Masih ingat dengan alat tulis yang ayah bundamu berikan saat kamu kecil?

Melengkapi hari pertamamu di sekolah, satu set alat tulis keren sudah siap menjadi “senjatamu” saat belajar mengenal dunia. Kamu yang lelaki biasanya mendapatkan kotak pensil dan seperangkat alat tulis bergambar robot, sedangkan yang perempuan juga tak mau kalah dengan segala peralatan tulis serba pink.

Besar kemungkinan kamu sudah lupa. Lupa banget dengan alat tulis pertamamu. Dan kamu juga pasti belum tahu kalau alat tulis yang kamu gunakan dari kecil seiprit sampai detik ini punya nilai filosofi hidup yang sangat istimewa.

Mau tahu apa saja filosofinya? Dengan senang hati Hipwee akan membantu menjelaskannya !

 

1. Rautan Bulat Berhiaskan Cermin yang Bernuansa Jadul Itu.

Coba ngaku siapa di antara kalian yang suka ngintip rok anak cewek pakai rautan?

Coba ngaku siapa di antara kalian yang suka ngintip rok anak cewek pakai rautan? via http://Retromeneergallery.blogspot.com

Rautan itu bentuknya bulat. Diameternya sih sekitar 3 cm dengan ketebalan 2 cm. Rautan bulat itu sih bentuknya biasa saja. Selain berfungsi sebagai rautan, ada pula cermin bulat yang menempel di salah satu sisinya. Cermin itu sering kamu gunakan saat iseng. Entah mematut-matut diri sambil meraut pensil atau mengintip obrolan teman yang duduk di belakangmu.

Deddy Corbuzier, sang mentalist Indonesia pernah bilang kalau rautan bulat ini memiliki filosofi hidup yang begitu dahsyat. Di saat kamu hendak membetulkan sesuatu, hendaknya kamu harus bercermin terlebih dahulu. Apakah memang kamu sudah cukup baik untuk mengkritik atau mencari-cari kesalahan orang lain. So, jangan merasa hebat dan berada di atas orang lain. Karena di atas langit, pasti masih ada langit.

2. Penghapus Karet Dulu Ya Gitu-gitu Aja. Tapi Sekarang Bentuknya Lebih Menarik.

Kamu bisa jadi penghapus, untuk menghapus kegelisahan orang lain.

Kamu bisa jadi penghapus, untuk menghapus kegelisahan orang lain. via http://Plus.google.com

Dulu sih penghapus itu bentuknya membosankan. Ada yang warna hitam dan warna putih. Dan ada pula yang berbentuk lapisan salem biru. Penghapus berlapis-lapis itu dijual beserta mitos kemampuan menghapus tinta pulpen yang mustajab. Naasnya bukan tinta pulpen yang terhapus, melainkan bukumu yang sobek karena tekstur penghapusnya terlalu kasar.

Kembali lagi ke inti pembicaraan, penghapus karet itu memang benar-benar jadi penolongmu saat keliru menulis sesuatu. Dalam hidup ini mungkin kamu tidak dapat senantiasa jadi pulpen yang menuliskan kebahagiaan dalam kehidupan orang lain. Tetapi setidaknya berusahalah jadi si penghapus karet, yang menghapus suatu kekeliruan dan bisa menenangkan hati orang-orang terdekatmu.

3. Pensil Kayu yang Patah Melulu Sukses Bikin Kamu Geram.

Meraut pensil dekat tempat sampah bisa dilakukan sambil ngerumpi.

Meraut pensil dekat tempat sampah bisa dilakukan sambil ngerumpi. via http://Deichman.no

Kamu sering protes pada ayah atau bundamu, kalau pensil kayu yang diberikannya ternyata sering patah dan membuat kegiatan menulismu di kelas jadi terhambat. Ya sudah deh jangan protes melulu, mendingan kamu langsung beli pensil kayu yang baru.

Di balik pensil kayu yang sering patah itu, kamu bisa melihat sesuatu yang berharga asalkan kamu lebih peka. Pensil kayu itu tadinya panjang, tapi lama kelamaan menjadi makin pendek setelah kamu gunakan untuk menulis. Lama-lama pensilnya habis, dan kamu lempar dia ke tong sampah. Tetapi lihatlah, serbuk-serbuk pensil kayu sudah menjelma jadi catatan di buku tulismu.

Belajarlah berkorban seperti si pensil kayu. Tanpa kamu sadari, pensil kayu itu yang membantumu menjadi lebih pandai dari hari ke hari. Agar tak kalah dengan si pensil kayu, mulailah sedikit berkorban untuk orang-orang yang kamu cintai. Jika belum punya materi yang memadai, waktu, ide atau tenagamu juga bisa membuat mereka tersenyum bahagia.

4. Ini Apa Sih Namanya? Hekter? Staples? Stapler? Cegrekan? Whatever Lah!

Apalah arti sebuah nama, kalau dipanggilnya tetap cegrekan saja.

