Setiap orang yang pernah patah hati, pernah gagal dalam hubungan, pasti pernah merasakan betapa sulitnya move on. Mulai dari kenangan jalan dengan si dia saat lewat tempat makan favorit, mendengarkan lagu kesukaan berdua atau bahkan seseorang yang secara tidak sengaja menyebut namanya. Berikut beberapa hal yang perlu diingat saat kamu gagal move on:

1. Kamu tidak sendiri

Percayalah, Kamu Tidak Sendiri via https://www.theodysseyonline.com

Saat tiba-tiba kamu merasa sulitnya move on, jangan terlalu mengingat kebersamaan dengan si dia yang kemarin, tapi ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Masih banyak sahabat dan keluarga yang peduli dengan kita. Mereka yang selalu akan menerima kamu apa adanya, baik kemarin, saat ini, ataupun esok hari.

Sendiri bukan berarti kamu harus merasa kesepian. Dengan sendiri kamu jadi punya waktu untuk mencintai dirimu sendiri juga untuk mengisi hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kamu lakukan, hobi misalnya. Bila sebelumnya kamu tidak sempat memanjakan dirimu dengan berlama-lama di kamar mendengarkan musik kesayangan atau membaca buku favorit, sekaranglah saatnya kamu menikmatinya.

2. Ada yang datang, ada yang pergi

Advertisement

Masih ingat ungkapan, People come people go, the best will stay? Jadi relakan saja dia yang memang telah pergi darimu. Orang akan selalu datang dan pergi dalam kehidupan kita, tapi yang terbaiklah yang tetap akan tinggal bersama kita.

Kehidupan akan selalu demikian. Seperti rumus, akan selalu ada yang datang dan akan selalu ada yang pergi. Sekuat apapun kita menahan, bila memang sudah saatnya pergi, bisa apa kita? Jadi buat apa memikirkan orang yang telah pergi? Relakanlah, lepaskanlah, ikhlaskanlah.

3. Sakit hari ini, bahagia esok hari

Bahagia itu Mudah via http://www.huffingtonpost.com

Apa yang paling menarik dari perasaan manusia? bahwa kita terkadang bisa merasakan bahagia dan sedih secara bersamaan. Mungkin kamu akan sangat sedih kehilangan seseorang yang pernah menjadi seseorang dengan nama yang selalu kamu sebutkan dalam doa panjangmu, namun seketika itu pula kamu akan bahagia menerima kenyataan bahwa Tuhan sedang mempersiapkan orang lain yang akan membuatmu bahagia.

Kemarin kita boleh bersedih, tapi esok hari, senyum kebahagiaan adalah milik kita. Kemarin kita boleh menangis pilu saat melihat foto kenangan bersamanya, namun suatu saat nanti, kita akan tertawa mengingat betapa konyolnya kita saat itu. Lalu apa yang kau tunggu? Berbahagialah.

4. Sedih pun ada deadline-nya

Beri jangka waktu untuk sedihmu via http://parade.com

Bukan hanya tugas sekolah atau kerja saja yang berurusan dengan deadline, tapi sedih juga harus punya deadline. Kamu boleh menangis sesedih-sedihnya, mendengarkan lagu segalau mungkin atau menulis diari dengan ungkapan paling dramatis sekalipun, tapi ingat setelah itu semua berlalu kita punya kehidupan nyata yang harus kita lewati.

Sedih terus menerus sampai jangka waktu yang panjang akan berimbas buruk pada kehidupan kita. Disini kita perlu memberi deadline, berapa lama kamu harus bersedih? Seminggu? Sebulan? Setahun? Berapa lama?

5. Move on adalah keputusan

Putuskan sekarang! via https://www.theodysseyonline.com

Omong kosong saat kita berkata biarlah ini mengalir, dan waktu yang akan menjawab. Kenyataanya, ada orang yang dengan mudah mengatasi kegalauan hatinya dengan terus menyibukkan diri dengan hal yang positiff, ada pula orang yang tetap merengek dan meratapi kesedihannya. Semua tergantung pada masing-masing individu, cepat atau tidaknya move on adalah soal keputusan.

Keputusan seseorang sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka. Bila kita membiarkan luka itu terus-terusan terbuka, maka luka itu bukan malah kering tapi malah semakin terbuka lebar; sulit disembuhkan. Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu move on, semua kembali ke diri kita sendiri. Putuskan sekarang, mau move on atau tidak?