Apa yang membuat orang untuk bekerja?

Sebuah pertanyaan yang simple tapi juga menjebak, bahwa sebuah hal yang mendasar adalah karena kebutuhan.  Ada sebuah kalimat yang bertuliskan “aku bekerja karena aku anak orang miskin”. Menurut saya, itu bukan hanya menjadi sebuah dasar orang mau bekerja, baik itu bekerja di sebuah perusahaan maupun menjadi seorang pengusaha. Banyak alasan mengapa banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan.

1. Mencukupi kehidupan sehari-hari

semangat dalam bekerja untuk mencukpi hidup (koleksi pribadi) via http://www.facebook.com

Anak orang kaya sekalipun bekerja, menjadi pengusaha, dan itu dilakukan karena ingin mencukupi kebutuhan, terlebih lagi tidak ingin menyusahkan, merepotkan kedua orang tua, apalagi selepas lulus menjadi seorang sarjana. Meski terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, selalu bersabar dipanggil untuk mengikuti tes tertulis hingga tes kesehatan, semua itu dilakukan hanya ingin mencukupi kehidupan sehari-hari, dan berharap bisa mendapatkan yang lebih. Dengan bekerja, pendapatan yang diperoleh setiap bulan, sebisa mungkin tidak melebihi pengeluaran. Sebisa mungkin menghemat pengeluaran, terlebih lagi seorang perantau yang jauh dari orang tua. Ini adalah sebuah fenomena yang kerap sekali terjadi pada mahasiswa-mahasiswa yang setelah lulus menjadi sarjana lebih memilih untuk tetap merantau, dan tentu dengan alas an yang kuat, ilmu dan pengalaman.

2. Berkarya di dunia kerja

fokus saat bekerja untuk berkarya (koleksi pribadi) via http://www.facebook.com

Bekerja itu ternyata tidak hanya untuk uang, mendapatkan uang untuk sebuah kekayaan semata, melainkan mencurahkan semua ilmu yang pernah ditempuh dari kecil hingga lulus menjadi sarjana. Berkarya di bidang pekerjaan adalah sebuah alasan mengapa orang bekerja. Berkarya untuk membuat sebuah inovasi baru, atau hanya sekedar menambahi saja, adalah sesuatu yang nantinya akan menjadikan sebuah perusahaan tempat bekerja menjadi lebih baik adalah sebuah point yang sangat diimpikan setiap pekerja. Karena, setiap pekerja selalu di tuntut untuk selalu berkarya dengan inovasi baru dan memperbaiki untuk lebih baik lagi, untuk kemajuan perusahaan. Itu adalah sebuah bentuk karya yang sudah lama terkumpul selama menjalani masa-masa menuntut ilmu.

3. Bekerja tidak sesuai dengan jurusan bidang keilmuan.

Advertisement

i’m engineer via https://www.google.com

Seperti itulah dunia kerja, tuntutan untuk berkarya terus menerus dilakukan. Karena belajar lagi di dunia kerja bukan hal yang tidak mungkin. Mempelajari ilmu baru, dengan tetap mengasah ilmu yang pernah dipelajari. Justru ini adalah sebuah kesempatan untuk kita tetap dan terus belajar untuk berkarya di dunia kerja. Karena, jika kita diberi kesempatan untuk bekerja yang bukan bidang atau jurusan semasa kuliah, berarti kita di percayai dan dianggap mampu untuk bekerja di bidang baru tersebut. Dan tentunya, dengan semangat dan daya juang yang tinggi, kita giat untuk belajar untuk berkarya.

4. Bekerja untuk sebuah gengsi? Benarkah?

bangga memperkenalkan tempat bekerja via https://www.google.com

Apakah bekerja untuk sebuah gengsi? Benarkah? Jika ini selalu dalam benak, bagi saya itu salah! Meskipun mungkin kebanyakan orang yang beranggapan begitu. Karena, ketika seseorang bertanya, “bekerja dimana??” dan dengan jawaban bahwa bekerja di sebuah perusahaan yang bergengsi, itu bukan lah hal yang utama dalam bekerja. Karena memang tidaklah mudah untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi perusahaan yang memang bagus bahkan bergengsi. Tentunya, untuk meraih sebuah perusahaan yang memang baik, butuh perjuangan, dari 0, menjalani dari sebuah perusahaan yang biasa hingga yang paling top, dan dengan posisi yang terbaik.

5. Menjadi seorang pemimpin, diawali menjadi anak bawang

Menjadi seorang pemimpin, baik di dunia kerja, usaha, maupun dunia politik tidak lah mudah untuk meraihnya. Harus melewati banyak tahap, dan rintangan yang kita harus kuat. Begitu juga dalam bekerja, berawal menjadi anak bawang, hanya anak buah, hingga menjadi pemimpin yang baik adalah sebuah hal yang yang bukan tidak mungkin terjadi kepada siapapun. Didunia kerja, yang di awali dari 0, adalah sebuah masa penjajakan, masa pembelajaran bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik, kelak menjadi pemimpin. Di dunia kerja, kita bisa belajar, ketika atasan kita menghadapi sebuah masalah yang rumit, menghadapi banyak bawahan, belum lagi ditambah dengan masalah pribadi setiap orang. Belajar menghadapi saingan kerja yang sehat, dan suasana meeting yang kadang kurang kondusif karena jam meeting yang teralu lama, itulah dunia kerja.