Facebook menjadi media social yang paling popular di Indonesia, dan Indonesia berada di posisi 4 dunia dalam jumlah penggunanya yaitu sekitar 60.3 juta. Sebagai media social yang paling popular, sebagian besar orang lebih banyak memposting baik status maupun informasi di media tersebut. Facebook ternyata bisa menjadi ajang untuk melihat kepribadian seseorang. Seperti hasil penelitian yang baru-baru ini dilakukan, dilansir dari Dailymail. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mereka yang berprestasi di universitasnya, cenderung lebih merasakan cemburu di Facebook.

Fakta seru ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Denise Friedman, seorang profesor psikologi di Roanoke College Salem, Virginia, AS. Penelitian melibatkan beberapa mahasiswa yang diminta untuk membayangkan sebuah skenario hipotesis yang berbeda di Facebook. Sebuah studi dilakukan terhadap beberapa mahasiswa yang diminta untuk membayangkan seandainya mereka  sedang dalam situasi tidak sengaja memergoki pesan pribadi dari lawan jenis lain pada pasangannya. Hasilnya, banyak mahasiswa yang lebih pintar dengan kecerdasan di atas rata-rata, mengatakan bahwa mereka akan cemburu. Menurut Friedman, orang-orang yang memiliki IPK tinggi cenderung memiliki kepribadian obsesif dan mudah cemburu.

1. Adakah hubungan antara kecerdasan dengan tingkat keeemburuan seseorang?

orang dengan kecerdasan tinggi lebih mudah cemburu via http://study-hack.com

Agaknya kecemburuan yang lebih tinggi pada orang yang lebih cerdas merujuk pada mind set tentang kesempurnaan diri mereka. Orang yang cerdas cenderung lebih teliti dan perfeksionis. Mereka menganggap diri mereka sempurna, sehingga tak seharusnya pasangan menoleh pada orang lain. Atau bisa jadi karena ketelitiannya dalam menganalisis berbagai hal membuat mereka lebih mencurigai sampai detail hal hal yang dilakukan pasangannya di media social.

2. Perbedaan kecemburuan antara pria dan wanita

Perbedaan kecemburuan antara pria dan wanita via http://www.funi-lists.com

Berdasarkan penelitian, ada perbedaan kecemburuan antara pria dan wanita. Pria umunya lebih cenderung cemburu pada gender lawan bicara pasangannya. Sementara wanita lebih cemburu dengan emoticon yang digunakan pasangannya saat berkomunikasi dengan lawan jenis lainnya. Bagi wanita, emoticon yang digunakan bisa berarti ada ketertarikan atau perhatian dengan lawan bicaranya. Mungkin karena wanita lebih mengandalkan perasaannya sehingga kadang sebuah emoticon saja bisa menyulut kecemburuan dalam dirinya. Sedangkan pada pria, mereka lebih mengandalkan logika sehingga rasa cemburu biasanya hadir apabila pasangannya terlihat akrab dengan pengguna lain yang berbeda gender.

3. Cemburu itu fitrah

Advertisement

cemburu itu fitrah via http://4.bp.blogspot.com

Cemburu itu lumrah dalam setiap hubungan. Bahkan banyak yang mengibaratkan bahwa cemburu itu bumbunya cinta. Kadang hal itu perlu agar pasangan kita tau bahwa kita menyayangi dan memiliki rasa takut kehilangan. Dan faktanya, orang dengan kecerdasan yang lebih memiliki tingkat cemburu yang lebih besar, karena rasa perfeksionis yang menyebabkan kita merasa lebih baik dan tidak selayaknya pasangan kita menomorduakan atau memberikan perhatian yang lebih kepada orang lain. Dan sifat teliti yang kadang membuat hal sederhana menjadi detail detail yang perlu dicurigai.

4. Hindarilah perasaan cemburu berlebihan

Hindarilah perasaan cemburu berlebihan via http://media.viva.co.id

Cemburu itu wajar, namun sebisa mungkin, hindari perasaan cemburu berlebihan, apalagi di jejaring sosial. Karena jika kita tidak bisa memanage rasa cemburu dengan baik, bisa jadi hal itu malah menjadi boomerang bagi hubungan kita. Setiap manusia dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing masing. Sehebat apapun lawan jenis yang akrab di media social miliknya, jika dia mencintai kita, sudah pasti kita menjadi prioritasnya. Keakraban pasangan dengan lawan jenis lain bukan berarti cinta, yakinlah bahwa itu hanyalah salah satu caranya untuk bersosialisasi. Bukankah kita juga perlu besosialisasi dengan orang lain? Jadi, yakinlah, percayalah pada pasangan kita..

5. Positive thinking

selalu berpikiran posistive via http://50.28.50.60

Fokuslah pada hubungan kita. Jadikan media social hanya sebagai ajang bersosialisasi. Yakinlah hanya ada kata “kita” dalam sebuah hubungan. Dia, dia dan dia hanyalah pemain figuran yang melengkapi episode hubungan kita, kehadirannya sama sekali tidak mempengaruhi “kita” sebagai tokoh utamanya.

Ingat, selalu ber-positive thinking terhadap pasangan dengan berlandaskan rasa saling percaya…