Apalah arti sebuah nama, kalau dipanggilnya tetap cegrekan saja. via http://What-is-this.net

Nah, alat tulis yang satu ini sebenarnya bukan alat tulis sih, ya. Mungkin lebih tepat disebut sebagai stationery. Murid-murid di kelas akan mulai teriak-teriak kalau ulangan yang ditulis ternyata tak cukup di selembar kertas saja.

“Bu cegrekan, Bu.”

“Bu, Mel dulu dong bu pinjem cegrekan.”

"Saya dulu Bu, udah mau selesai, nih."

“Huss, itu namanya stapler tau. Jangan norak dong!”

Cegrekan itu menyatukan dua hingga puluhan lembar kertas yang tadinya terpisah-pisah. Kertas-kertas yang berserakan jadi menyatu mudah diatur, tetapi tidak menempel erat seperti kalau kamu menggunakan lem kertas.

Cegrekan itu melekatkan, tetapi tak mengaburkan perbedaan. Sama seperti jalinan persahabatan sejati. Kamu dan sahabatmu sudah tentu punya latar belakang dan sifat yang jauh berbeda. Tetapi manisnya persahabatan bak cegrekan itu sudah menyatukan hatimu dan hati sahabatmu. Ciyeee bahasanya puitis ya, jadi ingin mengunyah sandal jepit saking senangnya.

5. Penggaris Plastik atau Penggaris Besi, Semua Punya Arti yang Sama.

Hidup itu harus tepat sasaran, seperti menggunakan penggaris dengan benar.

Hidup itu harus tepat sasaran, seperti menggunakan penggaris dengan benar. via http://Scimathmn.com

Penggaris biasanya digunakan untuk menggaris supaya hasilnya lebih rapi. Tak jarang pula penggaris plastik 30 cm yang kamu simpan di ransel tahu-tahu sudah patah waktu kamu ingin kembali menggunakannya. Akhirnya kamu putuskan untuk membeli penggaris besi agar lebih kuat dan tahan banting.

Menjalani hidup itu harus penuh presisi, sama seperti penggunaan penggaris. Kamu harus mampu menetapkan target dan impianmu agar hidupmu lebih bersemangat dan berwarna. Tetapkan targetnya seakurat mungkin, seperti bentuk garismu yang rapi ketika kamu membuatnya dengan penggaris.

6. Terima Kasih Sticky Note, Aku Jadi Gagal Lupa Karenamu.

Kadang-kadang juga dipakai untuk menulis contekan *ups

Kadang-kadang juga dipakai untuk menulis contekan *ups via http://Pix-hd.com

Tahu sticky note gak?

Itu lho, setumpuk kertas kecil yang bagian ujungnya direkatkan dengan sedikit lem. Waktu mau menggunakannya, tinggal tulis pesanmu di kertas tersebut kemudian cabut dan tempelkan lagi pada tempat yang mudah terlihat. Warna-warni sticky note yang mencolok mata bikin kamu gagal lupa dengan hal-hal penting.

Punya pedoman hidup layaknya sticky note juga tak kalah kerennya. Kamu bisa menjadi pengingat bagi orang-orang yang kamu sayangi maupun dirimu sendiri. Ingatlah kalau hidup itu tidak sulit, melainkan rencana-rencana dan harapanlah yang membuatmu jadi mudah kecewa. Berusahalah untuk selalu ingat, ada Yang Maha Kasih dan orang-orang terdekat yang setia mendukungmu.

7. Pada Akhirnya Pahami Hidup Itu Bagai Hadiah Kotak Pensil.

Jalani hidup dengan ekspresi bak baru mendapat kotak pensil baru yang kamu idamkan.

Jalani hidup dengan ekspresi bak baru mendapat kotak pensil baru yang kamu idamkan. via http://Aliexpress.com

Hadiah kotak pensil yang sudah kamu idamkan sejak lama akhirnya mendarat di kedua tangan mungilmu. Rasa senang tiada terkira tergambar jelas lewat senyummu. Kotak pensil itu gambarnya lucu, dengan warna yang cerah ceria membuatmu makin semangat belajar.

Pada akhirnya pahami hidup itu bagai hadiah kotak pensil. Hidup adalah anugerah. Bertemu setiap orang yang ada dalam hidupmu tentu saja ada maksudnya. Ada orang-orang yang kamu sayangi yang mengajarkanmu banyak arti tentang kehidupan. Ada pula yang hadir demi menguji kesabaran dan kemampuanmu mengendalikan emosi.

 

Jika dulu kamu punya kebiasaan menghilangkan alat tulis saat belajar di kelas, semoga artikel Hipwee yang satu ini segera bikin kamu insaf. Bukan biar keren-kerenan memandangi alat tulis yang kaya akan filosofi. Tetapi karena tentu sangat disayangkan uangmu melayang bersama alat tulis yang berpindah tangan. Jagalah alat tulismu dengan baik, sama baiknya seperti memaknai arti hidup setiap saat.