Mengerjakan tugas akhir atau skripsi adalah fase krusial dalam kehidupan seorang mahasiswa. Terkadang, semangat untuk menuntaskannya pun naik-turun, seirama dengan mood dosen pebimbing yang labil  kadang mau dan tidak mau dijumpa. 

Nah, untuk mengatasi hal yang kelihatannya sepele itu, kita perlu apa yang dinamakan sebagai mood booster. Mahasiswa yang tidak jomblo, barangkali tidak memerlukan treatment berlebih untuk meningkatkan semangat juangnya dalam mengerjakan skripsi. Ya, you know lah!

Masalah serius akan dialami oleh pejuang skripsi yang masih berpegang teguh pada prinsip kesendiriannya. Karena tidak adanya tambatan hati yang setiap saat bisa menyuport kerja intelektualnya, maka satu-satunya mood booster yang bisa meninggikan atau bahkan menjatuhkan semangat ngetiknya hanyalah telepon dari ayah-bundanya.

Bagi saya, mendengarkan musik merupakan cara efektif untuk meningkatkan semangat mengerjakan skripsi. Karena yang kita lakukan adalah kerja intelektual, maka musik yang kita perdengarkan pun sepantasnya yang menunjang daya berpikir kita. 

Singkirkan nama Duo Srigala, Anang-Ashanty, dan Trio Bbur-ubur feat. Wakwaw dari daftar playlist-mu. Lekas gantikan dengan nama-nama band indie yang paling sohor Indonesia. Apa? Kamu belum tahu? Kamu belum punya? Oke, fine
Di Hipwee, saya akan memberikan saran “7 lagu indie untuk teman nggarap skripsi” secara cuma-cuma;

1. Efek Rumah Kaca ~ Jatuh Cinta Itu Biasa Saja.

Jatuh Cinta Itu Biasa Saja (ERK) via http://www.hai-online.com

Bila kamu menganggap lagu ini tidak memiliki relevansi dengan kegiatan ngetikmu, maka kamu salah. Lewat lagu ini, mas Cholil justru ingin memberi tahu kepada kamu bahwa jatuh cinta itu adalah hal yang biasa saja.

Sebab jatuh cinta itu buta, tidak bisa diprediksi. Sementara yang tampak jelas nyata di depan mata adalah jadwal SIDANG SKRIPSI dan prosesi WISUDA!

Jika jatuh cinta itu buta…

Berdua kita akan tersesat…

Selalu mencari di dalam gelap…

Lalu hati kita gelap…

2. Efek Rumah Kaca ~ Jangan Bakar Buku.

Advertisement

Kalau kamu menganggap lagu yang pertama tadi tidak relevan dan cenderung memaksakan, baiklah. Masih dari kelompok musik ERK, saya memberi saran kepada kamu untuk mendengarkan judul skripsi lagu ini.

Bagaimana? Bukankah ini anak skripsi banget, bergelimang dengan buku dan mencandu waktu. Sekadar saran, kamu bisa menyisipkan buku-buku sastra di rak bukumu. Buku-buku bergenre sastra kerap memberi kita anestesi, memberi kita elegi, dan memainkan emosi.

Itu penting, agar kamu tidak bludrek a.k.a stres gara-gara terlalu sering melihat data-data statistik dan statementstatement ilmuwan.

Karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya…

Karena setiap aksara membuka jendela dunia…

3. Eross & Okta ~ Gie.

Okta dan Eross di Pantai. via http://vimeo.com

Untuk kamu para pejuang skripsi yang selalu pulang larut malam. Untuk kamu para pejuang skripsi yang selalu bersabar menanti dosen dan tanggal ujian. Untuk kamu para pejuang skripsi yang selalu mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan penelitian yang sudah kamu lontarkan.

Maka, mendengarkan salah satu ost. dari Film GIE ini adalah pilihan yang bijak. Sebijak pilihan Soe Hok Gie yang memilih naik gunung dan mati muda.

Akan aku telusuri…

Jalan yang setapak ini…

Semoga kutemukan jawaban…

4. Sore ~ Somos Libres.

Saya teringat salah satu artikel di Hipwee yang kurang lebih membahas tentang laku “Memantaskan Diri”. Dalam artikel itu kamu-kamu yang belum laku alias jomblo, disarankan untuk tidak terlalu memikirkan perkara jodoh. Daripada kamu terus memikirkan perkara cinta yang deritanya tiada akhir, lebih baik kamu menuntaskan dulu kewajiban-kewajibanmu. Dalam hal ini misalnya menuntaskan tugas akhirmu.

Momen setelah sidang skripsi memang identik dengan apa yang namanya kebebasan. Lha, bagaimana tidak, dengan melewati momen itu kita seperti sedang terlepas dari jeratan birokrasi kampus dan segala hal yang meliputinya.

Nah, untuk lekas mencapai masa-masa tersebut kamu tidak perlu gugup. Lekas putar lagu Somos Libres milik band Sore yang semua personelnya kidal ini.

Selagi kita berjuang meraih bahaya…

Pero…

Somos libres siempre solamente por tu va

5. Mocca ~ Telephone

Mocca. via http://youtube.com

Lagu ini memang ndak ada relevansinya sama sekali dengan jagat pengetikan skripsi. Namun, lagunya yang easy listening, empuk dan renyah, sangat cocok buat kamu para pejuang skripsi yang ingin meningkatkan daya konsentrasi.

Tapi jangan terlalu sering juga kamu mendengar lagu Mocca ini, alih-alih meningkatkan konsentrasi, kamu malah bisa tertidur pulas nantinya.

I don’t want to hear your excuse…

Bla…bla…bla…

Cause it all makes my day…

Turn to gray…

6. Payung Teduh ~ Resah.

Payung Teduh via http://youtube.com

Mendengar lagu yang dibawakan oleh Mohammad Istiqomah Djamad dkk ini, kamu akan di bawa pada nostalgia suasana tahun 60’an. Kamu, wahai para pejuang skripsi tiba-tiba akan mendapati daun berguguran saat menuju ruang dosen pembimbingmu. Hatimu akan resah dan gelisah, menanti-nanti bagaimana ekspresi dosenmu ketika membaca revisianmu.

Aku menunggu dengan sabar…

Di atas sini, melayang-layang…

Tergoyang angin, menantikan tubuh itu…

7. Float ~ Pulang

Float Band. via http://musii.co

Sebagai penutup, saya menyarankan kamu untuk mendengar lagu yang menjadi ost. film Tiga Hari untuk Selamanya ini. Kamu, wahai para pejuang skripsi, tentunya ingin lekas mentas dari kampus, ingin lekas pulang untuk memberi undangan wisuda kepada kedua orangtuamu, ingin lekas membuat rancangan masa depan, bersama pasangan maupun dalam kesendirian.

Dan lalu…

Sekitarku tak mungkin lagi kini…

Meringankan lara…

Bawa aku pulang, rindu…

Segera…

Apa lagi yang kamu tunggu? Lekas hidupkan note book mu, seduh segelas kopi sachet-an, dan kerjakan kewajibanmu dengan penuh rasa senang.