Cinta yang salah ini berkembang begitu saja. Kita memulainya dengan tidak sengaja, namun waktu telah mengubah semua. Kita, berdua, yang kian erat satu sama lain, menyadari perbedaan yang kuat yang seringkali terabaikan. Langkah dewasa, begitu juga pemikiran yang matang, membuatku kembali berpikir apakah pantas untuk terus bersamamu, dengan perbedaan ini, dengan halang rintang yang kian pekat.

Kita terlalu berbeda. Mana mungkin bisa terus bersama?

Masih kuingat jelas perkataanmu itu, namun kini, 4 tahun berlalu, dan aku masih menggandeng tanganmu. Kamu, yang memiliki banyak perbedaan denganku.

 

1. Ketika Perbedaan Kita Tentang Keyakinan Pada Yang Maha Esa

loveindifferentreligion

loveindifferentreligion via http://www.pinterest.com

Di saat aku dan kamu masih dalam cinta yang innocent, tak pernah terpikirkan sama sekali untuk membahas hal ini. Bahkan tidak sedikit terpikirkan bahwa hubungan ini akan sampai serius seperti sekarang, bukan?

Hari demi hari berlalu, 1 tahun, 2 tahun kulewati bersamamu. Walau tahu akan perbedaan kuat ini, bungkam adalah hal yang kita lakukan selama itu. Sampai akhirnya kamu berkata..

Apa aku harus pindah keyakinan dulu ya, biar bisa terus bersamamu sampai puluhan tahun kedepan?

 Tak ingin aku melawan Tuhanmu, memaksamu untuk mengikutiku. Tapi, aku tak akan bisa kehilanganmu. Tak terhitung pertengkaran yang terjadi dalam masa dewasa kita berdua, hanya karena perbedaan keyakinan. Aku juga belum bisa mengkorbankan kesetiaanku pada Tuhan, sedari aku lahir hingga sekarang.

Kesetiaan kita bertahun-tahun pun tangguh. Namun, apakah bisa untuk terus setia bersamamu, tanpa mengkhianati Tuhan kita?

Percayalah, tiap aku menghadap Tuhanku berlutut di hadapanNya, namamu selalu ku bisikkan dari bibirku. Berharap akan ada kesempatan bagiku untuk terus disisimu, sebagai pasangan yang hanya untukmu.

2. Aku dan Kamu, dan Status Sosial yang Berbeda

princeandbeggar

princeandbeggar via http://www.pinterest.com

Seringkali ku melihat kegundahanmu ketika kuajak menemui saudara, teman sepermainan, atau keluargaku. Minder, katamu. Tidak setara, katamu.

Aku tidak sering makan di tempat semewah itu. Apa nanti kata keluarga dan teman-temanmu melihat aku yang seperti ini? Aku tidak punya baju bagus dan barang bermerk. Aku takut tidak pantas untuk kamu

Mungkin takdir mempertemukan kita berdua, mempertemukan aku padamu untuk melengkapi satu sama lain. Status sosial yang selalu mengkhawatirkanmu adalah hal yang kusukai darimu, memberimu kelebihan diantara perempuan lainnya ; Kesederhanaan.

Memang sulit menghadapinya, teman-temanku, keluargaku, lingkunganku yang berkomentar miring terhadapmu tentu tak bisa kamu abaikan. Tapi kesederhanaanmu itulah yang membuatku yakin, bahwa kamu adalah perempuan yang diberikan Tuhan untukku.

Ketidakpunyaan itulah yang akhirnya memberimu sesuatu yang lebih berharga, "kebaikan hati"

3. Usia Kita Tak Seharusnya

blackandwhite

blackandwhite via http://www.pinterest.com

Orang bilang, dalam pasangan harusnya pria yang berusia lebih tua daripada perempuan. Agar bisa melindungi, dan persamaan pemikiran yang setara dan sama dewasanya.

Aku yang 3 tahun lebih muda darimu, tahu betul kegundahanmu soal ini. Sifatku yang seringkali kekanakan dan sulit memahami, membuatmu lelah dan marah. Kedewasaanmu adalah hal yang sangat aku hargai. Aku menyadari bahwa tak seharusnya aku bermanja denganmu.

Tapi, usia mudaku ini bukanlah pertanda bahwa aku bukan pria yang tepat untukmu.

Melindungimu, berusaha memberi yang terbaik untukmu, menjaga perasaanmu, memperhatikanmu, adalah hal yang aku usahakan walau aku lebih muda darimu. Kau adalah wanita yang aku dambakan, yang tak mungkin aku sia-siakan. Dan yakin, suatu saat nanti, di usiaku yang lebih muda darimu ini, aku akan menjadi pria terbaikmu, yang menjagamu dan menyayangi sepenuhnya.

4. Orangtuaku yang Sulit Menerimamu

rainycouple

rainycouple via http://pinterest.com

Apalah arti saling cinta, jika orangtua tidak merestui.

Tanpa perlu kujelaskan, kau mengerti apa yang terjadi padamu. Ketika pertama kali kamu berjumpa dengan orang tua serta beberapa temanku, pandangan mereka yang meremehkanmu membuat kecil hati. Mengertilah bahwa setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, begitu juga dengan orang tuaku. Semua alasan kecil seperti status sosial, usia, bahkan sampai perbedaan keyakinan, merupakan alasan mereka menganggap bahwa harusnya kita tidak selama ini menjalin hubungan.

Sampai tiba saatnya aku mampu meyakinkan orang tuaku bahwa semua perbedaan itu bukan alasan untuk berpisah, justru alasan bagi kita berdua saling bersatu, aku harap kamu bisa selalu disisiku dan memberiku dukungan. Ketahuilah aku tidak akan menyerah untukmu, dan untuk meyakinkan kedua orang tuaku bahwa memang kamulah yang terbaik. Memang kamulah yang aku pilih sebagai teman hidupku selamanya.

5. Namun, Aku Percaya Kita Bisa Bersama. Selamanya.

Bertubi-tubi halang rintang yang datang menyerang, semua omongan miring dan hasutan yang datang, tidak pernah membuatku goyah sedikitpun. Karena cinta ini tumbuh mendewasa bersamamu, hanya kamu yang mampu bertahan bersamaku walau dalam keadaan apapun. Kamu yang aku sayangi, dengan kuat dan teguhnya tetap berjalan bersamaku ditengah kegundahanmu. Aku tidak merasa ragu sedikitpun, walau terkadang kamu merasa lelah dan tidak pantas untuk diriku.

Semua perbedaan selama ini diantara kita adalah salah satu hal yang sangat kusyukuri kepada Tuhan. Perbedaan ini membuatku berjuang dalam kesetiaan yang kokoh bersamamu. Cinta yang luar biasa, yang berdiri tegap menghadapi cobaan. 4 tahun yang terlewat bukti nyata bahwa cinta kita bukan hanya cinta sementara yang kebetulan terjadi. Tapi cinta yang nyata, yang tegar menghadapi segala perbedaan.

Aku begitu yakin, aku dapat melindungimu dan menjadi yang terbaik untukmu. Karena cinta itu bukan lagi hanya asmara yang menggebu-gebu saat rindu, tetapi juga keinginan dan impian indah yang ingin terwujud untukmu. Aku yakin, di tengah badai perbedaan dan masalah ini, kita akan semakin kuat menuju jalan keluar yang abadi, dimana kita memang menentukan takdir untuk selalu bersama.

Percayalah, Tuhan tidak akan membawa kita sejauh ini, tanpa suatu rencana yang indah.