Banyak orang yang berbicara buruk tentang ku dibelakang sana, bahkan bisik-bisik di depan sana pun tak luput dari pandanganku.

Salahkah jika aku berusaha untuk melupakan hal yang pahit di masa lalu kemudian dengan cepat melangkah lagi dan mencari pengganti? Bukankah waktu berjalan terus sementara waktu untuk kita terbatas? Salahkah?

Aku telah melewati masa-masa sulit ketika cinta yang sangat ku harapkan ternyata bukanlah yang Tuhan gariskan. Aku tidak mengerti bagaimana cara Tuhan merumuskan perjodohan antara umat-Nya. Namun rasanya cukup adil, setelah aku merasa tersia-siakan dan akhirnya Tuhan berkenan mengabulkan doa setiap malam ku dengan membereskan tatanan hati ini untuk kemudian membuat aku kembali merasa mencintai lagi. Aku tidak mengerti. Tapi itulah yang terjadi.

Jika ada yang bertanya, sakitkah? Tentu aku akan menjawab sakit, perih, pilu. Tidak akan ada orang yang menginginkan ditinggalkan dalam keadaan penuh luka. Tapi (lagi) Tuhan dengan segala kebaikannya menghadirkan kamu dalam hidupku. Satu yang bisa ku ucap pasti:

Inilah syukur tak terbantahkanku.

 

1. Kamu mendengar, mungkin banyak yang bicara tentang kurangku. Tapi kamu meyakini dibalik itu lebihku pun tetap ada.

Kamu mengerti kekuranganku dan bisa menerima nya dengan baik

Kamu mengerti kekuranganku dan bisa menerima nya dengan baik via http://www.vemale.com

Aku tau, sayang. Dibalik kata-kata cinta yang keluar dari mulutmu, telinga mu pun juga mendengar banyak hal yang seharusnya bisa menjadi alasan besarmu untuk menjauhi bahkan berhenti mencintaiku.

Dan kamu pun menyadari, diluar sana masih banyak perempuan yang bisa mendampingi mu dengan kelayakan yang mereka miliki. Tapi kamu memilih untuk mengabaikan fakta bahwa kekuranganku adalah sebuah hal yang manusiawi dan lumrah dimiliki oleh banyak perempuan dimuka bumi.

Aku terpana, mengapa Tuhan bisa sebaik ini kepadaku, dan tidak membiarkan aku melewati semua kekacauan ini sendirian.

Kamu memilih untuk menggenggam tanganku, memapahku perlahan dan menceriakan aku. Kamu berusaha mengabaikan keegoisanmu dalam memilih pasangan. Dan bahkan kamu bisa dengan lugas berkata: “How thankful I’m to have you in my life…” kepadaku.

2. Tanpa kamu sadari, justru aku lah yang seharusnya mengatakan hal itu padamu. Betapa beruntungnya aku bisa mendapatkan perhatian terbesar dan cintamu.

Betapa beruntungnya aku dicintai oleh mu

Betapa beruntungnya aku dicintai oleh mu via http://www.skyscanner.co.id

Ketika kamu bicara dengan lantang, bahwa kamulah yang paling beruntung dalam hubungan ini, maka sepertinya kamu salah. Akulah sang pesakitan yang harusnya berkata demikian. Berada disampingmu, bersamamu, dicintai olehmu membuat aku memantapkan hati untuk menaikkan kualitas diri. Aku tidak ingin orang memandangmu sebelah mata hanya karena aku pincang disampingmu. Aku ingin menjadi bagian dari keutuhan dirimu.

Aku menemukan kita dalam keadaan baik-baik saja setiap harinya. Tidak perlu masalah kecil menjadi runyam. Tidak dibutuhkan juga rengekan tak mutu dari ku untuk menuntut perhatian berlebih darimu. Sesekali mungkin masih terdengar, tetapi kamu selalu menanggapinya dengan hati yang lapang. Tidak membiarkan sedikitpun rasa kesal menyelimutimu. Aku berjanji, akan mengurangi kadar kemanjaan tidak perlu yang memang seharusnya sudah tidak diperlukan. Demi memenangkan situasi ini, dan memenangkan cinta kita.

Tidak banyak lelaki yang bisa mengerti, bekerja keras, tidak pernah mengeluh, selalu meyayangi dan setia. Tapi ternyata lelaki seperti mu ada, dan bahagianya lagi, aku lah perempuan beruntung yang kamu cintai dengan kualitas terbaikmu.

3. Untukmu cinta adalah saling menerima, tidak pernah menuntut dan setia. Maka aku belajar hal yang sama.

Setia adalah kualitas terbaikmu

Setia adalah kualitas terbaikmu via http://news.lewatmana.com

Tidak ada manusia yang benar-benar sempurna, bahkan ketika aku berkata kamu adalah kesempurnaan yang aku dapatkan, kurangmu pun tetap ada. Sebagaimana penerimaan mu kepadaku tiada berbatas, aku melakukan hal yang sama. Bukankah kita mengerti bahwa kunci berbahagia adalah bersyukur? Jadi berada di batas mana penerimaanmu kepadaku, itulah yang akan aku lakukan kepadamu. Dan bukankah jika kita benar-benar mencintai seseorang maka kita akan berusaha menaikkan kualitas diri dengan sebaik-baiknya?

Kamu menerima aku dengan bagaimana keadaanku sekarang, dan kamu meyakini aku bahwa setia adalah salah satu yang terbaik yang bisa membuatku tenang dan bahagia. Cintamu tanpa syarat, tanpa aturan. Yang kamu tau adalah bagaimana membahagiakan aku dengan caramu yang selalu membuat aku terkesan.

4. Kita sedang menikmati hubungan yang mendewasakan, kamu mengajarkan aku mencintai yang logis dan tidak egois

You are the best gift from God

You are the best gift from God via http://www.vemale.com

Tiada ritual saling mengecek ponsel masing-masing. Kamu mempercayai aku sepenuhnya, aku pun berusaha untuk melakukan hal yang sama. Sesekali aku mengecek halaman sosial media mu dari akun ku. Tidak kutemukan hal yang harus aku khawatirkan. Dan memang hal se-childish itu tidak harus aku lakukan. Aku merasa berada dalam hubungan yang sehat, yang saling mengerti dan saling memahami.

Kamu pun mengerti, ketika pekerjaan di kantor membuatku tidak dapat membalas pesanmu. Tidak ada ratusan ping yang kamu kirimkan kepadaku hanya agar aku membalas pesanmu. Aku tetap menjalani hidupku dengan baik, aku tetap merasa dicintai dengan sebenar-benarnya cinta. 

5. Terimakasih Tuhan, dia adalah yang terbaik yang Engkau berikan

Terimakasih, Tuhan. Dia menyempurnakan aku

Terimakasih, Tuhan. Dia menyempurnakan aku via http://informasikankerservik.blogspot.co.id

Tuhan, Terimakasih untuk segala kebaikan, segala skenario terbaik dalam jalan hidupku. Aku mengerti sekarang, kehadiran-Mu memang sedekat pembuluh nadi dan seperti tarikan nafas. Engkau bersamaku dalam setiap langkah hidupku. Aku kini mencintai laki-laki ini sebaik yang ku bisa, setulus yang ku mampu. Mampukan kami dalam menjalani hubungan ini. Hindari kami dari orang-orang yang tidak menyukai hubungan ini.

Dan untukmu, Sayang, jangan berhenti menemaniku. Jadilah alarm kesalahanku, jadilah pengontrol yang baik untuk diriku, jadilah sosok yang bisa membimbingku dengan benar.

Aku mencintaimu...