Mahasiswa bangkotan, mahasiswa angkatan tua adalah beberapa julukan untuk menyebut mahasiswa yang telah menempuh semester tingkat atas. Mereka adalah mahasiswa yang tidak lagi disibukkan jadwal kuliah dan biasanya tinggal fokus mengerjakan skripsi. Namun, meskipun tidak lagi dikejar deadline tugas kuliah, presentasi dan laporan praktikum, bukan berarti kehidupan mahasiswa angkatan tua bahagia. Kehidupan perkuliahan tidak sama halnya adegan drama korea atau sinetron yang sering kamu tonton. Karena semboyan “ Kuliah tak seindah FTV” tampaknya benar adanya. Lantas, apa saja suka duka yang dirasakan mahasiswa angkatan tua?

Berikut beberapa hal yang cepat atau lambat akan kamu rasakan sebagai mahasiswa angkatan tua

 

1. 1. Mulai jarang bertemu dengan teman seangkatan di kampus.

Jika di awal perkuliahan saat menjadi MABA (Mahasiswa Baru) kamu dapat dengan mudah bertemu teman seangkatan, baik di kelas, kantin atau di perpustakaan, maka hal sebaliknya akan kamu rasakan saat menginjak semester tua. Teman seangkatan mulai jarang terlihat di kampus. Bisa dipastikan, kalian akan jarang berjumpa karena tidak lagi sekelas. Bagi mahasiswa cerdas berlabel “Cumlaude” biasanya mereka telah menghabiskan jumlah SKS mata kuliah dan saat ini tinggal mengambil skripsi.

Lantas bagaimana dengan mahasiswa lainnya? Mereka bisa dibilang tipe penyayang dan awet muda. Mengapa dianggap penyayang? Saking sayangnya dengan dosen mata kuliah tersebut, mereka rela mengulang mata kuliah tersebut untuk kedua bahkan ketiga kalinya untuk mendapat nilai persis plat kendaraan Jogja yaitu AB.

Lantas mengapa mereka awet muda? Gimana nggak awet muda, setiap hari mereka kuliah dan bergaul bareng mahasiswa angkatan di bawahnya. Syukur-syukur bisa disegani atau bahkan dikira Asdos lagi masuk kelas :D

A: Loh Mbak Sella kok masuk kelas ini?

B: Iya nih dek, biasa mendalami kembali. *padahal mah korban nilai C dari dosen hiks*

A: Oh, takira Mbak Sella asdos nya hehe

2. 2. Mulai gencar mencari part time

“Sambil menyelam minum air” adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan mahasiswa yang selain aktif kuliah, juga aktif bekerja paruh waktu. Mahasiswa tipe ini bisa dibilang mahasiswa yang tidak cocok dijadikan pacar namun cocok dijadikan pendamping hidup. Mengapa kurang cocok dijadikan pacar? Mereka adalah tipe pekerja keras yang sangat menghargai waktu. Tidak ada dalam kamus hidup mereka membuang-buang waktu dan uang hanya umtuk hal-hal yang dirasa kurang bermanfaat. So, jangan sedih ya kalau kamu sebagai pacar sering dicuekin.

A: Sayang, malam minggu keluar makan bareng yuk?

B: Wah gabisa sayang, aku minggu malem ada shift kerja lembur.

A: Yaudah, gimana kalau minggu sore ke bioskop nonton  ?

B: Ngapain nonton mahal-mahal? Ntar deh aku download filmnya kita nonton di rumah kamu aja.

A:Hemat sama pelit beda tipis ya -___- *dihapus*Iya deh, daripada uangnya buat nonton kan bisa ditabung buat prewed kita hehe *Ya kalau jodoh Mas, Mbak!*

 

Walaupun mereka bukan pacar yang bisa “selalu ada setiap waktu” kayak jargo iklan deodoran, mereka adalah tipe pasangan yang layak dipertahankan. Mereka bukan mahasiswa yang hanya bergantung pada kekayaan orang tua. Mereka telah terdidik mandiri, tekun dan tidak gengsi demi mengais rejeki. Terlebih lagi, mereka adalah pasangan yang bisa diandalkan untuk berjuang bersama. So, kamu gak perlu ragu apakah kelak pasangan kamu ini mau diajak susah senang bersama.

Tapi kamu sebangai pasangan pun harus ingat bahwasanya “Perempuan yang baik mau diajak susah, tapi pria yang baik tidak akan tega membiarkan perempuannya susah.”
 

