Memutar kembali memori ke masa perjuangan dahulu, perjuangan untuk merebut kemerdekaan bangsa. Siapa yang pertama kali akan kita ingat tentang perjuangannya merebut bangsa Indonesia dari tangan penjajah? Ya, sosok pahlawanannya. Keberanian, keberhasilan hingga pengorbanan merekalah yang membawa kita pada kemerdekaan yang saat ini sedang kita rasakan.

Namun benarkah kita sudah merdeka? Akan mengudara berbagai jawaban bila pertayaan ini dilemparkan kepada kaum pelajar. Mewakili perasaan anti-mainstream mereka, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak!

Saat ini kita pun tengah berjuang, bukan saja berjuang untuk meraih mimpi, membahagiakan orang tua dan keluarga, bukan. Ada perjuangan yang bisa jadi tak kita sadari, bahwa kita pun melakukannya setiap waktu, bahkan dalam hitungan detik.

Jika yang kita sebut pahlawan pada masa itu adalah mereka yang masih intim dengan tumpahan darah dan tetesan keringat, tidak demikian adanya dengan pahlawan-pahlawan kekinian itu. Pahlawanan kekinian, barang kali dua kata itulah yang dapat mewakili sosok pejuang yang kini hidup di jaman milenial atau kekinian.

Mereka adalah anak-anak muda yang katanya selalu update, mengenai penampilan, gaya hidup, pergaulan, hingga berita-berita yang viral di sosial medial mereka tak pernah ketinggalan. Dalam pikiran mereka dipenuhi oleh ‘perang-perang’ mengalahakan kaum hits ala anak muda, agar terkean sejajar dengan kaum hits’er (sebutan bagi anak-anak hits) tersebut.

Mulai dari fashion yang terus berkembang setiap saat, dan ‘kudu’ updatenya mereka (pahlawan kekinian) untuk punya lalu menancapkan “bambu runcing” di depan para follower’s hits mereka di sosial media, hingga tak jarang menimbulkan sambutan yang bak letusan meriam untuk mengikutinya kembali. Kemudian jadilah hal tersebut sebagai sebuah trend dikalangan anak muda. Membludaklah foto-foto kekinian mereka bersama produk orang.

Bukan itu saja, hal terkecil seperti makanan contohnya. Siapa sangka, kebutuhan dasar manusia itu dapat dijadikan sebagai alat perang para pahlawan kekinian. Di dunia bisnis, ada yang berlomba untuk menciptakan panganan khas yang berbeda dari biasanya, sementara di kalangan kaum hits'er mereka justru berlomba untuk mengajarkan kepada anak muda lainnya untuk menjadi konsumtif, contohnya dengan ikut membeli lalu mengunggahnya ke laman media sosial.

Sah-sah saja kalau sebagian uang hasil pembelian mereka itu akan didonasikan ke saudara-saudara yang kekurangan atau membutuhkan, nah kalau justru sudah jadi gengsi bagi mereka gimana? Bisa-bisa uang jajan tiap hari nambah dong. Hiks. Boleh saja, asal uang jajannya hasil keringat halal sendiri ya. Bukan ‘nodong’ sama orang tua yang sekaligus buat bayarin pacar. Mendingan ditabung, malah bisa buka usaha makanan hits lainnya kan? Haha.

Sah-sah saja mengikuti perkembangan jaman, namun apa salahnya kita tak hanya sibuk merebut jempol ‘rakyat’ muda lainnya sebagai pahlawan kekinian, tetapi kitalah yang harusnya berjuang menciptakan trend itu. Memamerkannya pada khalayak dan dunia, agar kaum hits’er tahu kekayaan sejati yang kita miliki.

Hayo, sebelum orang luar yang memulai dan mengakuinya ya. Bukan sekadar ikut-ikutan demi menjadi pahlawan kekinian yang berjuang membela produk luar bahkan, juga berjuang untuk menjadi yang pertama viral dengan produk kekinian, atau berjuang untuk melenakan diri sendiri. Kasihan Indonesia, sudah dibuat malu dengan banyaknya jumlah pengangguran, mau kita tambah dengan hanya enak-enakan di luar ‘nggak’ berusaha bangkit dari keterpurukan masa millennia? Ya, keterpurukan keadaan karena kita sibuk menjadi pahlawan kekinian untuk diakui orang di media sosial.

Indonesia harus bangkit! Kita harus bangkit! Anak muda adalah tonggak yang kelak akan mengukir sejarah, bukan hanya yang pernah menjadi pemeran figuran dalam peradaban bangsa. Kita boleh suka dengan produk-produk idola kita, tapi jangan manja, guys! Jangan lantas menjadi keenakan, lalu lupa untuk bangkit dan berinovasi tadi.

