Bersama dia artinya kamu punya pegangan untuk diajak berjuang bersama. Hari-hari sebagai orang dewasa yang selalu terasa berat tak lagi membuatmu berjingkat saat menghadapinya, asal ada dia yang selalu mendampingi. Memang berjuang berdua terasa membahagiakan. Beban tak lagi ditumpukan pada pundakmu saja, namun kini ada pundaknya yang juga siap menerima beban itu.

Namun ada satu hal yang seharusnya tak perlu kamu pasrahkan kepada pasangan. Satu hal ini yang seharusnya kamu upayakan sendirian. Karena sama sekali bukan tanggungjawab pasangangmu. Cuma kamu yang bisa mengubahnya.

Memiliki pasangan yang baik adalah mimpi bagi setiap orang. Namun berharap dia bisa mengubahmu jadi pribadi yang lebih baik lagi bukanlah alasan yang bijaksana

pasangan yang baik adalah mimpi semua orang via www.logancoleblog.com

Setiap orang memang memiliki hak untuk mencari pasangan terbaik baginya. Dengan harapan memiliki pasangan terbaik bisa membawa dirimu menjadi pribadi yang lebih baik juga. Hanya saja merupakan suatu kesalahan jika kamu lantas menggantungkan perubahan kualitas dirimu pada orang lain. Dia hanya sosok baru yang mengenalmu belum begitu lama. Rasanya tidak bijaksana jika kamu berharap dia mengubahmu jadi pribadi yang lebih baik.

Sebaik apapun pasanganmu sekarang tak akan bisa membawa perubahan apapun, jika kamu memang tak punya niatan menjadi pribadi yang lebih baik

Percuma kalau kamu nggak punya niat berubah via joyable.com

Advertisement

Satu hal penting yang harus mulai kita pahami bersama adalah sebaik apapun pasangan kita sekarang tak akan pernah bisa mengubah kita menjadi apapun, kecuali jika niatan itu datang dari diri kita sendiri. Pasangan yang baik adalah dia yang bisa mengingatkan kita ketika kita melakukan kesalahan, tanpa menggurui dan memojokkan. Namun kita sendiri juga harus mulai interopeksi diri, kekurangan apa yang selama ini mesti kita perbaiki.

Dia bukannya pribadi yang tak punya kekurangan. Jadi, bukankah lebih baik upaya memperbaiki diri ini bisa dilakukan secara bersama-sama?

Memperbaiki diri bersama via elizabethwellsphoto.com

Pasanganmu bukan malaikat yang tanpa kekurangan. Dia juga manusia biasa yang sesekali membuatmu menggerutu kesal karena tingkahnya yang kekanakan atau membuatmu tak bisa tidur lelap karena ia tak kunjung ada kabar. Dia juga tak selalu bisa membahagiakanmu. Sesekali waktu kamu juga dibuat kesal sekali olehnya. Dari sini bukankah sudah terbukti bahwa kalian memang bukanlah pasangan sempurna.

Kalian saling mencintai bukan karena saling melihat kelebihan. Namun karena penerimaan kekurangan masing-masing pribadi.

Jika memang sama-sama memiliki kekurangan, kenapa tak saling beriringan dalam memperbaiki diri. Bersama menjadi orang yang lebih baik lagi. Toh upaya ini bisa membuat hubungan kalian lebih kuat nantinya.

Satu hal ini baiknya kamu upayakan sendiri. Niatan menjadi pribadi yang lebih baik lagi adalah tanggung jawab pribadi dan murni datangnya dari hati

Niatan itu harus datangnya dari hati via elizabethwellsphoto.com

Jadi upaya untuk menjadi yang lebih baik lagi, harusnya menjadi tanggung jawab kita sendiri. Jangan gantungkan satu harapan ini pada pasangan. Kita sendiri yang harus berjuang mati-matian. Bukankah untuk memantaskan diri memang sudah jadi tugas kita sendiri? Dan lagi niatan untuk memperbaiki diri sudah seharusnya dilakukan demi diri kita sendiri, bukan karena orang lain. Jika kita menginginkan pasanganmu menjadi versi diri terbaiknya saat bersama kita, mengapa kita tak melakukan hal yang sama pula?

Untuk satu hal ini, baiknya kamu berjuang sendirian. Jadikan dia yang bersamamu sekarang sebagai pemicu semangatmu. Selebihnya biarkan dirimu sendiri yang bekerja.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!