Kekerasan yang terjadi pada hewan terlantar di Indonesia, nampaknya akan semakin meningkat jumlah korbannya, padahal di Indonesia sebenarnya hukum mengenai perlindungan hewan sudah dijelaskan secara tertulis dalam KUHP 302: 406: 170: 540 yang menyatakan bahwa mereka yang melakukan kekerasan pada hewan seperti penusukan, pencekikan, mapun pembuangan hewan dapat terjerat hukuman penjara maksimal 12 tahun. Selain itu, di dalam UU No. 18 Tahun 2009 pasal 66-67 juga menjelaskan tentang kesejahteraan hewan, bahkan pada pasal 66 ayat (1) ditekankan bahwa  “Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan”. Sedangkan yang dimaksudkan dengan perlakukan hewan secara wajar ialah menghindari dari segala tindakan yang berujung pada penganiayaan dan penyalahgunaan.

Namun sayang, tingkat kesadaraan serta kepedulian masyarakat di Indonesia yang masih kurang terhadap kesejahteraan hewan, membuat hukum di Indonesia belum dapat berjalan dengan semestinya.

Banyak sekali berita yang viral di media sosial mengenai anjing kucing di Indonesia yang menjadi korban kejahatan manusia, mungkin kamu masih ingat tentang dua mahasiswa di Surabaya yang sengaja menendang kucing hingga masuk ke dalam air? Atau seorang gadis yang tidak mengetahui bahwa selama ini dirinya sering memburu serta menjadikan kucing hutan sebagai makanannya? Dan masih banyak lagi foto-foto kucing maupun anjing yang menjadi korban dari kekejaman manusia hingga kita sendiri tidak mampu untuk melihatnya.

Sebuah hasil riset dari humanesociety.org menunjukkan hasil yang mengejutkan, bahwa 71%-83% wanita yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh pasangannya, mereka mengakui bahwa pasangannya tersebut juga melakukan hal yang sama terhadap hewan peliharaan di rumah, (Duh.. Cara yang bagus nih untuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih pasangan) dan 88% kekerasan pada hewan juga terjadi di keluarga yang menerapkan tindak kekerasan terhadap anak mereka.

Kekerasan pada hewan di Indonesia akan terus terjadi apabila kita hanya diam saja tanpa melakukan apapun. Berikut ada 5 langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk membantu mengurangi jumlah hewan yang menjadi korban kekejaman manusia dan mensejahterakan mereka.

1. Menyadari akan tindakan yang dilakukan selama ini kepada sahabat bulu di sekitar kita, merupakan awal kesejahteraan mereka

Sharing is Caring via http://gratisography.com

Memang terkadang tingkah laku sahabat bulu kita ini menjengkelkan, mulai dari mengambil makanan di meja makan, menggigiti barang kesayangan kita, atau membuat isi rumah seperti kapal pecah ketika kita sedang keluar rumah sebentar. Belum lagi, sebagian dari kita yang takut atau tidak suka akan kucing dan anjing biasanya akan langsung mengeluarkan “jurus” ampuhnya untuk mengusir hewan tersebut. Tapi, bukan berarti ketika kita mengajari atau memberi peringatan kepada mereka dengan menggunakan kekerasan yaa seperti memukul dengan alat, menendang tubuh hewan hingga menimbulkan rasa sakit atau menyebabkan cacat pada salah satu bagian tubuh hewan tersebut, atau membiarkan mereka kelaparan atau kedinginan karena tinggal di luar rumah.

thelastchancesanctuary.com menjelaskan bahwa ada tiga alasan utama mengapa manusia melakukan tindak kekerasan terhadap hewan, yang paling banyak terjadi adalah selama ini banyak dari kita yang tidak sadar bahwa apa yang dilakukan terhadap hewan di sekitarnya merupakan bagian dari tindak kekerasan.

Nah, sekarang sudah ingatkah apa saja yang pernah dilakukan oleh kita selama ini terhadap kucing atau anjing terlantar di sekitar kita selama ini? Kalau dirasa memang sering tidak sadar telah menyakiti mereka, yuk sama-sama kita coba untuk kontrol diri dengan selalu ingat bahwa pada dasarnya semua makhluk hidup berhak untuk hidup bahagia seperti kita.

2. Keberanian menegur adalah kunci utama untuk memulai langkah kecil kita agar kekerasan pada hewan dapat berkurang

Advertisement

Fight for Right via http://gratisography.com

Alasan berikutnya orang melakukan kekerasan terhadap hewan adalah karena adanya keterpaksaan dari orang-orang di dekat mereka, misalnya seorang anak ditantang untuk menendang seekor kucing agar dapat bergabung ke sebuah kelompok atau ketika seseorang tertekan tapi tidak tahu harus meluapkan kemana, ia memilih hewan di dekatnya sebagai objek untuk meluapkan emosinya. Apabila kita melihat langsung kejadian tersebut atau orang-orang yang sengaja menyakiti hewan atas dasar keisengan belaka, maka langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendatangi si pelaku lalu menegurnya secara halus untuk mengingatkan mereka bahwa aktivitas yang mereka lakukan salah dan tidak patut.