Ayo kita ubah perjuangan di jaman millennia! Bukan jadi pahlawan kekinian buat gengsi saja, tapi jadilah pahlawan kekinian untuk mengharumkan negara. Banyak loh, yang bisa kita gali terkait potensi dalam diri, ya kita manfaatkan hobi yang kekinian tadi.

Kalau kita suka selfie dengan makanan anti mainstream, yuk mulai sekarang kita ciptakan sendiri makanan hasil ide anti mainstream kita sendiri. Atau bagi penggemar dunia fashion, nah banyak tuh referensi yang bisa kita ambil untuk menciptakan sebuah tren baru.

And then, masih banyak kegiatan lainnya yang bisa menunjang kita sebagai Pahlawan Kekinian yang sesungguhnya. Dengan begitu, perekonomian Indonesia akan semakin meningkat dengan berkurangnya pengangguran yang saat ini telah mencapai 7,02 juta orang, dibarengi dengan melejitnya potensi dan kreatifitas karyawan atau sumber daya manusia lainnya.

Selamat mencoba, Pahlawan Kekinian. Semoga jadi kebanggaan negara, ya!

1. Hei, Pahlawan Kekinian! Pamerin Poto Hits Hasil Karya Kamu Yuk.

Pahlawan Kekinian via https://www.facebook.com

Biar nggak melulu tentang perjuanganmu untuk hits bersama produk orang lain yang cukup menguras isi dompetmu, coba dong kamu juga bikin yang lebih inovatif seperti donut ini. Donut Pelangi misalnya. Yuk! you can browse how to make it from Google, atau tanya mama di dapur, bisa juga ngajak temen untuk join bareng di usahamu. Kalau nggak mau gitu, bisa minta resep dari temenmu yang anak Tata Boga atau yang sudah biasa dan handal bikin-bikinan yang begituan (donut).

2. Desaigner Muda dan Karya

http://www.genmuda.com/pahlawan-kekinian-yang-sebarin-nama-indonesia-di-kancah-internasional/ via http://www.genmuda.com

Nih, sebelum kamu update dengan hasil karya orang lain, kamu juga harus belajar untuk memulai berkarya. Contohnya, kamu suka ngikutin perkembangan fashion, jadiin deh bentuk kreatifitasmu memerdekakan diri dari yang serba ikut-ikutan supaya dibilang kekinian.

3. Eksplor dan Manfaatkan Apa yang Ada di Sekitarmu

Advertisement

https://www.google.co.id/anak+hits+pamer+makanan&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0ahUKEwiPoMG_orPVAhXCvY8KHXvQCykQsAQIJA#imgrc=aKQWvGhCuu6ttM: via https://www.google.co.id

Buat kamu para remaja, nggak harus ke luar negeri ataupun maksa orang tua buat  memberikan izin kamu jalan sama temen-temenmu yang hits itu, ke tempat-tempat yang bisa bikin kamu ikutan hits juga. Kalau kamu sendiri nggak tahu resikonya gimana nanti disana.

Nih, manfaatkan apa yang ada di sekitarmu. Keluarkan kreatifitasmu, mainkan pesona kota atau perkampungan temat tinggal kamu! Tapi, tentu dengan izin tokoh di kampungmu dulu ya. Ajak temen-temenmu untuk menelurkan ide mereka disini, kemudian update deh di sosial media kamu!

4. Saatnya bangkit dan jadi kebanggaan negara!

https://www.google.co.id/search?q=anak+hits+pamer+baju+mahal&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0ahUKEwi128nwprPVAhVLO7wKHfaCBPUQsAQIJA&biw=1137&bih=505#imgrc=nayna30iWk4cqM: via https://www.google.co.id

Saatnya bangkit dan jadi kebanggaan negara! Dengan begitu kamu nggak akan kalah deh sama pahlawan yang sesungguhnya, meski tetap mengikuti perkembangan jaman alias kekinian atau jaan millenia. Bisa menghasilkan uang jajan juga lho, asal halal.

5. Mau seperti mereka? Muda, Kaya, Berbakti Sama Orang Tua dan Agamanya, Sukses, dan Membangkitkan Ekonomi Bangsa!

https://www.google.co.id/search?q=tempat+instagramable&oq=tempat+instagramable&aqs=chrome..69i57j0l5.9376j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF-8 via https://www.google.co.id

Siapa yang nggak kenal mereka semua? Banyak rekam jejak kehidupan yang telah mereka torehkan, hingga akhirnya jadi seperti sekarang! Kamu juga harus bisa… Masih banyak waktu yang harus kau habiskan. Makanya! Jangan cuma buang dengan percuma, jangan cuma modal tampang, uang papa, dan tongkrongan, terus kamu pikir udah bisa gaya-gayaan sok kepahlawanan kekinian di sosial medial. Yuk, susun masa depan! Dan jadilah kebanggaan negara.

 

 

Gimana sudah siap jadi pahlawan kekinian yang berfaedah?