Menemukan pasangan yang pada akhirnya menggenapkan tentu menjadi impian dari setiap perempuan, termasuk diriku sendiri. Keberadaanmu  yang selama ini masih menjadi pertanyaan, kini telah dijawab oleh Tuhan dengan seseorang yang kehadirannya patut disyukuri. Dalam hitungan beberapa hari lagi, kita akan bersama dalam satu ikatan suci.

Tidak ada kata yang lebih tepat menggambarkan perasaanku kecuali kata bahagia. Meskipun di satu sisi aku tentu memiliki pertanyaan tentang perjalanan hidupku ini selanjutnya. Ada banyak kejutan yang menantiku di ujung sana. Beratnya perjalanan hidup yang nantinya akan kita pikul berdua, bersamamu hingga akhirnya kita menua dan menutup mata.

Masing-masing dari kita pernah punya cerita cinta yang berbeda. Tapi kini Tuhan menyatukan kita dalam hubungan yang lebih dari sekadar saling suka

punya kisah sendiri via thoughtcatalog.com

Kisah kita telah menempuh alur panjang yang biasa kusebut dengan cerita percintaan. Ada banyak orang yang masuk dan keluar dari masing-masing hati. Aku dengan ceritaku sendiri dan begitu juga dengan kamu. Tak mengapa, sebagai makhluk yang sama-sama masih muda jatuh cinta adalah bagian dari episode hidup yang akan terjadi begitu saja. Tapi kini satu yang perlu kamu tahu bahwa aku telah memercayakan hidup kepadamu.

Tidak ada yang bisa menebak takdir hidup memang. Saat kebersamaan kita yang dulunya hanya sebatas teman bermetamorfosis menjadi perasaan yang lebih dalam. Satu kata merekatkan kita mungkin adalah ‘kenyamanan’. Aku selalu suka menceritakan segala kegiatan hidupku berikut pula keluh kesah kepadamu. Begitu juga denganmu yang nyaman mengutarakan semua keinginan dan cita-citamu itu.

Sebagai sepasang kawan, kita pernah sama-sama menampik kenyataan. Aku dan kamu berusaha mengabaikan rasa cinta, dengan berkata: “ah, dia hanya teman saja”

Advertisement

kita pernhah saling menipu diri via www.youthconnectmag.com

Aku selalu ingin tertawa jika mengingat bahwa jalinan persahabatan kita mulai berubah alurnya. Kita yang tadinya nyaman pergi bersama teman lainnya saat itu justru selalu ingin pergi berdua. Bahkan hanya dengan tatapan mata saja kita sudah sama-sama tahu bahwa tak ingin diganggu dengan keberadaan orang lainnya. Secara perlahan kita mulai membangun dunia yang seolah hanya ingin dihuni berdua.

Gurauan-gurauan bodohmu menjadi kicauan yang selalu mengisi hariku. Hubungan kita yang terasa semakin dekat membuatku bertanya dalam hati hubungan seperti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Tapi lagi-lagi semua pertanyaan itu kujawab sendiri, meyakinkan perasaan bahwa aku tak bisa menganggapmu lebih dari teman. Begitu pula dengan dirimu yang masih rajin menipu diri dengan kalimat standar:

“Bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengan temanku sendiri?”

Tapi toh pertahanan kita akhirnya runtuh juga. Kita sepakat menjalin hubungan cinta yang lebih dari sekadar teman biasa

kesepkatan untuk slaing bersama akhirnya tiba via anime-kid.com

Lucu rasanya pertama kali menyadari bahwa kamu bukan teman biasa lagi, melainkan sudah menjadi kekasih hati. Seiring dengan berjalannya waktu kita pun semakin melebur jadi satu. Tidak ada lagi aku dan kamu, karena kebersamaan kita seolah meleburkan batas itu. Aku selalu berdoa bahwa kamulah yang memang telah dipersiapkan oleh-Nya menghabiskan sisa hidup berdua.

