Teruntuk calon ibu mertuaku, bisakah aku meminta restu untuk mendampingi anakmu?

Walaupun terasa masih terlalu dini untuk mengatakan ini, tapi hubungan kami yang berjalan tidak sebentar ini juga ingin memiliki jenjang ke arah yang lebih serius. Bukan hanya untuk pacaran, tapi setidaknya mendapatkan restu adalah penting untuk kelanjutan hubungan kami.

1. Biarkan aku selalu tetap berada di sampingnya dalam keadaan apapun.

kebahagiaan via http://4.bp.blogspot.com

Calon ibu mertuaku, janjilku untuk menemaninya saat dia berada di titik terendah sampai nanti dia bisa membuatmu bangga dengan kesuksesannya, aku akan selalu ada di sampingnya. Tak perlu khawatir aku akan membuatnya bersedih, karena aku akan membahagiakannya.

2. Restu dan doamu pelancar hubungan kami.

Suatu hubungan akan indah jika restu dan doamu selalu engkau berikan, bila kau tak percaya padaku. Aku akan membuatmu percaya bahwa aku bisa menjaga anakmu dengan baik.

Advertisement

Kebahagiaan hubungan ini tidak jauh dari doa restumu, yang nantinya akan membawa hubungan ini ke arah yang lebih baik..

3. Dia tidak meninggalkanmu, hanya saja saat dia dewasa dia juga butuh pendamping hidup

Tidak ada kata anak meninggalkan orangtuanya karena sudah beristri. Ketahuilah kewajiban anak adalah merawat orangtuanya. Aku tidak mengambilnya dari pelukanmu…

Suatu saat dia membutuhkan pendamping hidup, yang akan menemaninya sampai dia tua, bukankah kewajiban orangtua untuk menikahkan anaknya?

4. Untuk kesehatannya adalah prioritasku.

Tenang saja, aku sudah berusaha dan berjuang keras untuk belajar memasak. Bukan hanya untuk anakmu saja, tapi juga untukmu calon ibu mertuaku.. Aku hanya ingin berusaha menunjukkan bahwa anakmu jatuh di tangan wanita yang tepat, yang tidak akan melupakan asupan makannya seperti engkau merawatnya agar tidak sakit sejak kecil dengan memberikan makanan yang sehat untuknya…

5. Setelah menikah, bukan hanya anakmu tapi aku yang akan merawatmu kelak.

keluarga bahagia. via https://encrypted-tbn3.gstatic.com

Jangan takutkan jika anakmu hanya akan merawat istrinya, tapi aku dan anakmu yang akan menjaga dan merawatmu hingga nanti. Bukankah dua lebih baik dari satu?

Begitu hebat sebuah restu dan doa untukku saat ini, tidak meminta kemewahan pada anakmu. Aku sudah belajar mandiri agar aku tidak menyusahkan anakmu kelak. Aku belajar dan terus belajar agar aku bisa memberikan cucu yang pintar dan lucu untukmu.