Menjadi seorang ayah memang nampak berat dan melelahkan. Seorang ayah yang menjadi panutan sekaligus kepala keluarga mempunyai tanggung jawab besar yang harus dipikul. Tapi tahukah kamu bahwa tanda menjadi ayah yang baik di masa depan bisa ditilik dari sifat yang sudah ada pada dirimu atau dari pasanganmu sekarang ini?

Iya, jika kamu mau melihatnya lebih dalam, kamu akan bisa mengetahui bahwa sifat-sifat yang selama ini melekat erat di dirimu atau pasangan bisa jadi penanda bahwa dia akan menjadi seorang ayah idaman di masa depan. Di artikel ini Hipwee akan kupas 8 tanda sederhana yang bisa dengan mudah kamu amati.

1. Jika selama ini kamu bisa sabar menghadapi friksi dengan teman, kemungkinan besar kamu pun mampu lapang menerima anak dengan segala kenakalan

Sabar dalam menunggu, tidak mudah marah ketika sesuatu hal tidak sesuai dengan yang kamu ekspektasikan, ataupun tidak mudah naik pitam ketika kamu diejek orang lain. Hal-hal sepele seperti ini sebenarnya adalah benih kesabaran yang apabila dipelihara akan menjadikanmu seorang ayah yang baik di masa depan. Iya, dengan segala kesabaran yang sudah kamu punya sekarang ini, akan mempermudahmu untuk memiliki kesabaran lebih di masa depan. Kamu akan menjadi pribadi yang dewasa dan sabar dalam menghadapi kenakalan sang anak.

2. Kamu punya telinga dan hati untuk menerima. Saat kelak jadi ayah kamu akan jadi orang yang penuh pertimbangan dan tak suka memaksa

bisa menghargai pendapat orang lain via tumblr.com

Menyadari sekaligus menghormati bahwa orang lain memiliki pemikiran yang berbeda darimu merupakan kunci penting untuk menjadi ayah yang baik di masa depan. Dengan begini, kamu akan menjadi pribadi yang tidak otoriter sekaligus bisa memahami dan menerima segala perbedaan. Hal ini akan menjadikanmu mampu menghargai pemikiran serta pendapat anakmu yang mungkin tidak sejalan denganmu.

Advertisement

Kamu akan menjadi seorang ayah yang tidak memaksakan kehendak serta memberi kebebasan pada anakmu untuk memilih menjadi apa dia nanti. Iya, menjadi ayah adalah menjadi pembimbing yang tugasnya mengarahkan si anak mengikuti kata hatinya bukan untuk memaksakan kehendak pribadimu kepadanya.

3. Selama ini kamu tak mudah mencibir kawan, kamu juga bukan orang yang suka memojokkan. Ketika kelak jadi ayah yakinlah kamu bisa menerima segala perbedaan

kamu tidak mudah mencibir dan menghakimi via acculturated.com

Mampu menahan diri untuk tidak menghakimi atau mencibir apa yang dilontarkan oleh kawanmu bisa menjadi pertanda bahwa kamu akan menjadi ayah yang baik di masa depan. Iya, ini adalah suatu penanda bahwa kamu berpikiran terbuka dan dapat melihat segala hal dari beragam sudut pandang. Dan yang terpenting, kamu mampu untuk tidak menghakimi atau menilai segala sesuatu berdasarkan pemikiranmu semata. Bukankah untuk menjadi ayah yang baik kamu membutuhkan kemampuan ini? Dengan begini kamu mampu menerima dan menghargai pemikiran anakmu yang mungkin melawan arus.

4. Kegilaan kawan seperjuangan selalu bisa diterima dengan hati lapang. Maka kelak bocah kecil dengan segala keusilannya tak akan membuat amarahmu meradang

memahami kekonyolan kawan via www.gopixpic.com

Teman-temanmu beserta dengan segala tingkah ajaibnya bisa diibaratkan adalah seorang anak yang belum tahu apa yang dilakukannya. Mampu memahami serta tidak mudah tersulut emosi ketika temanmu sedang marah dan memaki atau bahkan dengan berbesar hati membantu kawan yang sedang terlibat permasalahan bisa menjadi penanda bahwa kamu sanggup mengatasi anak dengan segala kelakuannya. Dengan begini bisa dikatakan bahwa kamu bisa menjadi seorang yang dewasa dan mampu memahami keadaan sekitar.

