Sejak dulu, memang benar bahwa evolusi adalah topik yang kontroversial. Bagaimanapun juga, debat-debat yang membahas evolusi manusia ini berlanjut ke media-media dan individu-individu, yang akhirnya menjadi salah arti maupun tafsir. Bacalah ini untuk mengetahui apa saja miskonsepsi orang-orang yang sebenarnya benar mengenai teori evolusi.

1. Manusia berasal dari monyet

Monyet memegang keyboard via http://evolution.about.com

Belum diketahui darimana asal dari kesalahan persepsi orang-orang mengenai ini. Apakah berasal dari para pendidik yang kurang mengetahui kebenaran, atau dari media, maupun dari kebanyakan masyarakat yang mendapatkan persepsi salah, tetapi ini bukanlah hal yang benar. Manusia memang mendapat tempat yang sama di dalam taksonomi keluarga kera, seperti gorila. Juga benar bahwa kerabat terdekat dengan manusia modern kita ini adalah simpanse. Tetapi tidaklah berarti bahwa kita berevolusi dari monyet. Kita hanyalah memiliki nenek moyang yang sama dengan monyet di jaman purba dulu, yang kemudian pecah menjadi kita dan para monyet-monyet. Baca juga: Alat batu yang dibuat monyet membuat kita mempertanyakan keistimewaan kita.

2. Evolusi adalah teori bukan fakta

Bagan teori sains via http://evolution.about.com

Ini adalah miskonsepsi yang bisa dikatakan benar. Evolusi memang adalah sebuah teori. Masalahnya adalah dengan pengertian dari teori bukanlah sama dengan teori sains. Di percakapan sehari-hari, teori sama dengan yang oleh para peneliti sebut dengan hipotesis. Evolusi adalah teori sains, di mana telah di uji berkali-kali dengan banyak bukti pendukung.

Teori sains sering dianggap sebagai fakta. Jadi meskipun evolusi hanyalah sebuah teori, tetapi telah banyak bukti yang mendukung dan berkali-kali diuji secara sains. Baca juga: Teori asal usul manusia.

3. Jika kamu memercayai evolusi, kamu tidak bisa percaya pada Tuhan

Advertisement

Tidak ada sesuatu yang ada pada teori evolusi berlawanan dengan keberadaan kekuatan lain di alam semesta. Teori ini tidak melawan pengertian dari Alkitab, maupun pendapat para ahli agama yang mendukung kepercayaan penciptaan, tetapi evolusi dan sains pada umumnya tidak bisa mengambil peran dari kepercayaan yang berasal dari supernatural. Sains hanyalah sebuah jalan untuk menjelaskan dan mengamati alam. Banyak juga para peneliti mengenai evolusi memercayai Tuhan dan memiliki latar belakang religius.

Hanya karena kamu memercayai teori evolusi, tidak berarti juga kamu tidak bisa memercayai yang lain. Karena sains berarti pencarian dan ada bukti terbaru bahwa kemungkinan kita berasal dari seorang ibu yang sama di artikel lainnya yaitu bukti hawa di dunia. Baca juga: Bukti evolusi manusia.

4. Evolusi memerlukan waktu yang lama

Memang untuk kasus kita, dibutuhkan lebih dari satu generasi saja agar hasil dari perubahan evolusi tersebut nampak di mata. Tetapi untuk bakteri maupun mikroba yang regenerasinya begitu cepat, bahkan untuk berganti generasi pun memerlukan beberapa hari saja, evolusi yang terjadi pun akan semakin kentara. Seperti dengan mudahnya bakteri melawan antibiotik terbaru dan membuat kita harus terus menerus mencari-cari antibiotik tandingan.

Meskipun yang seperti saya bilang tadi, evolusi terhadap makhluk yang lebih kompleks memang membutuhkan waktu lebih. Tetapi dapat dilihat untuk perubahan manusia dalam seratus tahun ini dari pertambahan berat badan, tinggi dan warna kulit telah mengalami perubahan atau evolusi. Untuk tambahan dapat dibaca di sini Bukti evolusi manusia.

5. Tidak ada fosil yang menunjukkan transisi

Evolusi paus via http://listverse.com

Jika kamu langsung mencari perubahan dari nenek moyang dulu ke langsung modern sekarang ini. Mungkin akan terlihat gap yang sangat kentara. Padahal tidak seperti itu cara untuk melihatnya, harus bertahap karena perubahan itu tidak terjadi langsung menuju seperti yang sekarang ini. Seperti fosil paus di atas, paus tidak melulu di laut saja, tetapi nenek moyang paus malah berasal dari mamalia darat yang kemudian kembali ke laut lagi. Dilihat dari sana, bukanlah tahapan itu terlihat sangat drastis perbedaannya.