Semua orang memiliki perbedaan satu dengan lainnya. Hal ini bukan alasan fiktif belaka. Kita memiliki perbedaan dengan temanmu lantaran sifat genetik yang diwariskan oleh orang tua kita dahulu. Seperti warna mata, warna rambut bahkan gejala-gejala lain yang belum tentu kamu dapatkan sewaktu sekolah.

Sepintas kita hanya mengetahui sebatas buta warna dan gula darah yang bisa diwariskan pada keturunannya. Ternyata lebih dari itu, ada hal lain yang diwariskan dari orang tua kita.

 

1. Jika keluargamu ada yang memiliki kadar kolestrol tinggi, kamu juga memilikinya

http://www.everydayhealth.com/

http://www.everydayhealth.com/ via http://www.everydayhealth.com

Gejala kolestrol tinggi bukan semata-mata dari gaya hidup yang berantakan saja. Dari situ orang percaya kalau menghindari kolestrol adalah dengan mengkonsumsi makanan berserat, menghindari rokok dan olahraga teratur. Sayangnya untuk orang yang keluarganya mempunyai riwayat kolestrol tinggi harus berjuang lebih keras.

Karena kadar kolestrol tinggi mempunyai sifat genetik. 1 dari 500 orang didunia beresiko memiliki kadar kolestrol tinggi karena genetik. Jika seseorang memiliki kolestrol tinggi maka keturunannya beresiko lebih besar dari orang tersebut. Orang yang mempunyai genetik kadar kolestrol tinggi, akan tetap memiliki kadar kolestrol walau sudah mengubah gaya hidupnya.

2. Gen kebotakan dan rambut tipis pada pria berasal dari ibunya

https://brightside.me/

https://brightside.me/ via https://brightside.me

Kebotakan terjadi bukan semata-mata karena kecelakaan, pemakaian kemoterapi atau faktor lainnya. Genetik juga berperan andil dalam kebotakan pada pria. Gen kebotakan dibawakan dari kromosom X. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X. Sedangkan perempuan memiliki 2 kromosom X. Jadi perempuan memiliki potensi besar dalam membawa genetik kebotakan.

Walau begitu, kamu jangan menyalahkan ibumu sendiri lanatran kamu mengalami kebotakan. Karena faktor seperti lingkungan, asupan gizi dan gaya hidupmu juga mempengaruhi percepatan laju rontok rambutmu. Tidak seperti buta warna yang 100% permanen kamu bawa sampai meninggal, kebotakan bisa diatasi dengan mengganti gaya hidup sehat dan konsultsi ke dokter spesialais rambut.

3. Anak yang berhasil dalam bidang akademis juga menurun dari sifat ibu kandung

https://brightside.me/

https://brightside.me/ via https://brightside.me

Orang yang berhasil dalam bidang akademis tidak semata-mata belajar siang-malam. Diluar faktor ekstrenal, genetik ibunya mempengaruhi keberhasiln akademis seseorang. Keberhasilan akademis seseorang dipengaruhi 55% faktor genetik dari orang tua. Jika orang tuamu memiliki jenjang pendidkan tinggi, maka secara biologis kamu juga memiliki potensi yang sama.

Terlepas dari itu, tentu faktor genetik hanyalah sebagai batu loncatan semata. Bukan jaminan kamu akan berhasil dibidang akademis dengan mulus. Maka dari itu, jika cewek kalian memiliki kemampuan akademis bagus alangkah baiknya kamu pertahankan sampai ke pernikahan.

4. Ada yang suka kopi dan ada yang tidak. Sah-sah saja karena itu juga faktor genetik

http://www.livescience.com

http://www.livescience.com via http://www.livescience.com

Kamu punya teman yang suka ngopi dan nggak suka ngopi? Karena ada faktor genetik yang diwariskan orang tua kita yang membuat seseorang suka kopi dan nggak suka kopi. Berdasarkan jurnal dari Scientific Reports, Dalam DNA manusia ada satu gen yang bernama PDSS2. Gen ini yang membuat kamu kerajingan ngopi.

PDSS2 berperan dalam pemrosesan kafein pada kopi. PDSS2 ini berfungsi menyerap kafein pada kopi sehingga tubuh kita mampu merasakan efek kafein dari kopi. Karena kafein dalam kopi sudah terserap dalam tubuh, maka kamu akan mengalami candu sehingga kamu akan kerajingan ngopi. Walau begitu kamu juga harus bisa ngatur kapan waktunya ngopi. Sebisa mungkin buat jadwal ngopi biar aktivitaasmu nggak berantakan.

