Memasuki semester-semester akhir sebagai mahasiswa, kamu pastilah sudah mulai memikirkan nasib hidupmu selanjutnya. Pekerjaan apa yang kira-kira paling bisa mengembangkan potensi dirimu? Di bidang industri apa kamu paling bisa berkontribusi? Hal-hal apa yang kiranya bisa membuatmu bahagia?

Tapi tak hanya menentukan pekerjaan paling tepat buatmu, kamu juga harus mempersiapkan mental agar lebih mudah mendapatkan tawaran pekerjaan. Kebiasaan-kebiasaan di bawah ini baiknya kamu hindari, supaya saat sudah lulus nanti, para HRD perusahaan menyadari bahwa kamu berpotensi!

 

1. Aktivitas akademik jadi satu-satunya hal yang menyibukkanmu. Tak ada ruang untuk kegiatan lain di kepalamu

nerd alert

nerd alert via http://tumblr.com

IPK kamu boleh menjulang tinggi ke langit ketujuh, tapi zaman sekarang, IPK saja tidak dapat menjamin kamu untuk dapat diterima di perusahaan yang kamu inginkan. Nilai transkrip bisa membuatmu lulus seleksi administrasi, tapi dalam proses seleksi selanjutnya, mental dan karaktermulah yang lebih dinilai. Dan pembentukan karakter ini akan lebih banyak kamu dapatkan dari aktivitas di luar kelas.

Jadi mulai sekarang, jangan ragu untuk mengikuti open recruitment kepanitiaan atau organisasi mahasiswa di kampus maupun luar kampus. Selain menambah kenalan yang menginspirasi, partisipasimu di berbagai kegiatan non-akademik ini menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang fleksibel dan mudah beradaptasi. 

2. Sebaliknya, terlalu banyak kegiatan sampai kuliah terlantar juga akan membuat perusahaan bertanya-tanya

Di sisi lain, banyak mahasiswa sekarang yang terbalik menerapkan fokus mereka. Kuliah akademik malah seolah diperlakukan seperti kegiatan organisasi, sedangkan organisasi malah dijadikan prioritas layaknya kuliah. Ada baiknya jika kamu berlatih menyeimbangkan kedua urusan ini. Setidaknya ini bisa jadi bekalmu untuk menunjukkan kelihaian membagi waktu di tempat kerja nanti.

Jangan merasa terlalu dibutuhkan oleh suatu organisasi mahasiswa, karena jika kamu meninggalkan mereka pastilah mereka akan menemukan penggantimu. Jangan juga asal mendaftar ke semua organisasi karena fokusmu akan terbagi. CV kamu oke sih panjang banget, tapi perusahaan juga melihat konsistensi dan relevansi aktivitas kamu terhadap job desk yang akan kamu lakoni nanti.

3. Makan sembarangan. Percaya atau tidak, banyak pelamar yang gagal karena alasan kesehatan

Okelah CV kamu kece, IPK kamu pun kece. Tapi, siap-siap aja berakhir dengan ditolak karena sejarah kesehatanmu yang buruk. Eits, jangan sepelekan hal ini karena kenyataannya kasus penolakan karena alasan kesehatan banyak terjadi. Seumur kita, ternyata banyak juga yang menderita kolesterol tinggi dan maag. Bagi perusahaan-perusahaan besar dan bank, ini nilai minus yang harus dihindari.

Kamu memang anak kost, tapi usahakanlah agar makananmu tidak terus-terusan mie instan dan gorengan. Lebih baik mengandalkan sup dan sayuran yang sama murahnya, tapi berkali-kali lipat nilai kesehatannya.

4. Jadi penyendiri juga tak boleh berlebihan. Baiknya, akrabkanlah dirimu dengan beberapa kawan

Solitude is bliss, terkadang. Tapi, sifat penyendiri sampai kesulitan berkomunikasi akan membuat hubunganmu di tempat kerja tidak lancar. Meski sekarang kamu belum punya pengalaman, cukuplah tahu bahwa dunia kerja adalah dunia yang penuh gesekan dan kepentingan. Di sini, kamu tidak akan selamat jika terus-menerus sendiri. Kamu harus aktif bersosialisasi mencari relasi dan koneksi.

Hadapi kenyataannya aja, kamu tidak akan pernah tahu teman-temanmu kelak akan menjadi siapa. Siapa tahu 'kan, teman-teman kamu sekarang akan membawa kamu pada kesempatan-kesempatan yang membantu kamu dalam mencapai pekerjaan impianmu? Namanya juga sesama teman, apa salahnya sih saling membantu?

5. Kebiasaan pilih-pilih teman juga mesti disingkirkan. Semua orang di kampusmu itu potensial!

Ah, dan juga jangan sampai kamu membatasi dirimu pada sekelompok teman tertentu. Ketika SMP atau SMA mungkin istilah geng udah familiar banget. Tapi ketika kuliah, kamu harus belajar membangun hubungan dengan siapapun. Belajar terbuka namun tetap bijaksana. Karena hanya dengan begini, pikiranmu bisa terbuka dan mentalmu akan siap menyambut keberagaman di tempat kerja.

6. Jangan juga hanya berorientasi soal gaji. Sebagai fresh graduate, jadilah rendah hati

money oriented

money oriented via http://www.aei.org

Tidak jarang di antara kita ada yang hanya berorientasi pada gaji dalam memilih pekerjaan. Padahal belum tentu kita memiliki ketertarikan atau bahkan kapabilitas dalam bidang tersebut. Kamu merasa, selama pekerjaan tersebut menawarkan gaji yang menggiurkan, kamu perlu mengambil kesempatan tersebut. Padahal akhirnya, kalaupun kamu diterima, kamu tidak akan nyaman dan tidak dapat memberikan performa yang terbaik untuk perusahaan.

7. Yang paling fatal: menganggur dulu setelah resmi jadi wisudawan

Ini dia musuh terbesar! Mungkin kamu lelah dengan segala tekanan yang kamu alami selama ini. Capek, belajar mulu dari TK hingga kuliah. Kamu pun memutuskan untuk menghadiahi dirimu dengan take a break selama berbulan-bulan sampai satu tahun. Tapi tahukah kamu, ini dapat menjadi batu sandungan terbesar? Ketika kamu memutuskan untuk mencari kerja setelah nganggur beberapa waktu, perusahaan akan sulit melihat kredibilitas kamu. Mereka akan mempertanyakan status pengangguranmu tersebut. "Lho, kok baru nyari-nyari kerja? Kemarin ke mana aja?" "Ooh, di rumah aja ya?" Otomatis, nilaimu di mata perusahaan akan menurun. Sudahlah kamu tidak lagi benar-benar "fresh" graduate, pengalaman kerjamu masih nol besar karena selama ini tak pernah mencoba melakukan apa-apa.

 

Nah, itu tadi kebiasaan-kebiasaan yang sejak sekarang baiknya kamu hindari. Bukan untuk menakut-nakuti, justru ini demi membantumu lebih siap nanti. Jangan sampai terlambat, karenapenyesalan memang selalu datang di kemudian hari!