Beberapa hari yang lalu, penulis berkesempatam mengunjungi Madura untuk menghadiri acara resepsi pernikahan teman sewaktu masih berkuliah. Sudah kali keempat, penulis mengunjungi Pulau kecil yang masih dalam lingkup Provinsi Jawa Timur ini. Dari hasil kunjungan itu, penulis ingin membagikan ‘oleh-oleh’ kepada pembaca sekalian. Bertepatan dengan momen liburan, diharapkan ‘oleh-oleh’ ini bisa menjadi rujukan bagi Pembaca yang saat ini sedang bingung untuk menghabiskan waktu liburanya. Berikut ini ‘oleh-olehnya’.

1. Ber-snorkeling di Pulau Gili Labak

Salah Satu Sudut Pemandangan di Pulau Gili Labak via https://web.facebook.com

Secara geografis, Madura memiliki banyak pulau-pulau kecil yang masih dalam teritorialnya. Dari sekian banyak pulau-pulau kecil itu, ada satu pulau yang sempat booming yaitu Gili Labak. Booming-nya Gili Labak, tidak lepas dari peran media sosial yang memuat gambar pemandangan Indah Gili Labak: pantai yang bersih, air yang jernih dan pasirnya yang putih.

Bagi Pembaca yang gemar dengan wisata pantai, silahkan masukan Gili Labak kedalam daftar kunjungan. Biaya yang harus dikeluarkan (pada waktu itu) sekitar 700-800 ribu untuk menyewa satu kapal, dan untuk satu kapal bisa diisi 10-15 orang (tergantung ukuran kapal dan kesepakatan dengan pemilik kapal). Biaya sewa itu sudah termasuk peralatan untuk snorkeling.

Untuk bisa sampai ke Gili Labak, khususnya bagi pembaca yang berdomisili di Surabaya, perjalanan yang harus ditempuh sekitar 6 jam. Perjalanan itu meliputi: perjalanan dari Surabaya menuju Sumenep (sekitar 4 jam [tergantung situasi dan kondisi]), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dari Sumenep (Pelabuhan Kali Anget) menuju Pulau Gili Labak –sebatas ingatan penulis- hampir 2 jam perjalanan.

Advertisement

Sedikit saran bagi pembaca yang ingin berkunjung ke Gili Labak, usahakan mengajak kerabat atau teman yang berasal dari Madura. Hal ini bertujuan agar Pembaca tidak tersesat. Sedikit tambahan, usahakan setelah sampai di Sumenep, jangan langsung menyebrang menuju Gili Labak, karena….. capek, lah. Carilah penginapan untuk beristirahat. Banyak penginapan-penginanapan di daereah Sumenep yang menawarkan harga yang murah. Seperti pengalaman penulis sebelumnya, dengan harga 85 ribu per-hari, penulis sudah mendapatkan kamar dengan dua tempat tidur, kamar mandi dalam, TV, dan pendingin ruangan.

2. Menikmati Gurihnya Bebek Songkem

Bebek Songkem via https://web.facebook.com

Bosan dengan olahan bebek yang itu-itu saja, silahkan kunjungi rumah makan Bebek Songkem. Salah satu rumah makan yang menyediakan Bebek Songkem terletak di Bangkalan. Olahan Bebek Songkem terbilang unik. Jika biasanya, Bebek disajikan dengan cara digoreng, maka Bebek songkem diolah dengan cara dikukus. Bebek Songkem diklaim oleh pemiliknya, merupakan olahan Bebek yang sehat, karena tidak digoreng dan tidak mengandung kolesterol. “Olahan Bebek yang Dianjurkan Para Dokter,” Begitu kira-kira kata-kata yang dicantumkan pada papan baliho yang terletak di pelataran parkir rumah makan ini.

Untuk satu porsi bebek songkem yang berisi: satu potongan besar (dada, paha, atau sayap bebek), nasi putih dan sambal mangga, pengunjung harus merogoh kantong sekitar dua puluh ribu. Tapi, bagi kalian yang datang rame-rame, kalian bisa pesan satu ekor, harganya sekitar enam puluh ribu. Satu ekor bisa untuk 3-5 orang (tergantung orangnya juga).

3. Nongkrong di Taman Bunga

Menikmati Malam di Taman Bunga Sumenep via https://web.facebook.com

Taman Bunga sudah menjadi salah satu ikon wisata yang juga patut dikunjungi. Terletak di pusat kota Sumenep, kalau boleh Penulis ibaratkan, Taman Bungah ini seperti Taman Bungkul di Surabaya; ada pedagang kaki lima, anak muda yang sedang asyik nongkrong dan segala kegiatan yang biasa ditemui di taman kota. Tapi, terakhir kali Penulis mengunjungi tempat ini, pedagang kaki lima yang biasa menjajakan daganganya sudah tidak ada. "Demi alasan ketertiban dan renovasi tata ruang," ujar salah satu teman Penulis yang berasal dari Madura.

4. Kepuasan Lidah dan Mata di Rumah Makan Asela

Penulis Dan Teman-teman Penulis di Rumah Makan Asela via https://web.facebook.com

Ingin menikmati makanan sembari mata dimanjakan dengan pemandangan laut yang Indah? Silahkan kunjungi rumah makan Asela. Dengan hanrga yang terbilang cukup terjangkau –kisaran harga puluhan sampai yang termahal ratusan ribu- rumah makan yang terletak di Sampang ini, dijamin memberikan kepuasan lidah dan mata bagi pengunjungnya.

Dengan mengusung tema bergaya dock , rumah makan ini membuat pengunjungnya untuk betah berlama-lama. Bagaimana tidak betah? Sembari menikmati hidangan, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan laut yang terbentang luas, karena letak rumah makan ini tepat berada di pinggir laut

Saran Penulis, kunjungi rumah makan ini di sore hari, karena sembari makan atau hanya sekedar ngopi, Pembaca bisa menikmati indahnya matahari terbenam. Jangan lupa bagi Pembaca yang gemar ber-swa foto, bawalah peralatan berfoto –tongsis, fish eye, dan lainya- untuk mengabadikan momen.

5. Nasi Serpang, Wisata Kuliner Pinggir Jalan yang Menggoda

Penulis pertama kali mencicipi Nasi Serpang, ketika melakukan penelitian untuk tugas kuliah di Bangkalan, Madura. Pada, saat itu salah satu teman Penulis mengajak untuk mecari menu sarapan pagi khas Madura. Awalnya, penulis mengira teman Penuls ini akan mengajak ke suatu rumah makan, tapi perkiraan Penulis meleset. Teman Penulis justru mengajak ke kawasan alun-alun kota Bangkalan, tepatnya di kawasan pertokoan.

Di depan pertokoan yang masih tutup, terlihat beberapa pedagang makanan yang sedang menjajakan jualanya, salah satunya pedagang Nasi Serpang. Salah satu ciri dari pedagang Nasi Serpang memang lokasi berjualanya selalu berada di pinggir jalan (Tempo, 17/12/2016). Jadi, jika pembaca ingin merasakan makan di pinggir jalan, sembari menikmati segarnya udara pagi di Bangkalan, wisata kuliner Nasi Serpang bisa kalian coba.

Selain lokasinya yang selalu ada di pinggir jalan, keunikan lain Nasi Serpang terletak dari segi penyajianya. Bagaimana tidak unik, dengan harga 15 ribu, kita sudah mendapatkan beragam lauk dalam satu piring: rempeyek udang, tumis kerang, empal dan telur asin.