Musim liburan tiba, libur sekolah dan libur Lebaran. Pasti sekarang semua lagi pada pilih-pilih tempat liburan mana kali ini untuk disambangi. Tapi kali ini destinasinya dalam negerti atau luar negeri ya? 

“Liburr telah tiba, akhirnya waktunya bebas bersenang-senang. Kira-kira kemana yaa kali ini?” Pasti itu yang udah dalam benak kalian. Heboh sendiri pasti pilih-pilih tujuan liburannya, kalian masing-masing pasti udah punya tujuan destinasi impian. 

Sebenarnya apa sih yang jadi pertimbangan utama kalian dalam menentukan tujuan destinasi liburan? Pertimbangan utamanya pasti budget, waktu atau durasi lamanya liburan. Dua hal tersebut pasti jadi pilihan utama dalam menentukan tujuan liburan. Bicara budget, pasti maunya liburan yang murah dan tetep happy. Ya kan ? Maka dari itu kalian pasti sudah asik googling liburan dengan harga yang murah. 

Bicara soal murah, entah kenapa, tujuan destinasi ke luar negeri, khususnya negara-negara South East Asia lebih murah dibandingkan liburan di dalam negeri, atau Liburan Nusantara kalo bahasa saya. Dan persepsi “orang kita” kalo liburan ke luar negeri tuh membanggakan. Bangga karena passport kita kepake dan penuh dengan cap imigrasi bahkan ada visanya atau bahkan bangga karena menang gengsi. Tapi lebih detailnya, mari kita simak satu per satu alasan mengapa orang lebih memilih liburan ke luar negeri versi saya :

 

1. Murah

Murah bukanlah segalanya

Murah bukanlah segalanya via http://batuvilla.com

Seperti tadi yang sudah saya ulas sebelumnya, liburan ke negara-negara tetangga itu murah pemirsa. Saya tadi browsing, liburan ke Bangkok 3D2N cukup dengan harga mulai dari IDR 2.980.000 hingga IDR 4.400.000 sudah include tiket. Bayangkan?!

Sedangkan belum lama ini saya liburan ke Sumba, tiketnya saja (dengan low cost airlines) kurang lebih IDR 4.500.000 round trip. Tentu saja hal ini membuat ill feel traveler nusantara untuk liburan di Indonesia karena budget jadi bengkak. Gak adil banget memang, tapi hal ini secara sekejap udah bikin mikir “Mending ke Bangkok ajalah kalo gitu!” dan hal ini gak bisa disalahin, karena ini adalah fakta. Tapi hal ini memang tergantung dari achievement masing-masing, ada yang bela-belain keluarin kocek lebih banyak buat lihat Indonesia, dan ada yang memang liburan dengan budget  yang super ketat ga peduli tujuannya yang penting masuk ke dalam budget. Begitu denger harga murah, ke luar negeri pula! Pasti itu pilihan mutlak, apalagi kalo perginya bareng temen-temen. No doubt about it. 

2. Gengsi

Gak usahlah gengsi-gengsian

Gak usahlah gengsi-gengsian via http://www.nyunyu.com

Siapa yang ga bangga liburan dengan judul luar negeri dengan harga murah? Udah pasti ada pride tersendiri kan? That’s why orang mending libur ke luar negeri daripada liburan di Indonesia. Walaupun objek pemandangannya gak kalah menarik atau bahkan justru lebih indah dari negara tersebut. Gengsi adalah salah satu tolak ukur dalam berkompetisi. Dalam pergaulan masa kini, yang namanya gengsi nampaknya jadi patokan seseorang dalam kasta pergaulan. Tapi semoga gengsi dalam hal ini untuk kompetisi yang baik  ya, jangan disalahartikan dan jangan jadi minder dalam bergaul. 

3. Exposure yang berlerbihan

Berlebihan bisa berarti baik, bisa buruk. Tergantung

Berlebihan bisa berarti baik, bisa buruk. Tergantung via http://www.merdeka.com

Dalam dunia marketing, salah satu cara agar produk supaya laku di pasaran adalah pemilihan media marketing yang tepat. Nampaknya promo-promo liburan yang terekspos lebih adalah paket-paket liburan ke luar negeri. PIlihan media yang tepat salah satu kuncinya. Admin promotor dan tour travel menjual paket-paket liburan ke luar negeri dengan apik dan sangat menggiurkan. Bahkan promonya dilakukan lewat media yang sangat pribadi atau personal yaitu email marketing, selain media lain seperti koran, majalah, bahkan dari segi media digital seperti Twitter, Facebook, Instagram dan lain sebagainya. 

4. Fasilitas yang lebih memadai

Sepele, tapi penting

Sepele, tapi penting via http://tamanwisatamatahari.co.id

Bicara soal fasilitas yang dimaksud disini adalah fasilitas umum yang lebih terkontrol terorganisir dengan baik. Contoh Singapore, negara ini punya sistem transportasi yang menurut saya perfect. Dari mulai timingnya, rutenya dan kebersihannya. Sedangkan fasilitas umum di Indonesia masih sangat berantakan, jadi hal ini bikin males traveler untuk ke lokasi tujuan kita (Indonesia), padahal tempat objek wisatanya patut kita datangi. Menyedihkan memang fakta ini, tapi ini pasti jadi pertimbangan para traveler atau orang-orang yang mau liburan. Fakta lain mengenai fasilitas umum, belum tentu di Indonesia sarana kebersihan yang masih kurang dari perhatian dan toilet umum yang belum tersedia di setiap lokasi wisata. Kadang, kalaupun ada tidak terpelihara dengan baik. Jadilah, ill feel lagi. Padahal ini adalah hal penting dan wajib bagi semua orang. Dan belum lagi fasilitas jalan yang kadang masih kita temui jalan jelek belum di aspal, yang mengakibatkan durasi perjalanan jadi lama sehingga tidak nyaman dan memakan waktu lebih panjang. 

5. Lebih menarik

Lebih menarik karena di Indonesia ga ada

Lebih menarik karena di Indonesia ga ada via http://www.jdtravelservices.com

Masing-masing negara pasti punya spesialisasi khusus, hal ini tentu sudah dipikirkan oleh pemerintahnya sebut saja Singapore jadi tempat tujuan untuk wisata shopping dimana lokasi yang terkenal adalah Orchard Road atau begitu kita dengar Genting Island, Kuala Lumpur, Malaysia atau Macau, HongKong yang terkenal dengan tempat sah untuk perjudian. Atau misalnya taman hiburan bertema (amusement park) Disney Land dan Universal Studio yang ada di SIngapore dan HongKong, mau ga mau kita (Indonesia) kalah mutlak kalo emang tujuannya adalah destinasi ini. Banyak sih sebenarnya amusement park di Indonesia seperti Secret Zoo di Malang, Bali Marine Park di Bali, tapi tentu fasilitas dan experience nya berbeda dengan taman buatan Amerika tersebut. 

Kira-kira begitu adanya ketika orang lebih senang berlibur ke luar negeri. Tapi jangan dilupakan juga bahwa wisata dan objeknya Indonesia ga kalah cakep loh. Jadi ini hanya masalah trust dan prioritas saja. Yang penting liburan harus menyenangkan, harus berkesan dan menyehatkan. Pertimbangkan baik-baik yaaa liburan kali ini. Selamat berpikir!