Sayang saja rasanya kalau hubungan yang sudah tahunan atau lama terjalin tiba-tiba berakhir. Tentu banyak memori yang melimpah, entah itu momen saat kamu pertama kali jalan berdua setelah jadian, atau saat pertama bertemu dan kenal keluarganya. Walau seringkali kalian temukan jalan terjal, tapi tahukah bahwa kalian juga pernah menaklukan jalan itu bersama? Menyerah bukan berarti harus pisah, masih banyak jalan yang bisa kamu dan dia lalui.

Membuat kamu harus pertimbangkan lagi dengan pikiran dan hati yang tenang soal keinginan untuk putus. Karena melupakan mantan itu berat, sakit dan sudah pasti penuh perjuangan, jadi lebih baik cari cara lain menghadapi masalah ketimbang mengakhiri hubungan. Hindari sebisa mungkin kata-kata ‘putus’ alias nggak boleh latah, dikit-dikit bilang putus. Kenapa penting banget merawat hubungan yang sudah terjalin? Simak 6 hal di bawah ini, bisa juga jadi bahan pertimbanganmu untuk mengakhiri hubungan.

1. Coba diingat lagi, sudah seberapa banyak suka dan duka kalian sudah lewati

Yakin bisa melupakan mantan? via www.pexels.com

Ingatkah kalian masa-masa yang telah berlalu itu? Saat kalian berjuang bersama, lulus SMA bareng, daftar kuliah sampai jadi sarjana pun bersama-sama. Semantara saat pekerjaan menyita waktu kalian berdua, atau LDR yang menguras kesabaran, tiba-tiba kamu berencana mengakhiri hubungan. Ingat baik-baik semua pengalaman kamu dan dia membangun hubungan ini, suka duka yang tak hanya satu momen saja.

2. Apak kamu siap menjalin hubungan yang baru?! Pendekatan dan pengenalan dari awal, yang tentunya menguras tenaga dan waktu

Yakin kalian udah rela melupakan semua kelucuannya… via www.pexels.com

Advertisement

Mengenal sifat dan perilaku pasangan butuh waktu lama, nggak cuma satu atau dua hari pendekatan. Lelahkah? Jelas, tentu kita mengeluarkan banyak tenaga hanya untuk mengalah setelah beradu argumen sengit. Dalam sebuah hubungan itu wajar walau kadang melelahkan banget proses saling kenal tersebut. Dan, apakah kalian mau begitu saja mengakhiri hubungan? Lari dengan orang lain sama halnya mengulang kelelahan yang pernah terjadi.

3. Harusnya kamu sudah terbiasa dengan masalah yang datang. Bukankah hubungan kuat karena menghadapi semua itu dengan berbarengan?

Maslah yang datang harusnya bikin kalian tambah kuat… via www.pexels.com

Kamu dan dia sudah merasa mencari jalan, tapi entah kenapa belum juga ada solusi tepat yang sepaham. Bukannya kalian tak bisa dewasa atau bijak menanganinya. Ada kalanya kamu atau dia lupa, bahwa kadang kalian harus berjalan memutar lagi untuk bisa mencari jalan keluarnya. Mungkin saja ada satu hal yang terlupa untuk disikapi. Mungkin juga ini saatnya kalian butuh bimbingan orang terdekat, kakak atau orangtua misalnya.

Karena masalah seperti halnya labirin, jalan keluar pasti ada, hanya saja menemukannya itu butuh usaha dan sabar yang banyak.

4. Karena berpisah bukan berarti kenangan kalian ikut hilang, justru itu yang biasanya jadi penghalang kamu untuk move on

Kenangan… susah dilupakan… via www.pexels.com

Sepele banget, masing-masing dari kalian pasti paham tuh tempat makan enak yang sering kalian kunjungi buat makan siang, makan malam, atau sekadar nongkrong. Belum lagi kenangan romantis yang suasananya berkesan banget. Lhah pas hujan datang saja kalian pasti inget momen romantis bersama. Kayak gini mau diakhiri?

5. Kalau memang jenuh dan butuh jarak untuk sendiri, kenapa tak break saja dulu, daripada mengakhiri hubungan yang sudah tahunan ini

Break dulu biar bisa segarkan pikiran yang jenuh… via www.pexels.com

Break mungkin bukan pilihan tepat untuk meredam masalah, tapi daripada dipaksakan dan masing-masing jadi egois ya mending istirahat. Waktu-waktu saat break adalah kesempatan kalian untuk refreshing, menyegarkan kembali pikiranmu yang jenuh itu sehingga percik-percik rindu dan kangen kembali timbul.

6. Pikirkan hubunganmu dengan keluarganya, begitupula sebaliknya. Bukankah putus bisa membuat mereka pun ikut kecewa?!

Cari dukungan yang positif biar hubungan terselamatkan… via www.pexels.com

Bertahun-tahun menjalin hubungan tentunya satu sama lain sudah mengenal, bahkan mungkin kalian sudah mengenal keluarga pasanganmu dengan baik dan akrab. Mengakhiri hubungan malah bisa menyakiti kepercayaan orangtua, kalau sudah melibatkan orangtua begini mending apa yang jadi masalah dalam hubungan kalian perlu kalian bagi, curhat ke orangtua nggak apa-apa kok. Pasti ada jalan yang lebih baik daripada mengakhiri hubungan, paling tidak kalian mendapat dukungan positif dari mereka yang berpengalaman.

Kalau katamu kamu sudah tak menyimpan rasa sayang ke pasangan, benarkah demikian? Rasa sayang sepertinya timbul tenggelam, ada kalanya kita rindu, di lain waktu kita juga bosan. Bosan berarti nggak sayang, asal satu sama lain memegang kepercayaan dan saling pengertian akann rasa bosan pasangan, tak perlu lagi mengakhiri hubungan. Kalian cuma butuh ritme yang tepat agar hubungan yang timbul tenggelam itu nggak kandas, apalagi kalau sudah lama terjalin.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya