Kematian bukanlah sesuatu yang aku harapkan. Bukan pula sesuatu yang aku tunggu. Hanya saja aku tahu jika kematian datang aku harus siap meski saat itu aku tak tahu sedang apa. Mungkin kalian mengira aku sangat putus asa, atau bahkan cobaanku begitu banyak menerpa. Bisakah sedikit saja kalian berpikiran positif terhadap aku? Bahkan kalian pun tak mengenal aku sama sekali.

Banyak hal yang inginku sampaikan lewat tulisan ini mengapa aku ingin sekali dipanggil Rabbku terlebih dahulu dari pada orang yang aku sayangi.

1. Aku tak ingin merasakan kehilangan orang yang kusayang

Siapa yang ingin kehilangan orang yang disayang? Tentu saja tidak ada satu orang pun yang ingin merasakan namanya kehilangan, begitupun diriku. Aku tidak siap sekali ditinggal orang-orang yang aku sayang. Bahkan jika saja ada pilihan, tentu aku lebih merelakan diriku sendiri yang dipanggil kehadapan Yang Maha Kuasa. Hanya saja kita tidak pernah bisa melawan takdir.

2. Aku ingin tahu seberapa banyak orang yang merasa kehilanganku

kehilangan via http://www.google.com

Apakah kalian tahu berapa banyak orang yang akan merasa kehilangan jika kalian tidak dipanggil terlebih dahulu? Aku ingin sekali mengetahui mana yang benar-benar mencintaiku mana yang hanya berpura-pura. Mana kawan mana lawan. Mana yang bersedih mana yang bahagia. Tentu aku ingin tahu seberapa banyak orang yang akan rela mendoakan ku dengan tangisnya yang tak bisa dibendung dan rela mengantarkanku ketempat peristirahatkanku yang terakhir.

3. Karena kehilangan akan menyadarkan bahwa kehadiran sungguh sangatlah berharga

Advertisement

Jika selama ini kalian merasa kalian tidak bisa berguna untuk orang yang kalian sayang padahal kalian telah berusaha menjadi yang terbaik untuk dia maka kehilanganlah yang akan menyadarkanya. Begitupun aku, aku telah berusaha menjadi yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayang. Nyatanya terkadang aku pun malah dianggap tidak berguna, tidak dihargai atau bahkan dicaci maki. Aku tahu sekali bagaimana cara menyadarkan orang yang sama sekali tidak menganggap kita ada melalui kehilangan. Dengan begitu aku rasa penyesalanlah yang akan menyadarkan bahwa kehadiran kita memang sangatlah berharga. Bahkan aku rasa akan ada doa dimana beliau berandai-andai agar waktu bisa diputar kembali.

semoga dengan kehilanganku kau akan sadar betapa berharganya diriku..

4. Jika saja hidup terus, aku rasa dosaku pun kan menumpuk

dosa besar via http://www.google.com

Klise sekali alasan yang satu ini. Mungkin kalian akan menjudge aku sebagai manusia yang tidak bisa menghargai hidup. Tapi tidak, kalian salah. Setiap harinya aku selalu berusaha untuk tetap terus berusaha menjalankan perintahnya dan menjauhkan laranganya. Namun kau pun harus tahu, sangatlah susah menjadi suci. Untuk itu, dari pada setiap harinya aku selalu berbuat dosa lebih baik aku meminta kepada Tuhan agar Dia mengambil nyawaku secepatnya, setidaknya di hari pembalasan aku tak akan lama menahan panas dan perihnya siksa di neraka.

Biarkan kematian menjadi peristirahatanku dari dosa-dosa..

5. Kau akan lebih menghargai hidupmu

bersyukur via http://www.google.com

Jika kalian tahu kalian yang akan dipanggil Tuhanmu terlebih dahulu apakah yang akan kalian lakukan? Mungkin disini jawaban kita hampir sama. Kita akan menjaga hubungan kita kepada Allah ( Hablumminallah), dan hubungan kita kepada sesama makhluk Allah (Hablumminannas). Aku ingin menjadi sebaik-baiknya aku. Selalu taat pada perintah-Nya dan menjauhkan laranganya. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk orang yang aku sayangi. Aku akan membuat semua orang bahagia karenaku dan aku pun akan menghargai hidupku jauh lebih baik. Atau mungkin aku akan merelakan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaanku sendiri.

Dan kesimpulan dari tulisan ini, sebagai manusia kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput kita. Namun aku selalu berdoa agar akulah yang dipanggil terlebih dahulu dari pada orang yang aku sayang. Agar orang yang aku sayang mengetahui bahwa aku merelakan segalanya hanya untuk membuatnya bahagia..