Unggahan tersebut Lantas menjadi Viral, banyak yang menyebutkan manusia pendek tersebut disinyalir adalah suku mante yang sudah dikabarkan Punah. Namun hingga saat ini Kebenaran akan dugaan tersebut belum bisa dipastikan keabsahannya.

Mante adalah salah satu etnik terawal yang disebut-sebut dalam legenda rakyat pernah mendiami Aceh juga termasuk dalam rumpun bangsa Melayu proto . mante bertubuh kecil, kakinya terbalik bagian jari kaki justru di belakang ,sementara tumit berada di depan, larinya kencang ,di tangannya selalu ada senjata berbahan kayu.

Yang sedang menjadi pertanyaan Apakah keberadaannya memang masih ada dan sosok yang tempat tersebut adalah benar suku mante?  Tak Hanya di Indonesia keberadaan manusia manusia Mini lainnya pun ada di seluruh penjuru dunia dan berikut ini informasinya

 

1. Suku Kunming

Selanjutnya anda akan mengunjungi Desa kerdil dan juga dijadikan sebagai desa wisata di Tiongkok. Desa ini bernama Desa kunming , di sini anda akan melihat orang-orang kerdil yang mempunyai talenta luar biasa Dian terbiasa menghibur para wisatawan yang mengunjungi Desa mereka.

Tinggi mereka tidak lebih dari 130 cm dengan usia tertua pada angka 50 tahun dan yang termuda berada pada angka 20 tahun. Desa ini menjadi tempat ideal bagi para orang kerdil karena mereka sama-sama memiliki penyakit atau gangguan pertumbuhan pada fungsi hormon pertumbuhan. latar belakang inilah yang membuat mereka kompak dan bersatu untuk menafkahi kehidupan mereka secara bersama-sama tanpa memandang kekurangan yang mereka miliki.

2. Penduduk Bolivia

Penduduk Bolivia

Penduduk Bolivia via http://log.viva.co.id

Bolivia ternyata juga termasuk dalam penduduk tidak terlalu tinggi , penduduk Bolivia memiliki tinggi rata-rata kurang dari 150 cm , Bolivia jadi masuk ke dalam negara termiskin di Amerika Selatan , gizi buruk dan perekonomian yang lemah juga menjadi salah satu faktor utama lambatnya pertumbuhan tinggi badan.

Penduduk Bolivia yang dilakukan peneliti kesehatan bukan saja yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi penduduk akan tetapi faktor genetika dan juga hormon,  bahkan statistik lahiran dari balaikota dapat menunjukkan bahwa 42% dari bayi memiliki tinggi badan pendek lahir tidak pernah berhenti beberapa negara Eropa turut berperan serta membantu menciptakan program makanan bagi perbaikan gigi anak-anak di Bolivia

3. Suku Aeta

Suku Aeta

Suku Aeta via http://log.viva.co.id

Kita kembali ke Asia Tenggara tepatnya di negeri kelahiran Manny Pacquiao petinju kebanggaan masyarakat Filipina yang terletak di pedalaman Plain itu penduduk suku ayat an juga memiliki kulit gelap rambut keriting dan mempunyai warna bola mata yang hitam dan gula darah tinggi.

Orang air yang masuk dalam usia dewasa memiliki tinggi 125 hingga 140 cm setelah itu dipercaya sebagai salah satu suku pertama masyarakat Filipina karena telah hidup selama 30000 tahun yang lalu bila dulu kehidupan suku kata berpindah-pindah atau nomaden sudah mulai menetap dan bercocok tanam beternak memancing dan menanam jamur.

4. Penduduk Yangsi Tiongkok

Penduduk Yangsi Tiongkok

Penduduk Yangsi Tiongkok via http://lifestyle.liputan6.com

Desa Yangsi di Tiongkok bagian barat daya, provinsi Sichuan, mungkin akan membuat Anda merasa seperti berada di negeri dongeng. Pasalnya, 40 persen warga di Yangsi lebih pendek dari normalnya manusia alias cebol.Yangsi dihuni 80 warga itu memiliki penghuni kurcaci sebanyak 36 orang sehingga kerap disebut "Desa Kurcaci". Bahkan yang paling tinggi pun hanya 90 cm sedangkan paling pendek adalah 60 cm.

Jumlah tersebut angkanya dianggap terlalu tinggi untuk disebut kebetulan, namun juga belum ada ilmuwan yang bisa memastikan penyebabnya.

Menurut laporan pejabat Kabupaten, penyakit aneh ditemukan pada 1951 yang korbannya digambarkan memiliki kaki pendek. Lalu sensus pada 1985 menemukan ada 119 kasus serupa terjadi di desa itu. Ternyata, penyakit ini tidak berhenti dengan diteruskan kepada generasi berikutnya.

5. SUku mante

Manusia kerdil asal indonesia adalah Suku Mante, suku yang hampir punah dan tinggal di gua-gua dan pinggir sungai di pedalaman Aceh.

Harian Kompas sempat menulis artikel mengenai keberadaan suku tersebut pada 18 Desember 1987 silam dengan judul Ditemukan Lagi, Suku Mante di Daerah Pedalaman Aceh.

Seorang pawang hutan, Gusnar Effendy, menemukan Suku Mante hidup di belantara pedalaman Lokop, Kabupaten Aceh Timur.

Dia juga pernah bertemu dengan suku tersebut di hutan-hutan Oneng, Pintu Rimba, Rikit Gaib di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

"Umumnya tinggal di gua-gua, celah gunung. Kalau siang hari berada di alur-alur sungai dalam lembah," kata Gusnar