Rasa bahagia setelah lulus dan mendapat gelar Sarjana 1 memang tiada tara. Empat tahun bertarung mencoba untuk memahami teori-teori yang telah dipelajari, susah-senang bersama teman-teman dan aktif beroganisasi sudah terbayarkan.

Kamu pasti akan merasa lega dan berkata, "Ah... akhirnya bisa lulus dan pakai Toga" saat acara wisuda. Perasaan sedih dan bahagia datang bersaman menguras emosi kamu untuk menunjukan betapa bahagia dan sedihnya kamu di hari yang istimewa itu.

Namun, selang hari berganti kamu akan merasakan dan bertanya pada diri kamu, "apa yang harus aku lakukan sekarang?". Kamu pun menjadi bingung dan entah harus memulai dari mana. Tenang, kamu tidak sendirian kok. Jika kamu sedang merasakannya saat ini, beberapa aktivitas dan pemikiran ini pasti kamu alami terutama untuk fresh dan minim pengalaman kerja

1. Mempercantik CV/Resume

Dalam tahap awal ini, kamu akan membuat CV yang memaparkan apa yang telah kamu raih, pengalaman apa saja yang pernah kamu punya saat kuliah dan pastinya data diri kamu yang akurat. Namun kamu sadar, membuat CV yang biasa kemungkinan besar hanya diletakan oleh perusahaan di meja sehingga kamu berusaha untuk mempercantiknya. Dari mencari template CV yang unik, mencari tahu penulisan CV yang benar dan sampai membayar teman kamu yang pintar design untuk membuat CV kamu menarik bagi perusahaan.

2. Mengirim Lamaran Pekerjaan ke Banyak Perusahaan

Looking for A Job via https://media.licdn.com

Ya.. Namanya juga baru lulus, pasti kamu akan mencari-cari pekerjaan yang sedang lowong dengan membuat akun pribadi di portal pencarian kerja. Untuk mendapatkan banyak informasi, kamu tidak hanya butuh satu akun portal kerja saja namun kamu akan membuat sebanyak-banyaknya akun portal kerja, bahkan kalau bisa di-subscribe.

Advertisement

Tidak ketinggalan, kamu akan selalu update tentang Job Fair yang diselenggarakan di beberapa tempat di wilayahmu sampai kamu tidak tahu berapa biaya yang terpakai untuk mencari kerja melalui Job Fair. Karena ada beberapa Job Fair yang mewajibkan kamu untuk membeli tiket masuk.

Terlebih lagi, aplikasi yang dikirimkan berupa hard copy sehingga kamu harus mencetak sebanyak-banyaknya agar kamu dapat menaruh lamaran di banyak perusahaan walaupun terdapat beberapa posisi yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikanmu. Yang intinya dalam pemikiran kamu adalah "Taro aja dulu, kalo dipanggil syukur, enggak ya cari yang lain. Yang penting dapat kerja".

3. Setelah Menghadiri Berbagai Macam Interview, Kamu Mulai Lelah Karena Belum Satupun Perusahaan yang Memperkerjakanmu

Feeling Exhausted of Finding a Job via http://greatist.com

Kamu secara spontan akan merasakan sedih yang mendalam dan mengaggap kamu tidak bisa bersaing dengan para pencari kerja lainnya. Terlebih lagi, kamu akan membandingkan dirimu dengan teman-temanmu yang sudah dapat pekerjaan.

Tentu memiliki perasaan dan pemikiran tersebut adalah wajar namun kamu sadar bahwa kamu tidak bisa menyalahkan diri sendiri. Kemudian kamu berusaha mencari apa kesalahan di diri kamu, di lamaran pekerjaan kamu, di pencarian kamu dan hal-hal saat wawancara.

Selain itu kamu pun mencari acuan bagaimana sebaiknya melamar pekerjaan di perusahaan yang berbeda karena tidak semua perusahaan memiliki lingkungan dan rekruitmen yang sama sesuai dengan personalitas karyawan. Tidak lupa, kamu juga mempersempit fokus pencarian kerja.

4. Selagi Mencari Pekerjaan, Kamu pun Mencoba Produktif dengan Bergabung di Komunitas dan Aktivitas Sukarela

Bagi kamu yang aktif, rasanya berdiam diri di rumah itu suatu hal yang membosankan. Kamu sudah biasa beraktivitas di luar dengan bergabung di beberapa organisasi saat kuliah dan menciptakan diri kamu yang 'tidak bisa diam'. Ke'tidak bisa diam'an kamu inilah yang membawamu untuk mencari kegiatan lainnya selama mencari kerja. Kamu akan rajin mengikuti beberapa kegiatan sosial ataupun events sebagai volunteer panitia. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kamu pun akan mendapatkan banyak relasi dari berbagai latar belakang yang berbeda. Menyenangkan bukan?!

5. Sambil menunggu Pekerjaan Tetap, Kamu pun Tidak lupa untuk Meng’karya’kan dirimu sebagai Freelancer

Freelance is fun! via https://assets.entrepreneur.com

Selama mencari pekerjaan, bukan hanya pengalaman saja yang diperbanyak namun kamu pun butuh pemasukan. Kamu yang memiliki skill di beberapa bidang akan berusaha mencari pemasukan dengan menjadi freelancer. Setidaknya, kamu bisa membuat akun-akun untuk pencarian pekerjaan bagi freelancer seperti menulis, data entry, graphic design, ataupun kemampuan lainnya.

Ada banyak keuntungan jika kamu menjadi freelancer; jam kerja yang fleksibel dan negosisasi gaji yang cukup tinggi per pekerjaan. Walaupun bekerja secara individualis, namun kamu bisa mengeksplor dan memperdalam ilmu serta kemampuan kamu di bidang yang kamu minati.,

Mencari kerja bagi lulusan yang masih terbilang 'segar' memang membutuhkan usaha. Namun jangan pernah menyerah untuk sesuatu yang kamu impikan, Kerja keras dan usaha tidak akan membohongi hasil yang didapat nantinya. Tetap berjuang dan semangat sambil menggali lagi dan lagi ilmu serta pengalaman yang akan kamu peroleh. Tidak ada hasil yang mengecewakan jika kamu sungguh-sungguh berusaha dari dalam hati dan ikhlas.