Lampung...

Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata Lampung? yahh sudah ku duga kalian berfikir tentang begal dan kisruh antar warga yang mengatas namakan suku atau etsnis! Eitsss.. jangan takut, itu hanya perbuatan Oknum yang kurang memahami arti perbedaan dan pancasila 😀

Ada yang lebih asik untuk kita perbincangkan selain begal dan kisruh antar warga! Kalian perlu tau, bahwa Lampung menyimpan surganya Indonesia yang wajib jadi list travelling mu!

Yok, kita ulas satu persatu yang jadi hot list travelling di Lampung

 

1. Menara Siger, Simbol Identitas di Ujung Tenggara Lampung

Menara Siger

Menara Siger via https://www.google.co.id

Tak jauh dari Pelabuhan Bakauheni, berdiri megah sebuah bangunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Bangunan ini berdiri menjulang pada ketinggian 110 meter di atas permukaan laut dan terletak tepat menghadap gerbang masuk Pelabuhan Bakauheni. Inilah landmark Provinsi Lampung sekaligus titik kilometer nol selatan Sumatera, yang dengan penuh kebanggaan diberi nama Menara Siger. Menara Siger diresmikan oleh Gubernur Sjahroedin Z.P. pada 30 April 2008.

Menara Siger yang terletak di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan, ini memiliki bentuk yang unik dengan sembilan kerucut berwarna kuning keemasan yang berderet memanjang. Bentuk ini mengadaptasi bentuk mahkota pengantin wanita (siger) dalam adat Lampung. Sedangkan, pucuknya yang berjumlah sembilan adalah simbolisasi sembilan bahasa yang ada dalam masyarakat Lampung. Kerucut pada bagian tengah berukuran lebih besar dan lebih tinggi yang menjadi puncak dari menara ini.

Arsitektur unik menara ini dibuat oleh Ir. H. Anshori Djausal M.T., arsitek asli Lampung. Konstruksi bangunan dibuat dengan tehnik khusus yang membuatnya tahan guncangan dan terpaan angin. Tehnik yang disebut ferrocement ini adalah sistem konstruksi dengan rangka mirip jejaring laba-laba yang kokoh. Ornamen interior dan eksterior bangunan banyak mengadaptasi bentuk-bentuk dalam motif kain tapis yang juga menjadi ciri khas masyarakat Lampung.

Jika kita menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, menara ini akan terlihat dari kejauhan dan menjadi pertanda kita akan segera menginjakkan kaki di tanah Lampung. Sesampai di Bakauheni, tidak ada salahnya jika singgah sejenak di menara ini dan menikmati pemandangan indah pantai di ujung Sumatera. Jika kebetulan melintas di waktu subuh dan cuaca sedang cerah, Anda memiliki kesempatan untuk menikmati indahnya matahari terbit dari pelataran sebelah timur Menara Siger ini.

2. Teluk Kiluan, Ekowisata Berbasis Swadaya Masyarakat

Teluk Kiluan

Teluk Kiluan via https://www.google.co.id

Jika berbicara tentang Lampung dan lumba-lumba, keduanya akan membawa kita ke satu tempat, Teluk Kiluan. Reputasinya sebagai tujuan observasi lumba-lumba di alam lepas telah menyebar dari mulut ke mulut di kalangan turis mancanegara. Kiluan pun kini menjadi salah satu tujuan wisata populer di kalangan backpacker. Keberadaan objek wisata dengan rute yang cukup ekstrim ini pun mengundang rasa penasaran para pemburu eksotisme alam yang mencari pengalaman wisata yang berbeda.

Kiluan atau secara lengkap disebut Pekon (Desa) Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, ini memang menawarkan suasana yang benar-benar eksotis. Desa ini dapat dijangkau dari Bandar Lampung setelah 3-7 jam perjalanan melalui rute perbukitan yang menawarkan pemandangan yang menawan. Rute dari Bandar Lampung melewati Teluk Betung, Lempasing, Markas Komando Brigif 3 Marinir, Padang Cermin, Desa Bawang Kelumbayan, hingga tiba di Pekon Kiluan Negeri. Perasaan terbebas dari rutinitas kehidupan kota amat terasa karena desa ini belum tersentuh jaringan PLN dan jaringan telepon seluler pun baru dapat ditemui jika kita naik ke atas bukit.

Salah satu hal yang menarik dari pariwisata di Teluk Kiluan adalah peran serta masyarakat setempat yang amat dominan. Sebagian besar warga setempat menyediakan rumahnya sebagai homestay bagi para wisatawan yang datang ke Kiluan. Masyarakat setempat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan dan peternak udang lobster juga menyewakan perahu mereka untuk pengamatan lumba-lumba, snorkeling, dan memancing dengan biaya yang cukup murah. Daya tarik lainnya adalah keramahan warga yang membuat wisatawan betah berlama-lama di Kiluan.

Mengenai harga sewa penginapan dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan selama berada di Kiluan, pengunjung dapat menegosiasikannya dengan warga sekitar. Warga di sini cukup ramah dan tidak mematok harga yang kaku untuk berbagai fasilitas akomodasi dan transportasi. Tarif sewa kapal untuk pengamatan lumba-lumba atau memancing sekitar Rp250.000-450.000 per trip. Sementara, biaya homestay berkisar Rp300.000-500.000 per rumah – yang dapat menampung hingga 10 orang. 

Meskipun dikelola secara swadaya oleh masyarakat, kondisi alam Teluk Kiluan tetap terjaga dengan baik. Keasrian kawasan Kiluan yang terjaga ini tak lepas dari pengelolaan wisatanya yang berorientasi pada konsep ekowisata yang ramah lingkungan. Hal ini berkat adanya pendampingan dari Yayasan Ekowisata Cikal, salah satu LSM yang peduli dengan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Di tengah kesederhanaanya, pariwisata Kiluan pun menjelma menjadi sumber pencaharian yang menjanjikan bagi penduduk tetapi tetap mengutamakan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

3. Mengamati Atraksi Si Belalai Panjang di Pusat Konservasi Gajah Way Kambas

Gajah Sumatera sejak lama telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Pulau Sumatera. Bahkan dahulu, gajah dimanfaatkan untuk memperkuat pasukan perang pada era kesultanan. Tapi kemudian, kerusakan alam dan perburuan liar membuat populasi hewan bernama latin elephas maximus sumateraensis ini semakin menyusut. Keberadaan Pusat Konservasi Gajah (PKG) di Taman Nasional Way Kambas menjadi penting dalam mencegah kepunahan gajah Sumatera.

PKG Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu objek wisata edukasi yang terbuka bagi masyarakat luas. Di sini, pengunjung dapat belajar mengenai kehidupan gajah Sumatera dan upaya pelestarian yang perlu dilakukan untuk mencegah kepunahannya. Di sisi lain, keberadaan PKG di Taman Nasional Way Kambas menjadi wahana ekowisata yang menghibur masyarakat umum. Sambil melihat atraksi lincah dari gajah-gajah ini, masyarakat diajak untuk ikut melestarikan kehidupan alam liar.

Di PKG Taman Nasional Way Kambas, pengunjung disuguhkan berbagai atraksi menawan dari gajah-gajah terlatih yang rutin ditampilkan setiap akhir pekan. Atraksi yang ditampilkan gajah-gajah tersebut antara lain memberi hormat kepada penonton, melakukan upacara serta menaikkan bendera, berjoget, bermain bola, dan berbagai atraksi menarik lainnya. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman menaiki gajah-gajah untuk berkeliling sejenak atau melakukan tur selama 30 menit hingga 1 jam perjalanan menuju habitat gajah liar di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Selain sebagai objek ekowisata, PKG juga berfungsi sebagai sarana pengembangbiakan gajah untuk menekan penyusutan populasi mereka. Selain itu, PKG juga mengupayakan pengembalian gajah yang telah terdomestikasi ke habitat liarnya. Kini, hanya terdapat 20-40 ekor gajah di Taman Nasional Way Kambas yang tetap dibiarkan berada di kandang, sedangkan selebihnya dibiarkan hidup di alam lepas. Saat ini, jumlah keseluruhan populasi gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas diperkirakan sekitar 200 ekor.

4. Mendekatkan Diri Dengan Biota Laut di Pulau Pahawang

Pulau Pahawang

Pulau Pahawang via https://www.google.co.id

Pulau Pahawang merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segar dapat Anda nikmati di pulau ini. Sangat cocok bagi Anda yang suka bersnokeling. Bahkan di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alami yang disebut dengan Tanjung Putus. Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. Tanjung Putus hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang, jembatan alami ini akan terendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung.

Hanya dengan Rp. 450.000 kita bisa keliling seharian menghabiskan waktu dengan sahabat atau keluarga dengan mengunjungi Pulau Pahawang, Snorkling Pulau Pahawang, Pulau Kelagian, Pulau Kelagian Lunik, dan pulau-pulau disekitarnya, hanya butuh waktu 1 Jam dari pusat kota Bandar Lampung menuju ke Pelabuhan Ketapang, disana kita bisa menjumpai banyak penyewaan kapal dan snorkling. 

