Pernahkah kamu menabung di kotak kecil ? seberapa banyak? pernah nggak merasa kalau uangmu itu justru malah berkurang atau stuck segitu-gitu aja?. kalau kamu pernah mengalami hal itu, sepertinya kamu harus mengingat beberapa hal di bawah ini. 

 

1. Jangan sering diambil

kamu perlu menjaganya baik-baik *tsahh*

kamu perlu menjaganya baik-baik *tsahh* via https://www.everydollar.com

Hm, siapa hayo yang sering ngambil uangnya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit? Katanya sisa uang jajan kuliah mau ditabung? Mana? Kok gak nambah-nambah? Ya pantes, nggak nambah kalau kamu aja sering ambil uang buat kebutuhan yang kurang mendesak. Misalnya kamu mau pergi makan, hang out bareng temen. Tahan dulu deh, jangan pakai tabungan mini yang udah kamu siapkan jauh-jauh hari.

Kalau kamu kesusahan buat nahan hasrat ngambilmu itu, tulisin deh pouch atau kalengmu sama tulisan ‘tabungan nikah, haram diambil. Buat calon suami tersayang’ * biar kamu tambah semangat hihi* atau ‘tabungan akhirat, diambil hanya saat-saat tersesat’ yang bikin kamu mikir dua kali pas mau ngambil. 

2. Ingat kebutuhan yang lebih penting

ingat-ingat yaa

ingat-ingat yaa via https://www.google.co.id

Kamu sekarang pasti sudah dewasa kan dari pada jaman putih abu-abu? Nah, kamu juga pasti tahu dong kebutuhan mana yang lebih penting, mendesak, ataupun yang perlu kamu prioritaskan. Pernah juga kan sewaktu kamu mau ambil uang untuk hal yang kurang penting kamu bakal menyesal. Begitu pula saat kamu ambil uang di tabunganmu, ingat namanya aja tabungan. Ya , buat investasi masa depan bukan cuma buat uang cadangan kan?

3. Masa depan gak ada yang tahu

nggak ada yang tahu kita nanti bagaimana

nggak ada yang tahu kita nanti bagaimana via http://pinjam.co.id

What do future going on? Who knows?

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang masa depan, apa yang terjadi dan dimana kita saat itu. Bukan berdo’a yang jelek juga sih, tapi perencanaan terhadap segala kemungkinan itu perlu kan? Disini, kamu perlu menginvestasikan untuk hal tak terduga. Misal, misal aja ya kamu tiba-tiba terserang suatu penyakit dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ya, walaupun bantuan pasti akan datang ke kamu tapi setidaknya kamu bisa berlatih untuk mandiri.

4. Melatih kedewasaan

keluarga, pendidikan, rekreasi, anak de-el-el

keluarga, pendidikan, rekreasi, anak de-el-el via http://www.kuliahabroad.com

Kalau dipikir-pikir kamu yang nantinya  bakal membina rumah tangga bersama pasanganmu juga harus bijak menyikapi masalah keuangan lho. Kamu harus pintar membagi uang yang diberi oleh suamimu kelak. Mulai dari kebutuhan dapur, anak, sampai tabungan jangka panjang baik asuransi maupun kebutuhan tak terduga. Hm, puyeng kan kalau mikir keuangan pasca menikah? Nah, maka dari itu belatihlah mengatur keuanganmu sejak dini. Kamu bisa membagi ke dalam wadah atau amplop yang berbeda. Jika kamu ribet menyimpan uang tunai, bisa juga kok memplot keuangan untuk kebutuhan tertentu di bank. Intinya, kamu perlu memanage keuanganmu agar kelak disayang suami dan mertua *eh bukan* kebutuhan rumah tanggamu teratur. 

5. Jadi pasutri juga perlu nabung lho

kamu dan dia akan bersatu, ingat itu

kamu dan dia akan bersatu, ingat itu via https://fathonymuhammad.wordpress.com

Hmm.. masalah tabung-menabung memang nggak bisa lepas dari ‘pemikiran masa depan’ ya. Yap, menabung untuk menjadi pasangan halalan toyiban *macam makanan aja*.  Seandainya pun kamu mau menikah masal *yee, rame-rame...*, nggak ada salahnya juga menabung buat membeli perlengkapan untuk menikah ;). Ingat mau tidak mau kamu dan dia akan bersatu kelak. maka dari itu, persiapan dari masing-masing pihak soal keuangan harus dipikirkan mulai dari awal.