Menjadi pasangan muda memanglah menyenangkan. Suasana romansa dan aura kebahagiaan tentunya masih terpancar dengan amat jelas di kehidupan pasangan muda. Biarpun penulis sendiri masih melajang, tapi kalimat yang barusan biasanya berlaku secara umum sih. Ya kan? Hehehe

Kebetulan, beberapa bulan yang lalu, kawan saya melangsungkan pernikahanya. Menurut saya, mereka sudah terbilang enak. Karena apa? Kehidupanya sudah cukup terjamin. Perkara rumah, pasangan muda yang mempelai prianya merupakan kawan lama saya kebetulan sudah memiliki rumah pribadi untuk ditempati.

Namun, ada juga kawan yang baru-baru ini menikah namun masih menumpang di rumah mertua. Walaupun sementara, ia mengaku merasa “tidak enak” bila terus-menerus menumpang disana. Oleh karenanya, ia pun berdiskusi ke kawan saya yang sudah punya rumah tadi. Kebetulan, saya diajak untuk berdiskusi bersama, walaupun saya hanya mahasiswa biasa yang statusnya masih lajang.

Dari diskusi tadi, saya banyak belajar. Setelah menikah, memiliki rumah (yang agak terpisah dari orang tua dan mertua) ternyata kebutuhan yang cukup urgent. Selain itu, saya juga mendapatkan tips untuk bisa cepat-cepat punya rumah pribadi dari kawan saya yang sudah menikah dan sudah memiliki hunian tadi.

Kalo kamu penasaran juga, mungkin bisa cek artikel ini hingga usai. Oke, selamat menyimak tipsnya ya!

 

 

1. Cari-Cari Model Rumah Idaman

Cari Dulu Modelnya!

Cari Dulu Modelnya! via https://www.pexels.com

“Sebagus atau sesederhana apapun modelnya, rumah tetaplah rumah. Jadi, pilih yang paling bikin diri kalian bisa nyaman, dan berkeluarga dengan tentram.”

Langkah awal yang disarankan oleh kawan saya, ternyata bukan nabung!. Melainkan, ia menyarankan untuk mencari-cari model rumah yang menjadi idaman untuk keluarga kita yang baru bersama si dia.

Ada banyak sekali model rumah. Mulai dari yang mewah, sederhana, luas, ataupun sempit. Apapun pilihanmu, pastikan sesuai dengan kata hati ya!. Pertimbangkan juga aspek-aspek logis yang lain. Jangan sampai, model yang kamu inginkan terlalu “Out of the box”, sehingga gak cocok untuk dibangun di negri khatulistiwa. Oke?

2. Cari-Cari Lokasi Yang Diinginkan

Enaknya Dimana Ya?

Enaknya Dimana Ya? via https://www.pexels.com

“Desain rumahnya sudah, lalu apa?”

Setelah gambaran desain rumah kamu fix, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari lokasi rumah yang kamu inginkan. Perhatikan jarak antara calon lokasi alamtmu yang baru dengan tempat ibadah, sekolah, dan tempat kerja. Gak perlu strategis amat sih, yang penting bikin nyaman!

 

3. Hitung Estimasi Biaya Dan Kebutuhan

Yuk Hitung!

Yuk Hitung! via https://www.pexels.com

Bila gambaran desain dan lokasi rumah sudah didapat, hal berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah menghitung estimasi biaya yang harus kamu keluarkan. Pertimbangkan juga aspek biaya hidupmu kelak bila kamu sudah menempati alamat rumah mu yang baru.

Melakukan penghitungan awal seperti ini amat penting! Kegiatan ini bisa menghindarkan kamu dari resiko anggaran yang melebihi kemampuanmu, sehingga kamu terhindar dari jeratan hutang. Gak mau kan hidup di rumah yang kebesaran tapi banyak hutang?

 

4. Tanya-Tanya Harga Dan Cocokan Dengan Anggaran

Sesuai kah?

Sesuai kah? via https://www.pexels.com

“Desain? Sudah. Lokasi? Sudah. Selanjutnya? Harga!”

Tahap ini bisa kamu lakukan setelah sebelumnya kamu mentaksir estimasi biaya, dan memperhitungkan seberapa besar kapasitas kantong dari keluarga kecilmu yang baru. Sebisa mungkin, tanyakan apa saja yang bisa kamu dapat dari kisaran harga yang ditawarkan, berapa harga pajak yang harus dibayarkan, dan hal-hal lain yang kamu anggap penting.

 

5. Nabung Hingga Cukup, Lalu Eksekusi!

Nabung! Biar Cepet Kebangun Rumahnya!

Nabung! Biar Cepet Kebangun Rumahnya! via https://www.pexels.com

Bila semua langkah tadi sudah kamu jalankan, kamu bisa mulai menabung hingga keluarga kecilmu yang baru dapat menyanggupi besaran anggaran sebesar itu. Kedengaranya mungkin agak sulit untuk sebagian orang, namun bila kamu menyukai membeli rumah secara kredit, tak masalah kok!

Selain di sekitaran Jakarta, banyak sekali pilihan alternative rumah murah yang bisa kamu miliki untuk dijadikan hunian untuk keluarga kecilmu nanti. Misalnya saja, rumah murah gresik. Tapi, keputusanya kembali lagi ke kamu dan keluargamu ya!. Salam!