Segala sesuatu yang  tak direstui memang selalu jadi ganjalan di hati. Ibarat mau makan steak tapi dilarang oleh dokter, sakit. Sama halnya dengan cinta, ketika kita merasa cocok dengan si dia, tapi orang tua melarang karena alasan yang mereka yakini. Lalu kamu bingung, hanya bisa berpasrah tunduk dan patuh sebagai anak yang berbakti pada orang tua.

Ingin berontak takut kualat, berusaha meyakinkan namun tak di acc juga. Mungkin beberapa point ini bisa membantu kamu lebih jemawa menghadapi semua.

 

1. Cinta memang tak terelakkan, di sinilah kamu belajar bahwa ada hal yang tak bisa dipaksakan

aku lelah. hiks

aku lelah. hiks via http://1.bp.blogspot.com

Beribu cara kamu lakui demi sebuah restu, langkah demi langkah terus ditapaki asal hubungan ini tetap kokoh tak tertandingi. Semua telah dilakoni, namun restu orang tua tak juga terealisasi. Sudahlah, untuk apa memaksakan keinginan hati, toh mereka lebih tau mana yang terbaik untukmu. Meskipun cinta enggan dipisahkan, jika orang tua berkata lain, kamu bisa apa?

2. Dengan adanya konflik ini, kamu jadi mawas diri dalam memilih pasangan

entahlah

entahlah via http://s5.favim.com

Orang tua punya alasan tersendiri atas penolakan yang mereka lontarkan. Menurut pandangan mereka dari pengalaman  serta kepercayaan yang mereka yakini, bila kamu tetap melanjutkan hubungan ini kemungkinan tidak akan berjalan dengan baik. Bisa saja pasanganmu itu memang tidak sebaik yang kamu pikir.  So, memilih pasangan itu harus ada bibit bebet bobotnya. Jangan asal pilih..

3. Anggap saja ini bagian dari kerikil hidup yang kelak menuntunmu ke jalan yang lebih mulus

semoga saja

semoga saja via http://3.bp.blogspot.com

Tak perlu cemas dengan apa yang usdah terjadi. Upayamu itu jelas perlu, tapi doamu diatas segalanya. Jika kamu terus berdoa meminta jalan petunjuk, nothing impossible kalau Tuhan sudah berkehendak. Orang tuamu akan berubah pikiran, dan kamu mengontongi restu yang selama ini diperjuangkan. Semoga ~

4. Masalah pelik ini menjadi usai, kamu terbebas dari hal yang memusingkan pikiran

Hidup tidak luput dari masalah, sejauh apapun kamu menghindar ia akan tetap datang  tanpa kompromi. Hadapi.. itu cara paling masuk akal ketimbang harus lari dari kenyataan. Menyudahi cinta ini mungkin satu-satunya pilihan demi terselamatnya logika. Hatimu pasti rapuh, tapi otakmu juga butuh dikasihani.

5. Berpikir realistis saja, masa depanmu sudah menunggu disana

dear my future, i'm ready

dear my future, i'm ready via http://data.whicdn.com

Sedih seolah tiada henti, meratapi kisah yang mau tak mau harus diakhiri. Pahit memang, tapi realistis sajalah. Mungkin ini cara Tuhan mendewasakanmu. Belajar tabah dari sebuah masalah, belajar ikhlas ketika cintamu harus terlepas. Percayalah, masa depanmu sudah tak sabar menantimu disana.