5. Gen gula darah penyebab penderita diabetes

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Ingat iklan gula rendah kalori yang menceritakan keturunan penderita diabetes beresiko lebih besar terjangkit daripada orang lainnya. Istlah itu dikenal dengan 

MATURITY ONSET DIABETES OF THE YOUNG (MODY)

Ketika kamu mempunyai keluarga penderita diabetes maka kamu secara langsung beresiko hal yang sama. Untuk penderita mody, kamu akan masuk diabetes golongan 2. Penyakit ini akan menyerangmu ketika usia muda. Ditambah lagi dengan gaya hidup sembarangan akan memperburuk penderita. Maka itulah, kalau kamu masih pengen bebas beraktivitas. Ubahlah kebiasaan hidup sembaranganmu.

6. Tidak bisa membedakan warna adalah hasil warisan genetik dari Ibu

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Seseorang yang tidak bisa membedakan warna alias buta warna diakibatkan kromosom X pada orang. Dalam kasus ini laki-laki yang paling beresiko menderita buta warna lantaran hanya memiliki kromosom XY. Perempuan yang memiliki kromosom XX adalah penentu terbesar apakah keturunannya buta warna atau tidak.

Hal ini terjadi karena kromosom X pada seseorang mengalami kecacatan sehingga mempengaruhi penglihatan seseorang. Selain sudah membedakan warna, para penderita buta warna tidak bisa mengambil pekerjaan tertentu karena harus memenuhi persyarat bebas buta warna. Dalam kasus ini, walau sepasang suami istri bebas buta warna bukan berarti keturunan mereka juga bebas buta warna. Karena dalam ilmu rekayasa genetika terjadi persilangan gen yang membuat keturunannya tidak 100% bebas buta warna.

7. Hilangnya kemampuan mencerna laktosa ketika memasuki usia lanjut

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Intoleransi Laktosa adalah ketidakmampuan orang dalam mencerna laktosa pada usia lanjut. Dengan kata lain, orang tersebut tidak bisa mencerna susu.

Ketika masih usia muda semua orang masih memiliki kemampuan toleransi laktosa. Namun pada usia lanjut terdapat 65% orang mengalami intoleransi laktosa. Orang yang memiliki Intoleransi Laktosa mengalami kehilangan kemampuan tubuhnya untuk mencerna Laktosa.

Orang yang mengalami Intoleransi Laktosa bisa terdeteksi apabila seseorang mengalami muntah-muntah, mual hingga perut kembung ketika mengkonsumsi makanan dan minuman setelah 30 hingga 120 menit pertama.

8. Percaya atau tidak. 30% penduduk dunia punya bakat menyetir mobil

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Banyak ilmuwan melakukan penelitian tentang kemampuan orang menyetir mobil. Dari hasil penelitian mereka mengemukanan bahwa 30% orang memiliki genetik menyetir mobil. Mudahnya orang-orang tersebut punya bakat nyetir mobil.

Yang membedakan orang yang mempunyai "bakat" dan nggak terletak pada kemampuan orang dalam menafsir reaksi kecepatan sewaktu mengendarai. Kemampuan dalam mengingat jalan atau lokasi tertentu hingga kemampuan mengorientasikan diri. Walau semua orang bisa belajar menyetir mobil dan lulus tes mengemui kendaraan tetapi orang belum tentu semua orang memiliki kemampuan untuk meminilimasir kecelakaan pada lalu lintas.

9. Kepicikan (Rabun Pada Mata) bukan hanya karena kebiasaan tetapi juga diturunkan dari pendahulunya

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Sama halnya dengan penderita diabetes. Orang tua yang menderita kepicikan maka keturunannya akan beresiko 50% mengalami kepicikan atau rabun mata. 

Orang yang mengalami rabun pada mata bukan berarti 100% disebabkan oleh genetika. Selain faktor gen, juga bisa dipengaruhi oleh kebiasaan seperti terlalu lama berada didepan komputer atau membaca terlalu dekat. Itulah yang bisa mempercepat proses orang mengalami kepicikan.

10. Terdengar gila tetapi fakta bahwa orang tertentu sudah memiliki bakat populer sejak lahir

https://brightside.me

https://brightside.me via https://brightside.me

Terdengar remeh namun fakta. Faktanya adalah orang-orang yang populer memiliki sifat genetik yang ada pada dirinya. Ilmuwan Havard berusaha mencari tahu penyebab mengapa orang bisa populer dikalangannya.

Para ilmuwan percaya kalau manusia dahulu memiliki informasi tentang sumber makanan atau informasi lainnya yang membuat mereka dikelilingi banyak orang. Setelah itu gen tersebut diwariskan pada generasi selanjutnya hingga sekarang. Yang terjadi adalah orang-orang yang memiliki gen tersebut dengan mudahnya mendapat popularitas dikalangannya sehingga membuat orang datang kepada meraka. Dengan kata lain, orang sejak lahir sudah punya bakat populer dan tidak.

Sampai sekarang penelitian tentang orang populer masih berlangsung. Semoga saja peneliti di masa depan sudah bisa menjelaskan dengan gamblang mengapa orang bisa populer.