1. Hormon Alopesia Androgenik

Hormon Alopesia Androgenik via http://www.htandrc.com

Ada yang udah pernah denger atau baca tentang hormon ini? Kalau belum nih aku jelasin sekilas ya. Dikutip dari Harian Gadis, Hormon ini menjadi penyebab kebotakan paling banyak, bahkan 70% terjadi pada pria dan 40% terjadi pada wanita. Kebotakan ini merupakan salah satu penyakit keturunan karena sensitivitas genetik yang meningkat dari folikel rambut terhadap DHT. Duh, worry nggak sih baca ulasannya? Buat para cowok-cowok coba di cek ya kondisi kesehatan kulit dan kepalanya. Tapi cewek juga harus tetep waspada 40% itu termasuk besar sih. Kalau udah keturunan coba deh langsung konsul sama dokter yang sudah ahli di bidangnya.

2. Hormon Alopesia Areata

Hormon Alopesia Areata menyebabkan pitak via http://www.medicalnewstoday.com

Pernah mengalami pitak atau melihat kepala orang lain ada pitaknya? Ternyata pitak itu disebabkan sama hormon ini guys. Hormon Alopesia Areata muncul karena adanya penyakit autonium yakni kebotakan yang bersifat permanen karena folikel rambut (tempat tumbuhnya akar rambut) yang sudah rusak. Gangguan ini dapat ditimbulkan karena penyakit Lupus Eritmatosus Diskoid dan Lichen Planus. Pada umumnya, kondisi ini terjadi pada dewasa muda dan remaja sehingga menjadi penyebab rambut rontok parah yang meningkat. Hanya saja kebotakan tidak terjadi secara permanen sehingga rambut akan kembali tumbuh setelah satu tahun.

Beberapa penyakit yang menyebabkan kerontokan rambut ini antara lain penyakit tiroid, diabetes, virtiligo (kulit kehilangan melanin atau pigmen pembentuk warna pada rambut, mata dan kulit), dan anemia. Selain itu, penyebab lainnya adalah para wanita yang memasuki masa monopause, masa kehamilan dan pengaruh dari penggunaan alat kontrasepsi.

3. Hormone Dihydrotestosterone (DHT)

Advertisement

Hormone Dihydrotestosterone (DHT) via http://www.follifuelpharmaceuticals.com

Nah hormon yang terakhir yang mengakibatkan rambut rontok ya ini. Banyak kasus kebotakan yang terjadi karena adanya hormon DHT ini. Pada umumnya, hormon DHT didapatkan dari faktor keturunan sehingga jika garis keturunan di atas kamu ada yang mengalami kebotakan maka kemungkinan besar kamu juga akan mengalaminya. Namun, tidak memiliki risiko dari faktor keturunan bukan berarti kamu bisa terbebas dari kerontokan rambut, karena pola makanan dan pola hidup juga merupakan kondisi yang menyebabkan rambut rontok. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, stres yang berlebih, sering begadang dan gaya hidup negatif lainnya dipercaya dapat menyebabkan terjadinya hormon DHT. 

Karakteristik rambut rontok karena hormon DHT ini antara lain batang rambut yang dulunya tebal tapi sekarang menipis, rapuh, mudah patah dan mengecil. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena kurangnya suplai makanan sehingga batang rambut menjadi kurang sehat. Selain itu, hormon ini juga dapat menyebabkan perubahan warna rambut karena memudar menjadi warna coklat terang, tidak sehat dan pucat. Lama kelamaan, rambut halus juga akan ikut rontok.

4. Penuhilah asupan nutrisi dan gizi

Nah ini ada beberapa tips buat kamu yang mengalami masalah rambut rontok akibat hormon. Salah satu cara untuk memperbaiki jika masalah rambut rontok kamu diakibatkan karena faktor keturunan hal yang wajib kamu lakukan adalah memenuhi asupan nutrisi dan gizi untuk rambut dengan baik. Cara ini akan membuat kerontokan rambut kamu bisa berkurang secara drastis, meskipun ada garis keturunannya. Hindari kelelahan dan stress karena keduanya dapat memperparah rambut yang rontok.

Sebenarnya, rambut rontok karena keturunan tidak bisa diselesaikan sampai sembuh, tapi paling tidak kita bisa melakukan pencegahan agar tidak semakin parah. Cara terbaik untuk mengatasi rambut rontok akibat hormon DHT ini adalah dengan menggunakan DHT blockers atau anti DHT. Produk alami dan terbaik ini mengandung zat seng yang ada bebas di alam dan makanan alami sehingga akan membantu memblokir kerja DHT dalam merontokkan rambut.

Produk lain yang tidak kalah ampuh adalah Saw Palmetoo yang berguna untuk mengurangi DHT dalam tubuh. Selain itu, ada ekstrak pygeum dan prolaktin yang mampu mengurangi produksi hormon penyebab rambut rontok DHT dalam tubuh.

5. Shampo Bayam Untuk Rambut Rontok

Shampo Bayam Mustika Ratu via https://www.youtube.com

Kalau yang ini aku mau share pengalaman sendiri nih yang mencari solusi buat kerontokan aku. Karna kerontokan aku bukan karna hormon (Thanks God). Setelah aku baca-baca di situs Harian Gadis tadi, aku juga cari info ditempat lain. Aku gak pernah terpaku sama satu referensi aja harus beberapa biar lebih meyakinkan. Dan waktu itu aku gak sengaja liat vlog milik Kiara Leswara, itu lho beuaty vlogger yang ketjhe menurut aku. Doi berbagi tips gitu deh katanya pakai Shampo bayam ampuh banget.

Nah ini berkaitan sama artikel di Harian Gadis yang katanya bisa menggunakan bayam untuk mengatasi rambut rontok. Karena kuriositas aku tinggi banget, tepatnya penasaran sih, akhirnya aku beli shampo itu, aku beli di guardian waktu itu. Pertama kali pake sih rambut rada lengket ga jelas gitu, tapi setelah pemakaian beberapa kali rambut jadi normal lagi gak lengket tapi sedikit jadi kaku, akhirnya aku pake conditioner aja biar sekalian melembutkan. Menurut aku itu shampo bagus, apa yang dijelasin sama Kiara aku juga ngalamin kok. So kalian boleh coba kalau penasaran.