Masa kuliah boleh dibilang merupakan masa yang indah dalam hidup seseorang. Masa kuliah setiap mahasiswa dapat bergaul dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Banyak mahasiswa yang tentunya sudah mempunyai pasangan dalam hal ini pacar atau calon istri ketika masih di bangku kuliah. Proses pendekatan biasanya dapat dilakukan dengan cukup lama, mengingat masa kuliah biasanya memiliki waktu lenggang yang cukup banyak jika dibandingkan pada waktu sekolah di SMA dulu. Pada awal-awal kuliah semua dapat dilakukan bersama pasangan, tidak tentang urusan kuliah tapi termasuk urusan yang lain juga.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan menuju semester akhir biasanya hal tersebut akan berubah dengan berbagai faktor yang menyebabkannya. Boleh dikatakan bahwa mahasiswa semester akhir memang rawan untuk putus atau hubungannya bermasalah. Berikut saya bahas kira-kira apa penyebabnya :

 

1. KKN (Kuliah Kerja Nyata)

Kuliah kerja nyata merupakan salah satu agenda akademik yang harus dilalui oleh mahasiswa, dan biasanya beberapa perguruan tinggi mewajibkan mata kuliah KKN. Pelaksanaan KKN biasanya berkisar 1 sampai 2 bulan, nah dengan waktu yang cukup lama tersebut biasanya malah menyebabkan beberapa pasangan mudah bertengkar karena bisa jadi kurang komunikasi atau karena terjadi hubungan dengan orang lain.

Tidak sedikit banyak pasangan yang putus hubungan pasca KKN. Hal ini disebabkan terkadang kegiatan KKN cukup padat serta dengan jarak yang jauh sehingga akan memungkinkan penurunan intensitas komunikasi antar pasangan. Selain itu juga dengan waktu yang cukup lama biasanya bagi mahasiswa yang kurang kuat imannya bakal menjalin kedekatan dengan mahasiswi lain dalam kelompok KKNnya, yang hal ini dapat memicu keretakan dengan pasangan.

2. Magang/ Praktek Kerja

Tak berbeda dengan KKN, mata kuliah magang juga merupakan kewajiban yang harus ditempuh sebelum lulus kuliah dengan harapan dengan magang maka mahasiswa akan siap pakai dalam dunia kerja nantinya. Waktu magangpun biasanya berkisar 1-2 bulan atau bahkan lebih tergantung tempat kita magang.

Selama magang mahasiswa akan banyak menemui orang terutama karyawan pada tempat tersebut. Banyak mahasiswa yang sampe kecantol dengan karyawan tempat mereka magang padahal mereka masih punya pasangan dikampusnya. Hal ini biasanya karena mereka menganggap karyawan lebih mapan atau dewasa. Biasanya godaan seperti ini sering dirasakan oleh para mahasiswi.

3. Skripsi

Skripsi merupakan momen puncak dari yang namanya kuliah, dimana hampir semua daya upaya dicurahkan untuk menyelesaikan skripsi. Tak jarang skripsi merupakan momok yang paling menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir.

Karena begitu pentingnya maka banyak mahasiswa yang mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan secepat mungkin, sampai terkadang mengabaikan pasangan. Orang yang sedang skripsi tak jarang hanya menghabiskan waktu dilaboratorium (jika mahasiswa eksak) atau menghabiskan didepan laptop untuk menulis laporan.

Banyak diantara pasangan yang merasa diabaikan ketika pasangannya mengerjakan skripsi, sehingga hal sekecil apapun akan menjadi besar pada saat itu. Jadi hati-hati ketika skripsi tetap jaga komunikasi, jangan sampai berabe nantinya.

4. Tuntutan orang tua

Kata orang setelah lulus kuliah, maka tibalah di gerbang kehidupan yang sebenarnya. Mungkin ini juga yang menjadi pertimbangan bagi beberapa orang tua agar anaknya telah memiliki pasangan untuk diajak ke jenjang yang lebih serius.

Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa yang telah mengenalkan pasangan kepada orang tua mereka harus kecewa karena mungkin tidak direstui atau tidak memenuhi kriteria. Terkadang jalan pahit untuk putus merupakan jalan satu-satunya yang harus diambil.

 

Memang jodoh di tangan Alloh SWT, seberapa kencang kita berlari kalau belum waktunya pasti tak akan terkejar. Namun, seberapa sedikit langkah yang dijalani, jodoh akan didapat juga.

Kita hanya bisa berpasrah kepada Allah SWT biarkanlah takdirNya yang menuntun kita kepada jodoh kita masing-masing. 

5. Apapun Masalahnya, Selesaikanlah

Semua masalah dapat diatasi dan diselesaikan. Mari bicara dengan baik-baikkarena itu adalah hal yang penting untuk dilakukan.