Selamat pagi mentari yang sedang menghangatkan bumi 🙂

Apa kabar kamu cintaku yang jauh dan sedang kurindu.

Sungguh hingga sejauh ini perjalanan kita, belum sempat menyisihkan waktu untuk bertemu kembali.

Mungkin aku harus lebih sabar lagi untuk itu.

Dengar sayang, perlu kamu ketahui alasan alasan inilah yang membuat aku bertahan...

 

1. Kamu yang telah mengajariku untuk lebih patuh kepada Tuhanku

Banyak hal yang aku pelajari setelah saat bersama mu, belajar lebih patuh kepada Tuhanku, untuk lebih menutup auratku

Jilbab adalah salah satu syariat Islam yang bermanfaat menjaga kehormatan wanita. Seluruh aurat ditutup dari pandangan lelaki yang bukan mahram, di mana pun itu.

Oleh sebab itu,

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Katakanlah kepada para wanita beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara lelaki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, budak-budak yang mereka miliki, pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Ayat di atas merinci beberapa orang. Seorang wanita muslimah boleh melepas jilbab di hadapan mereka. Mari kita runut kembali:

Suami.

Ayah.

Ayah suami (mertua).

Putra (anak lelaki kandung).

Putra suami (anak lelaki tiri).

Saudara laki-laki.

Putra saudara lelaki (keponakan lelaki dari saudara lelaki).

Putra saudara perempuan (keponakan lelaki dari saudara perempuan).

Wanita-wanita Islam.

Budak-budak.

Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) *)

Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

2. Kamu juga menunjukkan hal sederhana untuk menyelamatkan Ayahku kelak

love my dad

love my dad via http://weheartit.com

Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menurut aurat, maka selangkah juga ayahnya hampir masuk ke neraka

3. Kamu mengatakan bahwa "senyum adalah hal yang paling indah untuk membuat kita tetap ceria"

Iya saya setuju, terkadang saya lebih tenang akan hal itu, sesederhana mungkin hidup ini untuk lebih bersyukur atas semua yang telah diberikan oleh-Nya

4. Kamu yang sudah menguatkan bahwa kita bisa jika kita mau

Dengan segala upaya, jerik payah dan tak kenal lelah juga restu dari ayah ibu dan doa yang selalu terpanjatkan bahwasannya mungkin Tuhan tidak memberikan apa yang kita mau tapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan. Lebih dari itu, anugrahNya akan selalu tercurah limpahkan bagi umat umat yang kian bersabar.

5. Kamu yang selalu mengingatkan bahwa hidupku tak selalu harus bercermin dari masa lalu

bosan membosankan

bosan membosankan via http://www.pinterest.com

Pengalaman itu adalah guru terbaik. Iya benar, namun tidak haru seperti ini jalanku, aku bisa terjatuh sewaktu waktu saat aku kehilangan kendali dan tak fokus akan masa depanku karena terbayang oleh masa lalu itu. Mungkin aku hanya perlu melihatnya sesekali bukan ?

6. Kamu yang lebih paham akan jalan ceritaku daripada diriku sendiri

Mungkin aku terlalu sibuk akan hal yang aku penting pentingkan, padahal tak semua itu baik untukku. Sama halnya akan rasa sayang dari ayah dan ibuku kamu juga ada disana, walaupun sedikit tapi aku telah merasakannya.

7. Kamu yang lebih kuat, dan kamu yang selalu bertahan

Dengan kondisi seburuk apapun, tidak pernah terlontar kata kata untuk jauh dariku, justru kamu yang kuat, kamu yang selalu bertahan.

Terima kasih untuk kamu :)