‘supir pribadi’ yang setia menemanimu kemana-mana. Tapi justru mungkin inilah yang dibutuhkan cewek-cewek di usia 20-an. Kamu bisa jalan sesuka hati tanpa perlu kompromi atau minta ijin. Kamu bisa makan di luar, memesan, dan memesan makanan sebanyak apapun. Kalaupun kamu malas makan di luar sendirian, kamu justru mulai bisa belajar masak di rumah. Hidupmu bisa jadi lebih hemat dan efisien.

Kesendirian tidak melulu negatif, kamu justru bisa mengubahnya menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri secara maksimal menuju kemandirian.

5. Mencintai diri jadi kewajiban yang kamu nikmati

Temukan penerimaan dan penghargaan dari dirimu sendiri

Seringkali kita bergantung kepada orang lain untuk merasa dicintai, terutama dalam hubungan asmara. Kita melupakan bahwa cinta kita terhadap diri sendiri juga sama pentingnya, dan justru lebih sulit untuk diwujudkan.

Tanpa ada pacar yang secara normatif wajib mengekspresikan cintanya ke kamu, kamu juga bisa menemukan hal-hal yang membuatmu merasa berharga. Bisa jadi hal yang kecil saja, seperti bagaimana keluargamu menghargai sarapan yang kamu buat di pagi hari. Kamu pun bisa berkaca pada dirimu sendiri atas pencapaianmu selama ini.

Bila nantinya kamu gagal — dan kamu pasti gagal — cintamu pada dirimu sendiri akan dapat membantumu bangkit dari perasaan terpuruk. Jangan biarkan kehilangan perhatian dari seseorang membuatmu merasa tidak berharga.

6. Siapa sebenarnya dirimu? Tanpa ada orang lain yang menuntut ini-itu, sekarang kamu bisa lebih tahu.

Kenalilah dirimu untuk mengenali orang lain lebih baik via fashion.ekstrax.com

Jika terbiasa pacaran, kamu bisa jadi sulit menemukan identitasmu terpisah dari pacarmu. Orang-orang mulai memperlakukan kalian sebagai satu paket. Kamu juga mulai suka makan di tempat favoritnya, pakai rok karena dia suka cewek feminin, atau sekedar nonton film favoritnya biar ada obrolan.

Sampai suatu saat kamu udah gak yakin lagi: apa motivasi hal-hal yang kamu lakukan sekarang? Apakah kamu melakukannya karena suka, atau hanya demi memuaskan dia?

Makanya, manfaatkan waktumu untuk bertanya kembali pada diri. Sebenarnya makanan, pakaian, musik, atau film apa yang benar-benar kamu suka? Sebenarnya cita-cita apa yang kamu punya? Semua pertanyaan ini akan lebih mudah dijawab ketika kamu tak merasa harus memenuhi ekspektasi seseorang.

7. Kamu akan mengerti bahwa datang ke kondangan sendiri itu asyik juga!

Abis kondangan? Karaoke! via 3.bp.blogspot.com

Seiring pendewasaan, kamu pun mulai kebanjiran undangan karena temanmu satu-persatu berencana menikah. Mungkin awalnya kamu galau karena tak punya gandengan. Tapi kamu pun sadar, datang sendirian ke resepsi atau acara-acara formal lainnya itu bukan dosa, kok. Sebaliknya, acara seperti ini justru bisa kamu jadikan reuni dadakan dengan teman-teman lama.

Setelah selesai pergi resepsi, kalian bisa nongkrong atau karaoke bareng — kegiatan yang mungkin tak akan bisa berjalan kalau ada dari kalian yang membawa pacar. Kedengarannya menyenangkan, ‘kan?

8. Kamu pun akan belajar melihat segala hal dari lebih banyak sisi dan sudut pandang

Pikirkan segala sisi dari semua permasalahan via 38.media.tumblr.com

Jadi pacar seseorang berarti harus selalu bisa saling mendukung satu sama lain dalam kondisi apapun. Dalam situasi ini, seringkali kamu merasa harus membela pasanganmu. Akibatnya? Penilaianmu rentan bias dan subyektivitas.

Dengan status single-mu, hilang sudah salah satu penyebab bias tak sehat. Tidak cuma menuruti pendapat pacar, kamu jadi bisa mendengar kata-kata banyak orang. Kamu pun mampu lebih obyektif dalam membuat keputusan-keputusan penting sepanjang periode krusial di hidupmu ini.

Belajar untuk mandiri dan benar-benar sendiri itu bukan hal yang mengerikan. Pada akhirnya kita akan mengerti, kok: jika bisa berjalan dengan kedua kaki sendiri, sebenarnya tak perlu lagi orang lain untuk menemani.

Jika kamu mendapati dirimu sedang tanpa pacar di usia 20-an, nikmatilah masa-masa itu selagi bisa! Jangan justru menghabiskan waktumu untuk memusingkan mengapa kamu nggak punya pacar. Janji, ya!