Kebersamaan kita memang tidak selalu diisi dengan kencan romantis. Kamu paham benar bahwa aku lebih suka obrolan dalam daripada sekadar saling melempar rayuan. Percintaan dewasa yang terjadi antara kita membuatku yakin bahwa kamu adalah orang yang pantas untukku perjuangkan hingga saat bahagia itu tiba. Ya, mungkin hanya bersamamu aku yakin untuk melewatkan sisa usia, saling berbagi dalam segala suasana.

Maka izinkan aku menjadi teman hidupmu, yang akan selalu setia mendampingi di sisimu

izinkan aku bersama dirimu via retroandme.blogspot.com

Tidak ada yang bisa kuucapkan selain kata terima kasih karena telah datang membawa ketulusan yang rasanya tidak akan bisa dibayar. Dengan ketulusan kamu menawarkan komitmen untuk kehidupan mendatang. Kamu memang tidak menjanjikan hidup bergelimang harta tapi sebaik-baiknya kamu akan memberikan apa yang aku butuhkan. Jujur, aku suka dengan gayamu yang tak berlebihan. Lebih suka lagi karena kamu selalu berusaha membuktikan apa yang sudah dikatakan.

Untuk semuanya kini izinkanlah aku mempersembahkan diri, menjadi istri yang kuharap bisa melengkapi. Kusadari aku bukanlah seorang yang sempurna. Tapi percayalah, sama denganmu aku tentu akan mengusahakan yang terbaik. Mencoba memberikan semua yang kupunya untuk kebaikan keluarga kita nanti:

“Sekali lagi aku tidak datang dengan sejuta kelebihan, namun aku percaya pengertianmu akan melengkapkan segala kekurangan.”

Aku memang bukan perempuan yang punya banyak kelebihan. Tapi dalam pendampinganmu, sebaik-baiknya diri ini akan kupersembahkan

teimakasih atas penerimaanmu via dads.org

Jika dibandingkan dengan yang perempuanmu sebelumnya mungkin aku adalah yang paling banyak kurangnya. Mereka yang pernah mengisi hidupmu nampaknya punya nilai lebih jika dibandingkan denganku. Tapi ketika kamu memintaku untuk menjadi pendamping dalam hidupmu, kusadari bahwa disitulah letak ketulusan yang sebenarnya. Kamu tidak hanya menginginkanku karena kelebihan yang kupunya tapi juga dengan tulus menerima segala kekurangan yang ada.

Tak salah rasanya jika aku membandingkan diriku sendiri dengan semua perempuan yang pernah kau miliki. Aku hanya tak ingin melihatmu kecewa saat telah bersama dan tak mendapat apa yang kau damba. Sungguh aku tak mampu melihat jika suatu waktu nanti kamu baru menyadari bahwa aku bukanlah orang yang kau cari. Namun keyakinan dan jawabanmu meyakinkanku untuk tetap bertahan. Mewujudkan setiap mimpi yang telah kita rancang setiap kali berbincang.

Semoga janji suci yang sebentar lagi kita ucap tak hanya bertahan sesaat, karena janji itu adalah sumpah yang seumur hidup akan selalu kita ingat

mengikat janji via www.popsugar.com

Hari bahagia itu sudah semakin dekat di depan mata. Ini adalah satu babak baru yang sudah lama kita tunggu. Tepat di hari itu kita akan mengucap janji untuk selalu setia sampai nanti. Aku sungguh berharap apa yang keluar dari mulut kita bukanlah janji yang dengan cepat menguap. Ketika ada badai yang datang, menggoyangkan kapal yang kau nahkodan, ku harap satu pun dari kita berpikir untuk saling meninggalkan.

Semoga aku adalah pasangan yang sepadan denganmu. Melengkapi segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirimu. Tidak ada yang bisa kujanjikan selain kesetiaan. Kamu tahu benar bahwa perempuanmu ini tidak sarat dengan segala kelebihan. Hingga tiba waktunya nanti kapal kita akan berlabuh. Menggenapi setiap rencana yang telah kita buat bersama. Membiarkan anak-anak kita pergi berlayar dengan kisah selanjutnya.

Dari aku,

Perempuan yang akan menua bersamamu