Back to topic, mahasiswa angkatan tua biasanya akan gencar mencari lowongan part time. Penjaga toko, waitress,bar tender,sales promotion girl (SPG) adalah beberapa pekerjaan yang banyak dicari. Kamu gak perlu malu apalagi gengsi kalau saat kamu bekerja tiba-tiba bertemu dengan teman bahkan mantanmu gandeng pacar barunya makan di tempat kerjamu.

 

A: Selamat siang, ini menunya.

B: Loh Sel, kamu kerja sini. Yaelah dunia sempit ya, kenalin nih pacar aku yang baru *pamer gandeng mesra tangan pacarnya*

A:*Yaelah kenapa mesti ketemu ini cecurut sama pacarnya sih?Apes bener*

Hehe iya nih, wah selamat ya moga langgeng J. Mau pesen apa?

B: Tenderloin steak 1 sama cappuccino milkshake 1. Sayang, kamu pesen aja apapun yang kamu mau, kalau perlu yang paling mahal *pasang muka sok kaya di depan pacar barunya*

A:* Anjir sombong banget sih ini bocah, dulu pas pacaran sama aku juga paling mentok nraktir di warteg sama burjo*

Ya ampun kalian so(k) sweet banget ya, lucu deh J

B: Haha bisa aja kamu, by the way kamu udah punya pacar lagi belum setelah putus sama aku?Atau jangan-jangan belum move on? Eits just kidding loh Sel.

A: Haha udah kok, dia udah kerja di Resource Ltd. Jadinya kalau nraktir aku pakai gajinya sendiri gitu deh, gak pake duit ortunya lagi. Pacarku yang sekarang mandiri udah gitu dewasa. *emang enak gue sindir di depan pacar lo, nraktir pacar modal uang orang tua aja bangga. Hihhh*

3. 3. Mulai giat mencari dosen pembimbing

“Datang tak dijemput pulang tak diantar” adalah pepatah yang pas untuk mewakili perasaan mahasiswa ke dosen pembimbingnya yang sulit ditemui. Kesibukan sebagai tokoh penting membuat dosen tidak selalu ada di ruangan kantornya setiap hari. Bahkan ada tipe dosen yang sering melalang buana dari satu kota ke kota lainnya untuk menghadiri berbagai event atau proyek. Mulai saat itu, kamu akan merasakan susahnya nyari dosen beda tipis sama susahnya nyari jodoh. Kalau kamu yang jomblo bisa menjawab “Jodoh di tangan Allah”, kalau acc skripsi? Ya jelas di tangan dosen :D

 

Tidak jarang kamu akan dikecewakan oleh dosen pembimbing. Sama halnya gebetan yang sering memberi harapan dan janji palsu, di PHP dosen juga gak kalah sakit loh bro!

A: Siang Bapak. Saya Seilana, mahasiswa Agribisnis 2012 bimbingan bapak. Saya ingin konsultasi soal skripsi saya. Kira-kira Bapak bisa ditemui di ruangan kapan ya?

B: Besok jam 10.00 di ruang saya ya dek.

A: Baik Pak, terimakasih J

Besok paginya jam 09.45 kamu sudah berkemeja rapi duduk cantik membawa tumpukan revisi di depan kantornya. Setengah jam, satu jam, dua jam berlalu dan dosen belum juga muncul. Dalam hati berusaha berprasangka baik “Mungkin dosennya baru on the way di jalan kejebak iring-iringan pengantin Chelsea Olivia atau mungkin bannya bocor terus harus nambal ke Bekasi?” Well, kamu pun memberanikan diri sms si dosen sebelum kamu lumutan kelamaan nungguin beliau di depan ruangan.

A: Siang Pak, ini Seilana yang sudah ada janji dengan Bapak bertemu siang ini di ruangan untuk konsultasi skripsi. Kira-kira Bapak bisa saya temui jam berapa ya?

B: Maaf Mbak, pesawat saya baru aja mendarat ini di Lombok. Saya ada proyek sampai Rabu depan. Nanti bisa diagendakan lagi pertemuan berikutnya.

A: Oh iya Pak, terima kasih. *nangis guling-guling, koprol lanjut roll depan roll belakang di depan ruangan dosen*

4. 4. Mulai giat mencari pendamping wisuda

“Bagai sayur tanpa garam” adalah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan momen wisuda tanpa adanya seorang pendamping. Kamu yang masih menyandang status jomblo akan mulai menebar pesona demi cepat mendapat pasangan. Ada yang mulai “mbribik” (dalam bahasa Jawa berarti mengincar) mahasiswa angkatan baru. Ada juga yang menghubungi kembali mantan-mantan gebetan yang masih available. Sebaliknya bagi mahasiswa putri, mereka lebih tertarik pada pasangan yang sudah bekerja alias mapan. Seperti semboyan “Ijazah lanjut Ijabsah”, banyak mahasiswi yang tidak lama setelah wisuda langsung dilamar, tunangan, bahkan menikah. Untuk yang pria, gelar mahasiswa angkatan tua yang sedang giat berjuang untuk lulus, dapat memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri dengan calon mertua.

