Manusia diajarkan untuk mencintai. Rasa cinta datang dari guru, mereka mengajari dari kecil cara mencintai sesama makhluk hidup bahkan kepada lingkungan. Guru begitu besar cita-citanya dan cintanya. Lantas Guru adalah salah satu profesi favorit yang diminati orang-orang sabar.

 

1. Guru, Tak kan bosan mengajari

Mengajari tak henti

Mengajari tak henti via http://rianharahap.blogspot.com

Kamu bisa bayangkan guru dengan sabar mengajari siswanya. Tak terhitung berapa kali siswa tersebut salah, ia pasti bakalan mengulang kembali hingga siswanya mendapatkan pemahaman tentang materi tersebut. Guru yang kita tahu, pasti tiap hari disuguhi dengan yang namanya kesabaran. Ia ditempa dengan detik, menit bahkan tahunan. Segala keperluan tentang metode dan teori menguji kesabaran sudah tentu ia miliki. Mengajari siswa tak henti, di sekolah bahkan di luar sekolah. Kalau begini ceritanya, kamu bisa bayangin dong. Punya pasangan seorang guru. Saat kamu sedang labil emosi, atau memang sedang ingin didengarkan pasti seorang Guru bakalan jadi tempat mengadu yang pas. Nah, apalagi dia pasangan hidup kamu yang memang udah kamu pilih. Guru punya seribu cara untuk mengajari pasangannya ke arah yang lebih baik. Kalau kamu suka boros, dia bakalan ajarin dengan sabar cara berhemat.  Gak yakin? coba deh.

2. Guru Punya Rencana Seratus Kali Lebih Matang

Guru punya banyak rencana. Dia masuk kelas gak bakalan bawa spidol atau kapur tulis aja. Dia punya seribu rencana yang bisa memudahkan siswanya untuk memahami pembelajaran dan materi yang dibawakannya. Ibarat kalau orang ingin berlayar, dia punya banyak sekoci yang siap diturunkan. Guru tentu aja hebat. Secara dia harus buat RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Isinya apaan? Isinya cara dan metode pembelajaran agar itu siswa enjoy dan paham materi ajar. Jadi kalau cuma rencana kecil doang, itu mah udah dilewatin sama guru. Dia secara otomatis sudah mengantongi banyak cara dan rencana untuk banyak situasi. Gak cuma plan A dan B tapi ada plan A+ dan B+ sebelum dijabarkan sampai plan Z. Ini nih yang dibutuhin di akhir zaman kayak sekarang. Orang-orang sibuk dengan rencana, tapi matang gak? Bisa dipakai gak untuk masa depan? Situasi mana pakai rencana yang mana? Ini semua bisa dijawab sama guru yang udah biasa bawa RPP tiap masuk kelas. Cihuyy...

3. Siap Dengan Kurikulum Baru Meski Tiap Masa Selalu Berganti

Kalau kamu semua masih perlu adaptasi dan butuh waktu lama dengan satu tugas baru dan itu membuat kamu stress. Guru gak sebegitunya menghadapi sebuah situasi. Dia udah biasa dengan situasi yang mendadak. Kamu bayangin aja dia siap dengan pergantian kurikulum di negeri ini yang tak jelas kapan dimulai dan kapan berakhir. Contohnya aja kurikulum 2013, baru aja dipakai eh malah diberhentikan. Padahal di satu sisi Guru tersebut udah hapal dengan model silabus dan pembelajaran kurikulum tersebut. Asal guru tersebut ikut satu atau dua kali pelatihan maka dia pasti bakalan bisa jalanin satu kurikulum. Gak bisa dihitung lagi udah banyak kurikulum yang kita lewati. Ada 1994, KBK, KTSP dan terakhir K13. Ini bukti guru-guru siap dengan situasi baru loh. Nah kalau kamu dapat Guru kamu bakalan santai, karena dia tahu mau situasi kantong kering, basah atau pindahan tempat kerja dia bakalan bisa beradaptasi dengan cepat. Tahan banting!

4. Kebersihan Jadi Nomor 1

Bersih sebagian dari iman

Bersih sebagian dari iman via http://pgri-online.blogspot.com

Gak ada guru yang gak suka bersih. Bukan karena apa-apa ya, baru masuk kelas aja dia bakal lihat lantai udah disapu atau pel belum. Anak-anak sudah piket belum? Taplak meja terpasang rapi, bunga sudah ditata, papan tulis sudah dihapus. Begitulah Guru dengan rajinnya mengajari kebersihan sejak usia dini. Bukan bermaksud untuk berpura-pura bersih, tapi pendidikan karakter dari awal memang harus ditanamkan bahwa hidup bersih dari lingkungan bakalan bisa membawa dampak ketika usia dewasa nanti dengan hidup lewat harta yang bersih. Gak bakalan korupsi. Mulia? mungkin kawan-kawan lebih tahu karena gurunya pasti disiplin dalam kebersihan. Nah kalau tipikal guru yang bersih gini yang jadi pasangan kamu. Kamu bakalan senang deh di rumah. Rumah pasti bersih, debu gak ada dijumpai di kaca atau piring kotor gak bakalan tahan sampai berhari-hari. Meski ini kebersihan dari guru, tapi mereka mengedepankan kegiatan gotong royong dalam kebersihan. Apalagi kalau kamu bawa kondangan, pasangan kamu bakalan punya kemeja yang mengkilat dan licin.

5. Bukan Ustad, tapi Selalu Mengajarkan Berdoa Sebelum dan Sesudah Belajar

Berdoa Mensyukuri Nikmat Tuhan

Berdoa Mensyukuri Nikmat Tuhan via http://pgri-online.blogspot.com

Terakhir, Guru bukanlah seorang yang sempurna. Ia selalu menunjukkan sisi kekurangannya dan selalu ingin mengarah ke arah lebih baik. Guru selalu mengajarkan siswanya untuk berdoa baik di awal pembelajaran maupun di akhir. Gunanya apa? supaya mereka sadar bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan dan bisa belajar setiap hari karena nikmat dari Tuhan. Ini pun dengan sengaja guru mengajarkan siswanya untuk bergantian memimpin doa supaya dia tahu bahwa bakal jadi pemimpin atau khalifah di muka bumi. Guru ngajarin kita dari kecil untuk menjaga kalbu agar tidak mati. Supaya gak ikut-ikutan pepatah karena mata buta, karena hati mati. Guru mengisyaratkan kita agar terus mengingat Yang Maha Kuasa. Dalam setiap perjalanan hidup yang dijalani setiap harinya. Kalau untuk yang ini, Guru yang bakalan jadi pasangan kamu nanti pasti bisa mengajarkanmu untuk terus beribadah. Mengingatkan kamu untuk berada di jalan yang lurus dan bersyukur atas nikmat yang sudah ada. Karena zaman sekarang udah sulit, bedain mana orang yang kufur mana yang syukur. Guru bakalan jagain kamu untuk selalu mengingat Tuhanmu. Ya memang Guru jawabannya.