Bisnis? Memang itu jalan yang dipilih kebanyakan para lulusan sarjana saat ini. Bisa jadi karena passion, melihat bisnis teman yang sukses, atau sekedar menyalurkan hobi. Tidak sedikit untung yang diraup dari bisnis yang dijalani tersebut. Segala usaha dilakukan untuk kemakmuran bisnis, yang tentunya dengan cara halal. Bahkan harus jeli melihat peluang demi kelancaran promosi bisnis yang dijalani.

Fellas, pernah terpikir ga kalau bisnis yang dijalani tidak seindah yang dimimpikan?

Berikut beberapa suka duka yang dijalani pengusaha yang baru memulai merintis usahanya :

 

1. Modal Seadanya, dan Dipinjami Orang Tua

Uang, lagi-lagi uang

Uang, lagi-lagi uang via http://kampungwirausaha.com

Modal. Ya, ini adalah hal mendasar dari memulainya suatu bisnis. Bagi para lulusan sarjana yang dulunya masih "di bawah ketiak orang tua" tentunya masih punya tabungan yang seadanya untuk memulai bisnis. Tabungan yang kamu kumpulkan dari zaman kuliah, dari remah - remah sisa uang bulanan, akhirnya bisa kamu gunakan untuk modal awal bisnis yang akan kamu jalani.

Orang tua kamu juga mendukung kamu memulai bisnis dengan memberikan tambahan modal, walaupun kamu merasa tidak ingin membebani orang tuamu lagi, tapi karena kamu anak yang berbakti, kamu menuruti keinginan orang tuamu tersebut. Padahal emang butuh juga sih...

2. Belum Bisa Nyewa Toko, Mulai dari Online Shop Dulu

Yuk, bikin online shop!

Yuk, bikin online shop! via https://scontent.cdninstagram.com

Lagi - lagi karena modal yang kamu punya belum begitu besar, akhirnya kamu belum bisa menyewa toko untuk kelangsungan bisnismu. Ga masalah kok! Di zaman yang serba technology supported ini,masih banyak cara yang kamu gunakan demi berlangsungnya bisnismu. Salah satunya dengan bikin akun online shop kamu di social media, lalu jadi deh toko virtual kamu. Gampang kan? Cek akun kita sis...

3. Dari Online Shop sampai Bazaar to Bazaar

Setelah berlangsungnya toko virtual kamu, dari situpun kamu mulai mencari peluang lainnya untuk bisnis kamu. Dengan mencari tagar #eventbazaar di social media misalnya, kamu sudah bisa melihat kesempatan untuk nimbrung bisnis kamu di bazaar. Jangan salah lho, ini langkah yang bagus banget untuk memulai promosi bisnis kamu! Dari bazaar kamu bisa mendapatkan pelanggan tetap, dan juga menambah relasi rekan sesama pengusaha. Dan dari bazaar juga, kamu bisa promosiin bisnis kamu lebih luas cakupannya, ga hanya lewat toko virtual kamu aja. A good start!

4. Belum Berniat Pakai Pegawai

Kerja sendiri

Kerja sendiri via http://www.virgin.com

Karena kamu merasa masih mampu dengan tenagamu, kamu mengurungkan niat menggunakan pegawai dulu. Dibalik itu, sebenarnya kamu juga ingin menyimpan keuntungan dari bisnis untuk sesuatu yang lebih penting. Walaupun kamu harus lebih bekerja keras karena belum pakai pegawai, tapi kamu sangat menikmati proses bisnismu. Kamu jadi lebih tahu barang yang masuk dan keluar karena kamu mengontrol semuanya sendiri untuk bisnismu. Seru!

5. Menghadapi Berbagai Macam Pelanggan Membuatmu Lebih Sabar

Yuk, dibeli-dibeli

Yuk, dibeli-dibeli via http://ak.picdn.net

Percaya ga percaya, pelanggan yang karakternya selalu kita impikan ternyata cuma 1/100, guys. Kita menginginkan pelanggan yang baik dan ga pake nawar, tapi kenyataannya yang datang malah pelanggan yang nawarnya sadis level intermediate!

Pelanggan : "Mbak ini aksesorisnya berapa?"

Kamu : "Seratus ribu, Mbak"

Pelanggan : "Dua puluh lima ribu aja deh Mbak"

Kamu : *hah? elus dada*

Belum lagi ada pelanggan yang malah nanya barang yang ga ada, kan rada gimana gitu yah. Ada lagi pelanggan yang suka banding-bandingin barang kamu sama yang ada di pasar. 

Pelanggan : "Mbak, yang baju yang ini saya beli di pasar kemarin ga segini loh harganya, lebih murah"

Kamu : "Serius Mbak? Saya juga cek kemarin harganya malah lebih mahal, Mbak"

Pelanggan : *pura-pura budeg* "Mbak, ada jual koteka ga disini?"

Kamu : "Bu, maaf. Kita jualnya gamis............."

Macam-macam pelanggan yang kamu temui justru membuatmu lebih tahu karakter orang dan membuatmu lebih sabar, bahkan kadang kamu geli sendiri ketemu dengan pelanggan - pelanggan yang aneh. 

6. Ketika Keuntungan Datang, Saatnya Mencicil Hutang

Nyicil hutang

Nyicil hutang via http://cdn-2.tstatic.net

Hutang? Iya hutang modal yang dipinjami orang tuamu atau yang sudah kamu pinjam dari bank misalnya. Walaupun sebenarnya orang tuamu selalu bersikeras modal yang sudah diberikan tidak perlu dikembalikan, tapi kamu tetap merasa harus melunasinya. Karena kamu anak yang baik, kamu segera melunasi hutangmu dengan mencicilnya. Sadar diri aja kali ya...

7. Kamu Selalu Bersyukur dengan Bisa Menikmati Hasil Keringat Sendiri

Perasaan senang, dan selalu bersyukur selalu ada di dalam hati kamu setelah memulai bisnis. Kamu bisa merasakan jerih payahmu dengan tersenyum bangga. Dan lebih bersyukurnya lagi, kamu melakukan ini semua untuk kesejahteraan dirimu sendiri, bukan untuk atasan maupun perusahaan. Walaupun kadang waktu kerja kamu berbanding terbalik dengan yang kerja kantoran. Di saat mereka libur, kamu kerja. Karena kebanyakan event ataupun bazaar yang kamu ikuti berlangsung saat weekend ataupun tanggal merah. 

Well, begitulah suka dukanya jadi pengusaha yang baru merintis. Bener ga?