A: Denger-denger kamu udah skripsi ya dek Anggi?

B: Iya Pak, Alhamdulillah Rabu kemarin sudah SEMHAS (Seminar Hasil), minggu depan pendadaran, Agustus nanti wisuda.

A: Habis wisuda rencana mau kerja mana?

B: Ini pak, mau ngelamar di Bank Indonesia.

A: Wah baguslah, kamu bisa cepat kerja cepat nglamar anak saya. Yasudah lanjutkan ngobrolnya, Bapak mau keluar ada urusan. Diminum kopinya ya dek Anggi J

B: *giliran udah mau kerja aja dipuji-puji disuguhi kopi, dulu pas masih semester tiga saya ngapel bapak sliwer-silwer mulu di ruang tamu, paling banter disuguhi air putih, agak malem matiin lampu teras, ngode saya biar cepet pulang. Kan nyesek Om :”) *

Iya Pak, saya mohon doa nya Bapak dan sekeluarga

5. 5. Beberapa dari mereka memanfaatkan waktu luang untuk travelling

Waktu menjadi maba kamu jarang liburan dan pulang kampung karena padatnya jadwal kuliah dan praktikum. Namun saat sudah menjadi angkatan tua, kamu bisa memanfaatkan waktu luang untuk travelling. Ibarat menebus kesalahan masa lalu yang kurang hiburan dan liburan, kamu bisa menjelajah dari satu tempat wisata ke wisata lainnya. Pantai, gunung, dan wahana lain adalah alternatif yang dapat kamu pilih. Kamu nggak perlu lagi ke Gunung Rinjani sambil bawa laporan praktikum untuk dicicil dikerjakan saat udah sampai puncak. Kamu juga gak perlu bawa makalah presentasi buat ke Pantai Sundak untuk dipelajari karena besok maju presentasi.

 

Momen ini juga bisa kamu manfaatkan untuk semakin dekat dengan pasangan #Ciee

 

A: Dek, besok Sabtu naik gunung yuk bareng Abang.

B: Boleh Bang, jangankan diajak naik gunung, diajak naik ke pelaminan, adek juga rela #eeaak

 

A: Beb, kalau naik gunung jangan lupa bawa sarung tangan ya!

B: Iyalah beb, kan di gunung dingin.

A: Gak juga sih, aku gak mau aja tangan kamu lecet atau kena debu. Kasian anak-anak kita nanti, kalau mau pamit berangkat sekolah cium tangan Bapaknya, kok tangannya kasar #eeaak

 

A: Bayu, naik gunung capek gak sih?

B: Gak kok Sel, masih capekan nunggu kamu terima cintaku #kodekeras

 

juga bisa mengurangi stress akibat skripsi. Siapa tahu dengan melihat indahnya dunia, kamu bisa menemukan inspirasi baru untuk skripsimu.

 

Anak Fakultas Kedokteran pergi ke pantai, besoknya dapat inspirasi judul skripsi “Adaptasi Tubuh Manusia terhadap Suhu Ekstrim di Kawasan Pesisir Pantai Depok.”

Anak Fakultas Psikologi mendaki gunung, tiba-tiba dapat inspirasi judul skripsi “Analisis Hubungan Tingkat Emosional Seseorang dengan Kebiasaan Mendaki Gunung”

 

juga bisa buat kamu awet muda. Kalau kata Om Ridwan Kamil sih,“Orang mudah marah itu alasannya dua, kalau gak kurang piknik ya kurang selfie.”

memang asyik, tapi skripsi harus tetap jalan ya Bro!

So, why not? Liburan yuk, dunia tak sesempit layar gadgetmu! Dunia juga gak setipis lembar kertas revisian skripsimu!

 

Beberapa hal di atas adalah beberapa hal yang cepat atau lambat akan kamu rasakan. Semester boleh tua, tapi semangat kuliah gak boleh hilang. Selamat berjuang menempuh skripsi sobat! Manfaatkan momen-momen terakhir kuliah dengan sebaik-baiknya. Karena setelah masuk dunia kerja, akan banyak hal yang gak bisa kamu lakukan sama halnya pas jadi mahasiswa. Deadline tugas, kompetisi hingga padatnya jadwal kerja akan sedikit banyak membuatmu stress. Well, selamat menikmati semester tua sob!

Dariku

Mahasiswa yang baru sadar menginjak semester tua