Tentu saja, kita harus menyiapkan mental dan keberanian yang besar untuk terlibat dalam aksi ini.

Biasanya orang-orang melakukan kekerasan terhadap hewan akan cenderung tidak peduli apa yang sedang mereka lakukan dan tidak mendengarkan saran orang lain. Besar kemungkinan kita akan kembali dimarahi balik oleh pelaku atau ditidak acuhkan oleh mereka. Tetapi jangan khawatir, satu aksi kecil kita akan bermanfaat sangat besar bagi para sahabat bulu.

3. Mereka yang merasa malu karena ditegur oleh kita akan melakukan perlawanan, tingkatkan keberanian, lawan mereka yang mulai bertindak secara kasar

Fight for Right via http://gratisography.com

Yang terakhir alasan utama manusia melakukan kekerasan kepada hewan memang sangat menyedihkan, mereka menyakiti hewan karena mereka senang dan bertujuan ingin menunjukkan kekuatannya kepada orang lain.

Mereka memilih hewan sebagai objek penyiksaan karena mereka sadar bahwa hewan makhluk hidup yang lemah.

Kalau sudah begitu yang dapat dilakukan selanjutnya adalah berani melawan. Tidak ada cara lain apabila para pelaku kekerasan yang ditegur malah berbalik menyerang kita. Ingatkan mereka bahwa hewan yang mereka sakiti berada dalam perlindungan hukum di Indonesia yang memungkinkan mereka dapat terjerat hukuman penjara maksimal 12 tahun dan ingatkan pula bahwa semua agama mengajarkan manusia untuk hidup saling mengasihi dan melindungi sesama makhluk hidup. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk menyakiti atau menelantarkan hewan bukan?

4. Laporkan kasus penyiksaan hewan yang kamu lihat secara langsung ke komunitas pelindung hewan

Reporting The Case via http://gratisography.com

Kalau kamu khawatir untuk menegur para penyiksa hewan karena adanya resiko besar yang harus dihadapi sendirian, maka menghubungi komunitas-komunitas pelindung hewan terdekat di tempat kamu merupakan langkah yang baik. Percayalah, kemajuan teknologi dan media sosial memudahkan kamu untuk mencari tahu dimana komunitas pelindung hewan terdekat di daerah kamu. Jika kamu menjelaskan secara detail seperti apa kondisi korban dan siapa yang melakukan penyiksaan tersebut, maka mereka akan langsung membantu kamu baik dengan memberikan saran pertolongan awal yang dapat dilakukan oleh kita sebagai pelapor atau mereka akan segera datang langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi hewan.

Tidak ada salahnya juga, membagikan kabar mengenai kondisi hewan yang kamu temui melalui jejaring media sosial, karena kecepatan informasi tersebar luas di era teknologi saat ini secepat kedipan mata sehingga pertolongan pun akan datang jauh lebih cepat untuk korban.

5. Untuk kamu yang sudah siap dari segi finansial maupun mental dan memang ingin hidup bersama dengan sahabat bulu, mengapa tidak mengadopsi hewan-hewan yang terlantar agar hidup mereka jauh lebih sejahtera?

Adopt me, don’t buy via http://gratisography.com

Mengadopsi hewan terlantar merupakan langkah yang sangat baik, karena di satu sisi keinginan kamu untuk belajar merawat hewan terpenuhi, hewan yang kamu adopsi pun akan mendapatkan kesejahteraannya yang selama ini mereka harapkan.

Lalu bagaimana untuk mengetahui bahwa seekor hewan sudah bisa dikatakan sejahtera?

Ada lima asas kesejahteraan hewan yang kamu harus ketahui, yang pertama ialah bebas dari rasa lapar dan haus, kemudian bebas dari rasa ketidaknyamanan, bebas dari penyakit dan rasa sakit, bebas dari rasa takut dan tekanan, dan yang terakhir bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami. Tentu saja keputusan kamu untuk mengadopsi hewan terlantar akan meringankan tugas para komunitas pelindung hewan.

Itu tadi lima langkah sederhana yang dapat kamu lakukan untuk membantu mengurangi tindak kekerasan terhadap hewan yang dilakukan oleh manusia. Saatnya kini giliran kamu untuk memulai mensejahterakan hewan-hewan di sekitar kamu, karena hidup kita akan jauh lebih menginspirasi dan bermakna jika kita mampu berbagi kebahagiaan dengan makhluk hidup yang lainnya, siapkah kamu untuk menyuarakan harapan dan keinginan mereka agar hidup jauh lebih bahagia?