 

 

5. Pesona Wisata Tanjung Setia Lampung Barat Layak Jadi List Travellingmu

Pantai Tanjung Setia

Pantai Tanjung Setia via https://www.google.co.id

Ombak yang sempurna merupakan ciri khas dari Pantai Tanjung Setia, kesempurnaan di tunjukan dari ketinggian yang mencapai 6 sampai 7 meter, oleh karena itu pantai ini menjadi tujuan para selancar dari penjuru dunia,  ombak yang tinggi dipantai ini biasanya berlangsung pada bulan juni hingga agustus. Ombak yang ada tidak hanya tinggi tetapi juga memiliki panjang yang mencapai sekitar 200 meter. Menurut beberapa situs bahwa Pantai Tanjung Setia merupakan ombak yang sangat eksotis dan merupakan ombak  terbaik didunia yang diperoleh dari survey para peselancar dunia 

Walaupun pantai ini memiliki keunggulan dari ombaknya akan tetapi wisatawan yang datang masih sedikit ketimbang pantai kute yang ada dibali. Tanjung setia juga memberikan lingkungan alam yang masih  terjaga kealamianya dan pemandangan  yang menakjubkan, bila anda sore hari di tepi pantai anda akan melihat matahari tenggelam yang indah dengan deburan ombak yang menari-nari. Ditepi pantai tanjung setia terdapat pepohonan palem yang rimbun yang mengiasi pemandangan serta menambah suasana santai sembari menunggu ombak. Biasanya para wisatawan macanegara datang dan menginap sekitar 2 minggu untuk menunggu ombak dan menikmati ombak.

Pantai tanjung setia terletak di sepanjang Pantai Barat, Lampung, yang berada di dekat dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, berlokasi sekitar 273 Km atau menempuh perjalanan hingga 6-8 jam dari Bandar Lampung, di desa Tanjung Setia, Kabupaten Lampung Barat. Pantai tanjung setia ini merupakan pantai yang berada di jalur arus besar Samudera Hindia yang menjadikan pantai memiliki ombak yang relatif konstan.  Menjadi salah satu pantai yang masih jarang dikunjungi orang membuat pantai ini sebagai  salah satu pantai yang disebut mutiara tersembunyi serta faktor lokasinya yang terpencil dan strategis.

Jika anda ingin berkunjung ke Pantai Tanjung Setia anda bisa naik Bus Krui Putra dari terminal Rajabasa di Kota Bandar Lampung, anda bisa langsung turun di Pantai Tanjung Setia, untuk tarif yang mungkin anda keluarkan kisaran Rp 50-60 Ribu. Jika anda menggunakan mobil pribadi anda bisa menggunakan GPS sebagai penunjuk jalan.

6. Festival Krakatau, Momentum Eksplorasi Kekayaan Budaya dan Pariwisata Lampung

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau via https://www.google.co.id

Festival Krakatau merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat. 

Karnaval diisi dengan parade busana tradisional dari dua suku besar di Lampung, yaitu Sai Batin dan Pepadun. Ditampilkan pula kesenian topeng tradisional tupping dan sekura yang menjadi salah satu kekhasan seni tradisional Lampung. Karnaval juga dimeriahkan peragaan busana kreasi kontemporer dari bahan kain tapis. Selain itu, atraksi unik seperti parade baris berbaris polisi cilik, marching band, dan gajah-gajah dari Taman Nasional Way Kambas juga ikut meramaikan Festival Krakatau.

7. Menilik Eksotisme Peninggalan Zaman Megalitikum Taman Purbakala Pugungraharjo, Lampung Timur

Taman Pugung Raharjo

Taman Pugung Raharjo via https://www.google.co.id

Situs kepurbakalaan Pugungraharjo secara administratif berlokasi di desa Pugungraharjo, kecamatan Jabung, kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung,  serta berada pada ketinggian 80 m dari permukaan laut. Situs Pugungraharjo ditemukan pada tahun 1957 oleh penduduk setempat yang terdiri atas warga transmigran sewaktu penebangan hutan. Beberapa penebang hutan, yakni Barno Raharjo, Sardi, Karjo dan Sawal melaporkan hasil penemuan tersebut kepada Dinas Purbakala. Salah satu dari temuan awal tersebut adalah sebuah arca yang dikenal sebagai arca yang bercirikan masa klasik dan berlanggam Budhis.

8. Pesona Air Terjun Way Lalaan di Kota Agung

Air Terjun Way Lalaan

Air Terjun Way Lalaan via https://www.google.co.id

Air Terjun Way Lalaan menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Agung yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, terlebih saat hari libur. Karena memang wisata ini bisa banget untuk jadi tempat menghabiskan waktu barsama keluarga, sahabat ataupun pacar kamu.

Air Terjun Way Lalaan terletak di kaki gunung Tanggamus. Lokasinya ada di tepi Jalan Raya Kota Agung – Balimbing tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintahan Kabupaten Tanggamus. Lokasi air terjun sekitar 300 meter dari jalan raya. Setelah tiba di pintu gerbang air terjun, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni anak tangga yang jika dihitung kurang lebih ada 250 anak tangga. Lumayan bikin dengkul lemes bagi yang belum terbiasa, belum lagi nanti kalau pulang harus naik lagi menyusuri anak tangga. Tapi letih karena menuruni anak tangga bakal terbayar lunas saat sampai di lokasi air terjun, indah banget Yay-Atu!