Yakin kamu udah melupakan mantan? Bisa saja kamu bilangnya udah lupa, tapi ternyata di dalam hati dan pikiran masih terus mengingat dia. Kamu bilang lupa cuma karena nggak ingin dicap gagal move on sama teman-temanmu. Apalagi kalau mantan kamu ternyata udah punya pasangan baru. Move on dari mantan emang bukan hal yang mudah, butuh waktu yang cukup panjang untuk menjalani proses itu. Namun bukan hal yang nggak mungkin juga untuk kamu lalui.

Cuma buat memastikan ke diri sendiri, apakah move on kamu nggak cuma di perkataan aja tapi juga di perbuatan. Kalau usaha kamu melupakan kali ini berhasil, maka selamat datang di hari-hari baru yang lebih indah!

1. Bertemu mantan bukan lagi jadi siksaan. Kamu menyapanya dengan kewajaran

Menyapa dengan wajar via www.yourtango.com

Waktu kamu belum bisa move on dari bayang-bayang hubungan kalian, ketemu mantan itu rasanya kayak ngelihat setan. Bikin kamu mendadak antara tak berdaya, kadang cuma melongo saja seperti orang bodoh, atau milih buat menghindar lebih dulu sebelum benar-benar berpapasan. Padahal sebenarnya mantan sikapnya sudah biasa aja ke kamu.

Saat kamu udah benar-benar move on, perbedaan pada sikap kamu itu bakal kerasa banget. Momen berpapasan sama dia bukan lagi hal yang mendebarkan sekaligus menakutkan. Kamu malah bisa berani menyapanya dengan wajar dan nggak salah tingkah.

2. Kamu tidak lagi menceritakan tentang dia ke teman atau kenalan. Topik tentang dia sudah tuntas dan terganti dengan yang lain

Advertisement

kamu punya banyak hal yang dibagi bersama teman via urbanininfinity.wordpress.com

Tahu nggak sih, waktu kamu belum move on, orang di sekitar kamu sebenarnya bosan harus mendengar cerita yang topiknya tentang dia melulu. Habis ketemu dia langsung cerita teman. Melihat dia dari jauh pun cerita. Apalagi saat keingat dan rindu sama dia, cerita kamu bahkan bisa lebih dramatis dengan uraian air mata. Seolah-olah di hidup kamu itu cuma terisi dia, dia, dan dia. Hal-hal baru yang kamu temui dan kerjakan, yang bisa saja lebih menarik untuk dibahas dengan teman atau keluarga justru kamu lupakan begitu saja.

Sedangkan sekarang, ketika semua rasa untuknya tandas tak tersisa, kamu dengan sendirinya berhenti membicarakan tentang dia. Obrolanmu dengan teman dan keluarga lebih bervariasi, bisa tentang pekerjaan, kegemaran, atau bahkan hal-hal sepele lain yang selama ini hanya jadi angin lalu.

3. Masa lalu tetap jadi kenangan, kalau pun teringat nggak akan buat kamu seketika rindu

buatmu kenangan sudah jauh tertinggal di belakang via theodysseyonline.com

Sebagai manusia normal, kenangan yang ada dalam pikiran sampai kapan pun akan tetap ada di sana. Tertumpuk rapih, yang sewaktu-waktu bisa kamu ambil dan membacanya kembali. Kalau dulu kenangan itu bisa bikin kamu mendadak baper dan rindu, bahkan tak jarang membuat kamu menangis tersedu-sedu. Kini kenangan sudah jadi hal biasa yang nggak akan memberi pengaruh apapun ke dirimu.

Justru saat mengingatnya, kamu akan berpikir kalau ini cukup menggelikan. Kadang kenangan itu juga bisa jadi motivasi untuk terus maju dan maju ke depan.

4. Kamu kembali semangat dan bergairah mengerjakan semua kegiatanmu. Karena hatimu tak lagi risau ini itu

kamu kembali fokus menatap semua kegiatanmu via papasemar.com

Kamu masih ingat, beberapa bulan yang lalu kamu enggan sekali melakukan tugas, pekerjaan, hingga hobi yang kamu sering banggakan. Semangat dan gairahmu seperti pergi bersama dia. Sedang yang tertinggal hanya kemalasan yang semakin menjadi ketika kesedihan terus saja berlarut di kepala.

Dulu memang begitu. Tapi sekarang, dengan atau tanpa dia, kamu sudah bisa menikmati apapun yang dilakukan. Kamu juga sadar jalan kalian untuk menyusuri masa depan ternyata jauh berbeda. Alih-alih menyia-nyiakan waktu yang terus berjalan dengan kemalasan, kamu akhirnya mendesak fokusmu untuk kembali melahirkan semangat dan gairah. Saat kegiatan-kegiatan itu kembali tersulut, dengan sendirinya risau di hatimu pergi menjauh.

5. Kamu mulai membuka diri pada orang baru tanpa tendensi apapun. Kamu menjadi pribadi yang lebih tulus

Bukan lagi karena pelarian via dylandsara.com

Pelarian memang bisa mengalihkan sementara kesedihan yang kamu rasa. Tapi setelah pelarian itu membosankan, kesedihan malah kembali dengan ganasnya. Diibaratkan, kesedihan itu seperti virus atau bakteri yang akhirnya kebal dengan obat-obat pemusnahnya.

Namun, berbeda rasanya saat kamu melakukan sesuatu bukan karena pelarian semata. Sesederhana apapun itu, tetap terasa menyenangkan. Persis ketika kamu bertemu dengan orang yang baru. Niat kamu mengenal seseorang yang baru, karena memang ingin mengenalnya, bukan lagi sebagai alasan untuk melupakan mantan. Setidaknya kenangan juga sudah tak mampu lagi mengganggu hati kamu terbuka untuk orang-orang baru.

6. Cowok yang mendekatimu pun nggak akan kamu banding-bandingkan dengan mantan yang sudah berlalu

Dia unik dengan caranya sendiri

Sebelum-sebelumnya, saat ada cowok yang mendekati, kamu sibuk membanding-bandingkan mereka dengan mantan. Bisa dibilang sebenarnya kamu menginginkan cowok yang sosoknya sama persis dengan mantanmu. Pokoknya segala kesukaannya, gaya berpakaiannya, kebiasaannya, apapun itu.

Sampai akhirnya, kamu berada di titik lelah, karena tak kunjung mendapatkan sosok seperti mantan. Akal sehat pun mulai menasehati perasaan, Kalau kamu ingin punya cerita yang lebih baik lagi, sudah seharusnya kamu mencari orang dengan komposisi pribadi berbeda 180 derajat. Toh orang yang jadi ukuran untuk perbandingan itu, sudah tak pantas lagi untuk dibanggakan.

Jadi, kamu kini lebih siap menerima siapapun yang berhasil membuatmu nyaman, meski dia tak punya secuilpun kesamaan dengan mantan. Bahkan dia yang baru dengan pribadinya yang unik pun berhasil membuka sisi lain dari diri kamu.

Segala masa menangisi mantan semalaman telah lewat. Kini kamu merasa lebih kuat lagi. Selamat, kamu berhasil melewati masa berdarah-darah dan keluar sebagai pemenang!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me