Naik Gunung memang aktivitas yang sedang digandrungi banyak Gadis, aktivitas outdoor yang memang kini sudah menjadi lifestyle. Banyak Para Pendaki Gunung berbondong-bondong mengajak pacarnya untuk menikmati indahnya Negeri di Awan..

Inilah beberapa alasan kenapa kami tetap ingin naik gunung meski kamu larang...

1. Otak yang segar melahirkan cinta yang besar

Adek bosen sama hutan beton, bang 🙁 via https://facebook.com

Bukan hanya ikut-ikutan, kami menikmati pendakian sebagai bagian dari Kebutuhan. kami mohon kamu mengerti, kami butuh melipir sejenak dari Hutan Beton yang selama ini mengelilingi diri. Jauh dari Hiruk Pikuk Ibukota itu menenangkan. kami butuh untuk me-recharge energi. Segarnya oksigen di Gunung membuat kami tetap fresh. Otak fresh membuat hati fresh. Cinta Adek selalu besar ketika otak Adek segar, Bang 🙂

2. Adek mau mandiri, Bang..

Adek Kuat Bang, Adek Kuat… via https://facebook.com

Alih-alih belajar mandiri, kegiatan mendaki dengan pacar membuat kami justru semakin manja. Karena abang pasti tidak tega melihat kami mendaki dengan membawa daypack/carrier + matras. Percayalah, kami mampu melakukannya, bang..

3. Naik Gunung itu menyehatkan kok, Bang..

Advertisement

Oksigen tercukupi, Sehat sehat sehat ! via https://facebook.com

Naik Gunung adalah olahraga yang paling sehat lagi murah. Bagaimana tidak, untuk Naik Gunung diperlukan fisik yang sehat. Kamu akan melihat bagaimana kami menjaga kesehatan sedemikian baiknya. Fisik saja kami jaga, apalagi hati, Bang!

4. kami juga belajar Irit, bang

tung itung itung… via https://omegasoftindo.net

kebutuhan perlengkapan mendaki dan tiket menuju Gunung membuat kami mampu berpikir keras bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut tanpa mengganggu pengeluaran lainnya. Dengan Naik Gunung, kami belajar me-manage keuangan se-lihai mungkin. Kami berubah menjadi akunting handal. Istri yang baik adalah yang pandai mengatur keuangan keluarga kan, bang?

5. kami sedang mengambil lisensi menjadi istri yang baik, bang

Tidur beralaskan matras, adek rela! via https://facebook.com

Naik Gunung mengajarkan kami pentingnya menjaga kesehatan, membuat kami mandiri, menjaga kami dari pikiran-pikiran negatif dan paling penting adalah kami belajar siap untuk menjadi seseorang yang sederhana. Naik Gunung memang tidak murah, untuk persiapannya saja kami harus menyiapkan kocek yang lumayan membuat dompet kami menangis. Tapi justru itu, kami jadi belajar menabung dan pandai mengelola pengeluaran. Sesampainya di Gunung, kami rela tidur di camp tanpa kasur empuk dan guling. Kami tau, abang pasti sudah menyiapkan segalanya agar kami tidak bersusah payah berumahtangga dalam kesederhanaan, namun tidak ada salahnya kan belajar sederhana dari sekarang? Kebayang kan gimana indahnya punya istri yang kesederhanaannya ga perlu diraguin lagi kaya adek bang? :')