5. Tak peduli bagaimana orang-orang di sekitar, kamu selalu punya ciri sendiri. Jika ini yang terjadi, tandanya kamu siap jadi panutan bagi anakmu nanti

kamu selalu menjadi panutan dalam lingkar pertemanan via www.sosoactive.com

Tidak melulu pasif dan hanya mengkuti kata teman, kamu justru biasanya menjadi panutan yang kerap dijadikan contoh teladan bagi kawan-kawan. Kamu mampu membuat ciri sendiri yang walaupun melawan arus dan berbeda mampu membuat orang lain tersihir untuk mengikutimu. Hal ini bisa dijadikan penanda bahwa di masa depan kamu bisa menjadi seorang ayah yang berkharisma dan bisa menjadi sosok panutan bagi si buah hati.

6. Kamu selalu ringan memberi bantuan. Saat kebutuhan teman saja sudah membuatmu tergerak, bukankah kelak kamu pasti mau berjuang demi memenuhi segala kebutuhan?

jangan malas membantu via elizabethwellsphoto.com

Kamu memiliki inisiatif untuk menalangi terlebih dahulu temanmu yang tidak memiliki uang kecil untuk memfotokopi diktat ataupun saat pergi nongkrong bersama kamu memiliki insiatif untuk membayar dahulu tiket nonton bioskop. Hal kecil seperti ini bisa menandakan bahwa kamu memiliki kesadaran untuk memenuhi kebutuhan teman-teman. Hal ini juga penanda bahwa kamu peduli terhadap hal kecil dan sepele.

Bukankah kesadaran macam ini sangat dibutuhkan untuk menjadi sosok ayah yang baik bagi anak-anaknya? Iya, secara tanpa sadar terbiasa memenuhi kebutuhan teman dan menyoroti hal-hal sepele akan menjadikanmu ayah idaman. Karena kamu selalu ingin memenuhi kebutuhan buah hatimu tanpa kekurangan suatu apapun.

7. Dalam berbagai permasalahan kamu selalu berusaha menengahi. Jika ini yang terjadi kamu siap jadi ayah yang tak suka main hakim sendiri

kamu akan menjadi seorang ayah yang bijaksana via www.huffingtonpost.ca

Kamu adalah orang yang netral dan biasa menjadi pihak penengah. Bahkan kamu selalu dimintai pendapat dan nasehat saat kawan-kawanmu dilanda permasalahan. Hal ini merupakan bukti bahwa kamu merupakan orang yang bisa diandalkan. Kamu juga merupakan orang yang bijaksana karena selalu memilih pihak netral tanpa berat sebelah.

8. Tanggung jawab pun kewajiban tak pernah ingin membuatmu lari. Kamu mengerti bahwa hidup harus diperjuangkan dengan sepenuh hati. Rasa tanggung jawab macam ini juga akan tercermin atas anakmu nanti

bertanggung jawab atas tugas-tugasmu via www.todayonline.com

Tidak lalai serta menyadari tanggung jawabmu sebagai seorang murid atau mahasiswa bisa menjadi penanda bahwa kamu juga akan menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab. Sebagai mahasiswa kamu tidak pernah absen untuk menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu. Sebagai murid kamu juga belajar rajin demi mempersiapkan diri menghadapi ujian yang akan datang.

Hal ini merupakan penanda penting bahwa kamu merupakan orang yang bertanggungjawab terhadap profesi dan beban pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawabmu. Begitupun kelak, ketika kamu menyandang status sebagai seorang ayah, kamu akan bertanggung jawab penuh terhadap anak-anakmu.

Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu merasa sudah memiliki nilai-nilai tersebut dan sanggup menjadi ayah idaman di masa depan? Jika belum, tanamkan sifat dan nilai itu dari sekarang ya, supaya kelak buah hatimu bersyukur memilikimu sebagai seorang ayah. 🙂