Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa... hanya memberi... tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.

Kira-kira seperti itulah penggalan lirik lagu yang kerap kali kita dengar untuk melukiskan seberapa besar kasih sayang seorang Ibu. Ibu dan bapa adalah dua orang yang lebih dulu kita kenal sebelum kita mengenal apa-apa di dunia yang luas ini. Orang yang mendidik kita dari nol, bapa dengan cucuran peluhnya mencari nafkah untuk keberlangsungan hidup kita dan Ibu dengan kesabarannya yang tiada batas. Walaupun demikian, tidak jarang zaman sekarang banyak anak-anak yang lebih mencintai kekasihnya daripada orang tuanya sendiri.

Ada baiknya kita kembali merenungkan tiap kebajikan yang sudah orang tua ajarkan, agar kita bisa menjadi sosok anak yang tidak hanya hangat di luar tapi juga hangat di dalam, tetap mencintai sesama tanpa mengabaikan cinta kasih orang tua kita.

 

1. Ingat darimana kamu berasal. Ibu yang melahirkan, dan ayah yang mendidikmu hingga bisa menjadi seperti sekarang

Mengandung/hamil, adalah salah satu momen yang paling ditunggu dan yang paling mendebarkan bagi seorang calon ibu. Kurang lebih 9 bulan ia akan memelihara dan menjaga titipan Tuhan di dalam rahimnya. Ada banyak suka-duka yang dialami oleh seorang calon ibu, mulai dari masa ngidam hingga detik-detik persalinan yang sangat menegangkan.

Selama 9 bulan mengandung kita, sosok ibu harus mengorbankan banyak hal, mulai dari berubahnya bentuk tubuh yang tidak lagi ramping, kulit wajah yang terlihat kusam, belum lagi apabila ibu kita diserang oleh insomnia di masa awal kehamilannya. Pola makan pun harus diubah demi kesehatan kita, ruang gerak pun menjadi terbatas karena harus berjalan dengan perut yang besar, dan pengorbanan yang paling menakjubkan untuk kita ialah keberanian seorang ibu menantang maut.

Ia rela mempertaruhkan nyawanya agar kita bisa lahir ke dunia ini. Luar biasa tangguh dan hebat ibu kita.

2. Kemampuanmu yang luar biasa juga nggak lepas dari peran orang tua. Lalu, kamu akan melupakannya begitu saja?

Diajarkan berbicara

Diajarkan berbicara via http://abiummi.com

Lagi-lagi ketelatenan orang tua, khususnya ibu diuji ditahap ini. Ibu adalah guru pertama bagi seorang anak, dari ibulah anak diajarkan untuk berbicara, merangkai kata demi kata yang kelak bisa membuat kita mengubah dunia. Tanpa kenal lelah, siang dan malam ibu selalu mengajak kita berbicara. Mulai dari mengatakan betapa cinta dan bersyukurnya ia telah melahirkan kita ke dunia ini, mengatakan betapa ia akan berusaha menjadikan kita tubuh sebagai anak emas yang luar biasa.

Walau kita belum bisa berbicara dengan amat jelas. Seorang ibu bisa melihat dari sorot pancaran mata kita yang berbinar-binar saat menatapnya. Ia paham tiap kata yang tak bisa kita ucapkan dan dia mengerti semua yang kita rasakan, hanya dengan melihat sorot mata kita.

3. Diajarkan berdiri dan berjalan, agar kelak terdidik sebagai anak yang pantang menyerah

Diajarkan berdiri dan berjalan

Diajarkan berdiri dan berjalan via https://img.okezone.com

Bapa dan ibu dengan tak pernah kenal lelah membantu kita untuk bangkit berdiri, beliau mengajarkan kita untuk tidak pantang menyerah saat berkali-kali harus terjatuh, hingga akhirnya kita bisa berdiri dengan kaki kita sendiri. Sebuah hal yang harus selalu kita ingat, tidak ada seorang pun orang tua di muka bumi ini yang segan untuk mengajarkan anaknya cara berdiri. Berdiri dan berjalan adalah tahap yang menentukan awal karakter kita, dari sini orang tua kita yang jeli bisa dengan jelas melihat karakter masing-masing anaknya.

Jika suatu saat kita terjatuh dan hampir tidak bisa bangkit lagi, ingatlah bahwa saat kita masih kecil dan muda, kita sudah jatuh berkali-kali dan bisa berkali-kali juga untuk bangkit berdiri.

4. Dari mereka kita belajar arti kasih sayang sesungguhnya

Kasih sayang orang tua

Kasih sayang orang tua via https://www.instagram.com

Last but not least, dari sinilah perangai kita akan cinta kasih dibentuk. Seseorang yang memiliki pribadi yang dingin tidak mungkin terlahir dari keluarga yang penuh dengan kehangatan di dalamnya. Sadar atau tidak, cara kita memperlakukan kekasih kita dimulai dari respon kita memperlakukan orang tua kita, karena tidak mungkin kita bisa dengan setulus hati mencintai pasangan kita jika tidak lebih dulu kita bisa mencintai orang tua kita. Memang tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya bisa terjadi, tapi tak jarang hal itu akan mengundang masalah di dalam hubungan kita dan pasangan di kemudian hari nanti.

Jadi kedewasaan kita sangatlah diperlukan untuk membuat sebuah prioritas di dalam hidup dan kebijaksanaan kita sebagai orang dewasa pun diuji di sini.

5. Kenalkan calon pasangan kepada orang tua sehingga mereka bisa menilai pilihan kita. Nggak perlu sembunyi-sembunyi lah...

Memperkenalkan diri pada calon mertua

Memperkenalkan diri pada calon mertua via https://img.okezone.com

Salah satu bentuk paling sederhana untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada orang tua ialah dengan cara melibatkan mereka dalam mencari pasangan hidup. Memang benar sekarang bukanlah zamannya Siti Nurbaya lagi, walaupun demikian ada baiknya kita tetap meminta pendapat mereka soal calon pendamping hidup kita, meski sekarang hanya berstatus sebagai kekasih, bukan menutup kemungkinan kekasih kita yang sekarang adalah calon pasangan hidup kita nantinya.

Untuk itu, ada baiknya kita memperkenalkan pujaan hati kita kepada orang tua kita sebelum memperkenalkannya kepada sahabat-sahabat kita.

Sudahkah kamu bersikap demikian?